Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:19 WIB. Ketum PAN - Dana saksi parpol bisa hindari potensi suap (korupsi) pada elite partai.
  • 13:19 WIB. Ketum PAN - Anggaran dana saksi parpol dari APBN, demi membantu keuangan partai.
  • 13:18 WIB. Zulkifli Hasan - Kemenkeu harus menganggarkan dana saksi parpol.
  • 13:16 WIB. Zulkifli Hasan - Prabowo sedang melobi beberapa pihak secara diam-diam.
  • 13:16 WIB. Zulkifli Hasan - Saat ini Prabowo tengah sibuk bergerilya dan terima tamu.
  • 13:16 WIB. Zulkifli Hasan - Prabowo dan Sandiaga sudah membagi tugas.
  • 13:15 WIB. Zulkifli Hasan - Prabowo baru aktif kampanye akhir tahun.
  • 12:42 WIB. Bursa - Harga kumulatif meningkat signifikan, BEI hentikan sementara perdagangan saham SURE di pasar reguler dan tunai mulai 19/10/2018. 
  • 12:39 WIB. AISA - Investor: RUPSLB ini amanah RUPS tahunan, menggagalkan berarti melawan hukum. 
  • 12:38 WIB. AISA - Direksi dan Dewan Komisaris AISA bertarung sengit, investor inginkan perubahan manajemen. 
  • 12:38 WIB. Bursa -  BEI catatkan lima SKS pengganti saham UNVR. 
  • 12:35 WIB. NasDem - Parpol tidak perlu merebut porsi APBN terkait dana saksi partai.
  • 12:35 WIB. NasDem - Dana untuk saksi parpol, seharusnya dipakai untuk mendorong kesejahteraan rakyat.
  • 12:34 WIB. NasDem - Jika dana saksi parpol disepakati, maka partai bakal rusak di mata masyarakat.
  • 12:34 WIB. NasDem - Kami menolak usulan dana saksi parpol dibebankan ke negara.

China Selangkah Lebih Maju dari AS Soal Artificial Intelligence?

Foto Berita China Selangkah Lebih Maju dari AS Soal Artificial Intelligence?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dua ekonomi terbesar di dunia berada di garis depan dalam upaya pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence, namun dewan juri masih belum dapat menentukan negara mana yang memimpin perlombaan tersebut, menurut sebuah start up dengan kehadirannya di Amerika Serikat dan juga China.

"Saya pikir ini masih hari-hari awal, China mungkin mengarah ke ujung ritel dan konsumen, sementara AS mungkin memimpin mengemudi otonom untuk saat ini," ujar Daniel Tu, presiden dan chief product and platform officer di Gen.Life, Senin Konferensi UBS Greater China di Shanghai, sebagaimana dikutip dari CNBC, Selasa (9/1/2018).

Gen.Life adalah start up yang menggunakan teknologi seperti A.I. untuk mengukur risiko dan memperbaiki harga dan distribusi produk asuransi. Perusahaan berusia satu tahun ini didukung oleh perusahaan asuransi besar seperti AIA and American Family Insurance.

“Dalam hal dukungan pemerintah, bagaimanapun, Cina nampaknya memiliki keunggulan,” ungkap Tu.

“Dewan Negara China pada bulan Juli 2017 menetapkan sebuah tujuan untuk memperluas A.I. menjadi industri senilai $150 miliar dalam beberapa tahun ke depan dan mengubah negara tersebut menjadi pusat inovasi untuk A.I. pada tahun 2030,” South China Morning Post melaporkan.

Di negeri Paman Sam, akademisi seperti Presiden MIT L. Rafael Reif telah meminta upaya kolektif yang lebih besar oleh pemerintah, perusahaan dan masyarakat untuk memimpin pengembangan artificial intelligence, catat Tu, seorang mantan eksekutif konglomerat keuangan Cina, Ping An.

"Ada rasa urgensi di dalam institusi akademis terkemuka di Amerika Serikat tentang kurangnya kebijakan sentral dan koheren oleh pemerintah pusat, sedangkan di China, jika Anda melihat White Paper oleh Dewan Negara China baru-baru ini mengenai AI, jelas bahwa China memiliki visi yang jelas tentang bagaimana mereka ingin mengembangkan artificial intelligence," ujar Tu.

"Tapi saya pikir ini masih hari-hari awal." pungkasnya.

Tag: Artificial Intelligence, Kecerdasan Buatan, Amerika Serikat (AS), China (Tiongkok), Donald John Trump, Xi Jinping, Asuransi

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Thomas Peter

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5845.242 -23.378 610
2 Agriculture 1577.028 54.568 20
3 Mining 1916.200 -17.317 47
4 Basic Industry and Chemicals 752.704 6.245 70
5 Miscellanous Industry 1214.126 0.053 45
6 Consumer Goods 2489.884 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 408.106 -0.132 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1047.831 -27.064 70
9 Finance 1059.438 -5.179 91
10 Trade & Service 796.896 -3.311 147
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,210 1,510 300 24.79
2 ABMM 1,935 2,190 255 13.18
3 MAYA 6,200 6,950 750 12.10
4 LSIP 1,155 1,270 115 9.96
5 VINS 88 96 8 9.09
6 CTTH 113 123 10 8.85
7 MTDL 680 740 60 8.82
8 PBRX 510 555 45 8.82
9 FISH 3,300 3,590 290 8.79
10 GOOD 2,350 2,550 200 8.51
No Code Prev Close Change %
1 DNAR 336 296 -40 -11.90
2 KBLM 284 252 -32 -11.27
3 SMDM 149 133 -16 -10.74
4 AGRS 256 236 -20 -7.81
5 GMFI 308 284 -24 -7.79
6 ABBA 116 107 -9 -7.76
7 CSIS 400 370 -30 -7.50
8 MLPL 88 82 -6 -6.82
9 BAYU 2,450 2,290 -160 -6.53
10 RBMS 172 161 -11 -6.40
No Code Prev Close Change %
1 ISSP 98 96 -2 -2.04
2 TLKM 3,900 3,760 -140 -3.59
3 KPIG 135 136 1 0.74
4 PGAS 2,310 2,230 -80 -3.46
5 SRIL 320 332 12 3.75
6 SMCB 1,625 1,725 100 6.15
7 PNLF 290 294 4 1.38
8 INKP 13,525 13,675 150 1.11
9 BHIT 80 82 2 2.50
10 MNCN 775 790 15 1.94