Portal Berita Ekonomi Kamis, 21 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:09 WIB. Daerah - Presiden Jokowi jamin santunan untuk keluarga korban KM Sinar Bangun.
  • 09:09 WIB. Pilkada - Demokrat duga Iriawan akan memihak satu pasangan Cagub Jabar.
  • 09:08 WIB. Politik - PSI minta pemerintah evaluasi penunjukkan Iriawan.
  • 09:07 WIB. Pilkada - Bawaslu belum terima pelanggaran netralitas Polri di Jabar.
  • 09:03 WIB. Politik - Partai Demokrat sebut pemerintahan Jokowi 2 kali salah angkat Pj gubernur.
  • 08:48 WIB. Grab - Grab dapatkan investasi senilai US$1 miliar dari Toyota.
  • 08:47 WIB. Instagram - Durasi video di Instagram kini diperpanjang hingga 10 menit.
  • 08:38 WIB. Siemens - Siemens hadirkan kereta cepat baru bernama Velaro Novo.
  • 08:36 WIB. Shopee - Shopee hadirkan fitur beli pulsa dan paket data dengan 10% cashback selama 21-27 Juni 2018.
  • 08:35 WIB. Gadget - Menurut data We Are Social, pengguna ponsel di Indonesia sudah hampir mencapai 180 juta.
  • 08:34 WIB. Kazuo Kashio - Pendiri Casio, Kazuo Kashio, meninggal dunia Senin (18/6/2018) di usia 89 tahun.
  • 05:32 WIB. Emas - Emas lebih rendah karena dolar menguat di lingkungan suku bunga AS yang lebih tinggi.
  • 05:31 WIB. Minyak - Minyak mentah AS naik 1,8%, menetap di $66,22 per barel, setelah sesi volatil menjelang pertemuan OPEC.
  • 05:29 WIB. Suriah - Rezim Assad dan pasukan Iran mulai operasi di Suriah.
  • 05:29 WIB. Trump - Meksiko: kebijakan pemisahan keluarga imigran Trump rasis.

Pengusaha Muda Sukses Ini Melihat Peluang dari Buku Sekolahnya

Foto Berita Pengusaha Muda Sukses Ini Melihat Peluang dari Buku Sekolahnya
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Hamzah Izzulhaq (24), Direktur Utama PT Hamasa Indonesia, mulai serius menekuni kewirausahaan sejak duduk di bangku SMA. Kala itu, dia melihat peluang usaha dari buku-buku pelajaran. Hamzah lalu melobi pamannya yang kebetulan bekerja di sebuah toko buku besar di jakarta untuk menjadi distributor dengan diskon sebesar 30% per buku. Buku itu kemudian dia jual ke teman-teman dan kakak kelasnya. Strategi yang dia lakukan adalah dengan memberikan diskon kepada mereka 10% sehingga dari usahanya tersebut Hamzah mendapatkan keuntungan 20% dari setiap buku yang berhasil dia jual dan jika dikalkulasi pendapatannya selama 1 semester adalah Rp950.000.

Dari uang hasil tabungannya, Hamzah mengembangkan usaha dengan membuka konter pulsa. "Modalnya nekat saja. Kalau kita pingin sukses pasti ada risikonya," ujar Hamzah seperti yang dikutip dari Youngster.id. Sayang, usaha tersebut hanya bertahan tiga bulan. Pasalnya, teman yang menjalankan operasional malah menyelewengkan tanggung jawab.

Namun, pemuda yang kala itu duduk di bangku kelas 2 SMA tidak kapok berusaha. Dari sisa tabungannya, Hamzah menggunakannya untuk jualan pulsa lagi dan membeli alat pembuat pin. Ternyata, dia kembali mengalami kerugian dari usahanya tersebut. Karena dia tidak menguasai teknik dalam pembuatan pin sehingga produksinya banyak yang gagal dan ayahnya marah besar.

Hamzah tidak putus asa dan kembali lagi merenungi kesalahannya. Menurut dia, jatuh bangun dalam berwirausaha itu tidak pernah membuat dia tertekan. Malah memotivasi dirinya untuk maju dan berkembang. Itu dia pelajari dari membaca biografi pengusaha-pengusaha besar. 

"Saya lihat ternyata orang-orang sukses pun juga pasti gagal dulu awalnya. Jadi, itu yang membuat kita enggak merasa sendirian. Bahkan, dia lebih sadis lagi, lebih di bawah lagi. Dulu saya lebih banyak memotivasi diri saya sendiri. Saya baca buku detail, sampai tahun berapa Walt Disney bangkrut, lalu tahun berapa bangkitnya saya hafalin betul-betul. Jadi, orang yang sukses itu saat gagal bangkit lagi, dan terus bangkit sampai mimpinya tercapai. Tapi, kalau orang tidak sukses itu biasanya ketika gagal, dia jadi galau dan enggak mau nyoba lagi," jelasnya.

