Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Belajar dari Kisah Sukses Mark Zuckerberg, Sang Penemu Facebook

Belajar dari Kisah Sukses Mark Zuckerberg, Sang Penemu Facebook Kredit Foto: Reuters/Stephen Lam
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mark Zuckerberg masih merupakan seorang mahasiswa Harvard saat memulai situs jejaring sosial yang menjadi cikal-bakal Facebook.

Sebagai seseorang yang sangat menggemari dunia komputer dan pernah  mengembangkan smart MP3 di sekolah menengah atas, Zuckerberg pernah mendapat teguran dari bagian administrasi Harvard karena situs Facemash melanggar hak cipta akibat menggunakan foto-foto yang diambil dari situs online Harvard tanpa izin.

Pria kelahiran 14 Mei 1984 ini memulai Facebook pada bulan Februari 2004 dengan tujuan awal untuk memberikan perubahan dari apikasi Facebook tradisional yang bertipe rendah dan menggabungkannya dengan jejaring sosial seperti Myspace.

Berbeda dengan Facemash, Facebook memungkinkan setiap mahasiswa Harvard untuk membuka akun dan pada akhir bulan lebih dari separuh mahasiswa telah mendaftar.

Zuckerberg cepat memperluas layanan, dengan cara memperkenalkan Facebook ke semua sekolah yang berada di daerah Ivy League pada akhir musim semi dan lebih banyak sekolah di wilayah lainnya pada semester berikut. Situs Wirehog diciptakan sebagai situs filesharing pendamping untuk pengguna Facebook. Dan pada akhir 2004 Facebook memiliki lebih dari satu juta pengguna terdaftar.

Pendapatan iklan yang didapat melalui Facebook membuat dirinya lebih mudah meningkatkan modal ventura dan Zuckerberg serta rekannya membeli domain Facebook.com dari pemegang sebelumnya dan menghilangkan kata "The" dari nama situs tersebut.

Seiring berjalannya waktu, Facebook menjadi semakin inklusif, membuka pintu untuk semua mahasiswa, anggota fakultas, dan alumni (siapa saja yang memiliki alamat email domain-pendidikan yang telah dikonfirmasi), dan pada tahun 2006 Facebook menambahkan jaringan untuk siswa sekolah menengah atas.

Sejak musim gugur 2006, situs ini terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung ke dalamnya. Maka terjadilah sebuah pergeseran besar dari yang sebelumnya terbatas untuk kalangan pelajar, namun saat ini Facebook terbuka untuk siapa saja.

Sementara itu, Facebook Marketplace seperti Craigslist ditambahkan ke situs ini bersamaan dengan platform untuk menawarkan aplikasi. Microsoft membeli 1,6% saham di perusahaan tersebut seharga US$240 juta pada bulan Oktober tahun 2007, dan bulan berikutnya layanan Facebook Beacon ditayangkan perdana sebagai sebuah inisiatif yang dianggap kontroversial yang memadukan teknologi pemasaran dan jejaring sosial. Hal ini mendapat banyak kritik karena dianggap dapat mengganggu privasi seseorang.

Setelah itu, Zuckerberg pindah ke Palo Alto untuk mengoperasikan dan fokus dalam mengembangkan Facebook sepenuhnya, serta mengambil cuti dari Harvard. Saat ini Facebook memiliki kantor di empat gedung yang berada di pusat kota. Bahkan, Zuckerberg diberi julukan "seorang pemuda yang berhasil menghubungkan semua orang di dunia".

Berikut ini tiga pelajar penting yang bisa diambil dari kesuksesan Mark Zuckerberg lewat Facebook, yaitu

1. Cepat

Di Facebook, kegagalan adalah sesuatu yang boleh "dirayakan". Inovasi adalah jantung perusahaan. Semua orang di Facebook disarankan untuk bergerak sangat cepat dan mencoba berbagai hal baru. "Bergerak cepat dan gagal dengan cepat. Kalau Anda tidak mengacaukan sesuatu, Anda tidak bergerak cukup cepat," ujar Mark.

2. Tak Gampang Menyerah

Sejak awal, Mark Zuckerberg dan Facebook sangat diremehkan oleh banyak pihak. Ketika pertama membuat Facebook, Mark dihina karena sudah banyak pesaing kuat seperti MySpace dan Friendster. Saat Facebook berhasil mengalahkan MySpace dan Friendster, Mark masih dihina karena dianggap tidak akan pernah mendapatkan penghasilan yang besar.

Bahkan saat Facebook IPO, Mark masih dihina karena dianggap terlalu muda untuk memimpin perusahaan sebesar Facebook.

"Ini pendapat personal saya, namun saya lebih suka berada di lingkaran orang-orang yang meremehkan kami. Hal tersebut memotivasi kami untuk berani keluar," ujarnya.

3. Berani Bertindak

Kultur di Facebook lebih menghargai orang yang bisa membangun sesuatu daripada orang yang hanya bisa bicara. Ketika karyawan Facebook ingin bertemu Zuckerberg, dia harus mempunyai sesuatu yang ditunjukkan.

Penulis: Redaksi 2
Editor: Cahyo Prayogo

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan