Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:11 WIB. Kemenperin - Kementerian Perindustian mengakui sektor perikanan memiliki potensi yang besar di Indonesia.
  • 11:11 WIB. Properti - Synthesis Development membidik generasi milenial untuk proyek terbaru di Jakarta Timur, Prajawangsa City.
  • 11:10 WIB. Yunani - S&P menaikkan peringkat kredit Yunani dari B- menjadi B.
  • 11:09 WIB. UNIQLO - UNIQLO berkolaborasi dengan rumah desain Marimekko asal Finlandia.
  • 11:09 WIB. Pelindo II - Pelindo II Cabang Bengkulu meraih Anugerah Perusahaan Terbaik 2018.
  • 11:08 WIB. Megapolitan - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menilai kebijakan DP 0 rupiah melanggar aturan.
  • 11:07 WIB. Jokowi - Presiden Joko Widodo membeli satu unit motor custom bergaya Chopperland.

Temui Bos Bursa, KML Mau Ikuti Jejak Astra dan Indofood

Foto Berita Temui Bos Bursa, KML Mau Ikuti Jejak Astra dan Indofood
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini kembali kedatangan tamu yang berniat untuk menjual saham di pasar modal Indonesia. Perusahaan yang mendatangi bursa yakni PT Kelola Mina Laut (KML). Perusahaan merupakan perusahaan pengolahan hasil laut yang berdiri sejak 1994.

Presiden Direktur PT Kelola Mina Laut Mohammad Nadjikh mengungkapkan jika kedatangan pihaknya ke BEI untuk berkonsultasi terkait penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan Bos Bursa Tito Sulistio.

"Kita konsultasilah. Karena kita tidak terlalu tahu perkembangan di BEI ini sekarang gimana. Saya tadi bincang-bincang, namanya pendatang baru," ucapnya di Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Dirinya pun mengungkapkan beberapa alasan yang membuat pihaknya tertarik untuk bergabung ke pasar modal. Di antaranya karena perusahaan ingin mengembangkan bisnis dan bermimpi bisa mengikuti jejak perusahaan-perusahaan besar yang telah mencatatkan sahamnya di BEI seperti PT Astra Internasional Tbk (ASII) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

"Perusahaan itu kita bangun 25 tahun yang lalu tahun 1994, dan saya kan ingin terus berkembang, gak gini-gini saja. Jadi, ekspansi-ekspansinya seperti model Astra atau Indofood, Mayora kan gitu. Dan tidak ada salahnya kalau kita itu go public. Mereka itu go public juga. Tadi saya konsultasi ke teman-teman, Pak Tito juga, mereka itu go public. Kita harus berani, itu yang pertama," ujarnya.

Lalu, perusahaan berharap dapat menjadi perusahaan yang profesional dengan mengedepankan transpasransi. Namun, Nadjikh menyebutkan bila saat ini pun perusahaan sudah dikelola secara profesional.

"Perusahaan ini saya punyai 100% dengan melibat banyak tenaga profesional dan juga untuk supaya langgeng ke depan, supaya nanti anak saya dan lain-lain itu kan enggak rebutan dan itu harus transparan dan untuk jangka panjang," jelasnya.

Selain itu, dengan menjadi perusahaan terbuka Ia berharap perusahaan akan lebih tertantang untuk meningkatkan kinerjanya. Hal itu karena perusahaan harus berlomba-lomba dengan perusahaan lain dalam  mendapatkan kepercayaan investor.

"Kita kalau go public kan ada target naik berapa, itu kan tantangan. Jadi, itu penyemangat kita untuk maju dan berkembang," terangnya.

Direktur BEI Tito Sulistio pun menyambut baik rencana KML untuk IPO. Tito mengatakan pihaknya akan mendukung rencana perusahaan tersebut. Apalagi, saat ini peraturan digitilisasi sudah dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membuat perusahaan yang akan IPO tak perlu repot lagi membawa dokumen ke Jakarta.

"Bursa karpet merah gitu aja bursa mah. Kita akan support, allways. OJK juga mengeluarkan peraturan digitalisasi kita akan sosialisasikan. Dia di Surabaya kan tuh, jadi dia bisa langsung. Saya lagi baca mau sosialisasi mestinya sudah bisa lebih efisien ya karena yang pegang dokumen hardcopy nanti hanya underwriter. Jadi bagus. Gak usah bawa dokumen banyak-banyak ke Jakarta masukin sini. Efisien sekali, cepat nih OJK keluarnya. Bagus, bagus," katanya.

Sekadar informasi, KML merupakan perusahaan pengolahan hasil laut terutama ikan asal Surabaya. Produk KML sekitar 85% di ekspor ke luar negeri seperti ke Amerika, Eropa, Jepang, dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Sementara sisanya sebesar 15% dijual di pasar domestik. Saat ini perusahaan memiliki sebanyak 25 pabrik yang tersebar diseluruh Indonesia. KML pun memiliki sebanyak 15 merek dagang yang ada di pasar. Merek-merek dagang yang ada di bawah KML yakni Prima Star, KML, Panorama, Daitsabu, Minaku, Geezy, Foody, Minakita, Starfood International, BKL, Popso, dan Es Puter. 

Tag: Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio, Mohammad Nadjikh, PT Kelola Mina Laut

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,572.42 3,536.60
British Pound GBP 1.00 18,620.54 18,430.33
China Yuan CNY 1.00 2,087.92 2,067.04
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,398.00 13,264.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,739.84 10,629.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.36 1,696.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,149.23 10,044.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,405.85 16,240.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.10 3,366.50
Yen Jepang JPY 100.00 12,065.92 11,944.17

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6490.896 18.230 571
2 Agriculture 1614.151 -12.818 19
3 Mining 1847.251 16.461 43
4 Basic Industry and Chemicals 713.346 6.521 69
5 Miscellanous Industry 1390.504 10.945 43
6 Consumer Goods 2913.928 21.201 47
7 Cons., Property & Real Estate 517.165 -1.786 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1183.330 2.390 62
9 Finance 1149.039 -2.770 90
10 Trade & Service 937.456 2.920 133
No Code Prev Close Change %
1 FINN 116 156 40 34.48
2 LCKM 486 605 119 24.49
3 TFCO 620 720 100 16.13
4 MPPA 430 486 56 13.02
5 PCAR 1,480 1,670 190 12.84
6 SKBM 670 750 80 11.94
7 OMRE 1,700 1,900 200 11.76
8 ESTI 73 81 8 10.96
9 GJTL 745 825 80 10.74
10 ARTA 268 296 28 10.45
No Code Prev Close Change %
1 RALS 1,500 1,240 -260 -17.33
2 FMII 600 500 -100 -16.67
3 IKAI 126 114 -12 -9.52
4 CANI 254 234 -20 -7.87
5 DWGL 540 498 -42 -7.78
6 MBTO 174 161 -13 -7.47
7 AISA 615 570 -45 -7.32
8 DSNG 420 392 -28 -6.67
9 INCF 202 190 -12 -5.94
10 PYFA 197 186 -11 -5.58
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,200 2,350 150 6.82
2 BMTR 650 650 0 0.00
3 AISA 615 570 -45 -7.32
4 GJTL 745 825 80 10.74
5 ENRG 165 168 3 1.82
6 BBNI 9,500 9,425 -75 -0.79
7 TLKM 4,170 4,160 -10 -0.24
8 BUMI 286 288 2 0.70
9 KREN 555 550 -5 -0.90
10 INDY 4,050 4,200 150 3.70