Hamzah mulai lagi dengan berjualan snack-snack roti yang memberi keuntungan. Dari sana dia kembali menangkap peluang bisnis di usaha bimbingan belajar (bimbel). Menurut Hamzah, ide itu didapat saat mengikuti komunitas bisnis pelajar bertajuk Community of Motivator and Entrepreneur (COME). Hamzah bertemu dengan mitra bisnisnya yang menawari usaha waralaba bimbel bernama Bintang Solusi Mandiri.

Hamzah lalu diberi prospektus dan laporan keuangan salah satu cabang bimbel di lokasi Johar Baru, Jakarta Pusat, yang kebetulan ingin diambil alih dengan harga jual sebesar Rp175 juta. Hamzah tertarik dan kembali melobi sang ayah untuk meminjam uang sebagai tambahan modal bisnisnya. Hamzah menggabungkan tabungannya sebesar Rp5 juta dan pinjaman Rp70 juta dari sang ayah. Ia lalu melobi rekannya untuk membayar Rp75 juta dulu dan sisanya yang Rp100 juta dicicil dari keuntungan tiap semester dan itu dipenuhi.

Di bisnis bimbel ini peruntungan Hamzah tiba. Dari franchise bimbel itu, bisnis Hamzah berkembang pesat. Keuntungan demi keuntungan selalu diputarnya untuk membuat bisnisnya lebih maju lagi. Kini, Hamzah telah memiliki 5 lisensi waralaba bimbel dengan jumlah siswa di atas 200 orang tiap semester. Total omzet yang diperolehnya sebesar Rp360 juta/semester dengan net profit sekitar Rp180 juta/semester.

Hamzah memang tidak pernah berhenti mencari tantangan. Ketika merasa bisnis bimbelnya sudah mulai stabil dan bisa didelegasikan, Hamzah melirik bisnis sofa bed di daerah Tangerang. Sebuah perusahaan sofa bed yang sudah jalan tiga bulan dia beli dan dia kembangkan. Perkembangannya yang cukup pesat membuat Hamzah bisa mengantongi omzet Rp160 juta per bulan.

"Bagi saya berwirausaha itu menyenangkan. Penuh tantangan memang, tetapi menarik. Bahkan jauh lebih mudah daripada urusan percintaan saya," ucapnya sambil tertawa. Untuk memperkuat bisninya, dia pun mengubah badah usaha miliknya dari CV ke PT Hamasa Indonesia pada 2015.

Dengan sukses ini membuat Hamzah memutuskan untuk kembali ke bangku kuliah yang ditinggalkan karena fokus berbisnis. Saat ini dia kuliah semester 2 di Fakultas Ekonomi Universitas Dharmapersada. "Desakan dari ibu saya agar saya berkuliah. Agar ilmu saya dalam berbisnis lebih banyak lagi," ujarnya.

Dia mengakui perlu belajar banyak terkait manajemen usaha. Termasuk untuk menangani 70 orang karyawan. Itu pun kuliah yang diambil adalah kelas pekerja, mengingat kesibukannya yang padat. Pasalnya, di akhir 2015, Hamzah kembali mengembangkan usaha propertinya. Dia membuka perumahan selaus 3.500 meter persegi bernama Tasik Asri Village di Tasikmalaya, Jawa Barat. Rencananya usaha ini juga akan dibangun di Garut dan Bandung.

"Saya tidak ingin berpuas diri dengan apa yang sudah ada. Tidak mau sampai begitu saja. Ambisi dan mimpi saya masih banyak untuk dikejar dan dikembangkan menjadi lebih baik lagi," pungkasnya.

Tag: Hamzah Izzulhaq, PT Hamasa Indonesia, Entrepreneur

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1 KPAL 195 262 67 34.36
2 GDST 198 266 68 34.34
3 MYTX 160 204 44 27.50
4 SWAT 272 340 68 25.00
5 JPRS 266 332 66 24.81
6 CITA 875 1,090 215 24.57
7 ATIC 735 915 180 24.49
8 CSIS 980 1,180 200 20.41
9 ASJT 290 328 38 13.10
10 DSSA 15,500 17,500 2,000 12.90
No Code Prev Close Change %
1 BNBR 104 70 -34 -32.69
2 DFAM 1,205 905 -300 -24.90
3 SDMU 282 222 -60 -21.28
4 FORU 144 126 -18 -12.50
5 JKSW 74 66 -8 -10.81
6 SAME 560 500 -60 -10.71
7 MNCN 1,180 1,070 -110 -9.32
8 ERTX 132 120 -12 -9.09
9 IIKP 230 212 -18 -7.83
10 SMRA 995 920 -75 -7.54
No Code Prev Close Change %
1 SWAT 272 340 68 25.00
2 BBRI 3,140 2,960 -180 -5.73
3 TLKM 3,610 3,710 100 2.77
4 BBCA 22,250 21,500 -750 -3.37
5 BBNI 8,050 7,525 -525 -6.52
6 BMRI 6,950 6,700 -250 -3.60
7 ADRO 1,935 2,000 65 3.36
8 UNTR 34,800 33,500 -1,300 -3.74
9 ASII 6,900 6,950 50 0.72
10 PGAS 2,080 2,040 -40 -1.92