Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:57 WIB. Siber - University of Greenwich didenda kisaran Rp2,2 miliar oleh Information Commisioner's Office (ICO) karena kebocoran data. 
  • 22:54 WIB. Qualcomm - Tiga ponsel Snapdragon 845 baru bakal sapa Indonesia di kuartal ketiga 2018.
  • 22:51 WIB. Dell EMC - Data center tercepat Dell EMC, PowerMax, tiba di Indonesia.
  • 22:46 WIB. HTC - HTC bocorkan tampang dan harga ponsel flagship terbarunya, U12.
  • 22:37 WIB. Xiaomi - Hadir di Indonesia, Redmi S2 dibanderol di kisaran Rp2,3 juta.
  • 22:25 WIB. Xiaomi - Xiaomi Mi Max 3 akan diperkenalkan pada Juli 2018.
  • 21:28 WIB. BTN - BTN akan menjaga NIM di level 4,5% sampai 4,9%.
  • 21:28 WIB. Pelindo III - Arus kunjungan kapal di pelabuhan yang dikelola Pelindo III pada QI 2018 capai 14.109 unit, tumbuh 7% YoY.
  • 21:27 WIB. JSMR - JSMR menempatkan 316 unit toilet portable di rest area di jalan tol fungsional.
  • 21:26 WIB. Pelindo III - Pelindo III catat pendapatan usaha Rp2,3 triliun pada Q1 2018, tumbuh 17% secara tahunan.
  • 21:23 WIB. JSMR - Sambut arus mudik dan balik, JSMR tambah kapasitas toilet wanita sebanyak 77 unit di rest area jalan tol.
  • 21:22 WIB. MPOW - Megapower Makmur mencatatkan pendapatan sebesar Rp69,11 miliar sepanjang tahun 2017.
  • 21:22 WIB. MPOW - Megapower Makmur mengakuisisi dua pembangkit listrik mini hidro pada tahun ini.
  • 21:21 WIB. MICE - Multi Indocitra mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp149,7 miliar per kuartal I-2018.
  • 21:20 WIB. MICE - Multi Indocitra menargetkan pertumbuhan pendapatan 20% pada tahun 2018.

Kepakkan Sayap ke Asia Tenggara

Foto Berita Kepakkan Sayap ke Asia Tenggara
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Indonesia tetap menjadi fokus pasar. Namun, Singapura, Malaysia, dan Thailand juga menjadi pasar yang dirangsek oleh Jojonomic. Berbekal dua produknya, Jojonomic siap mengibarkan benderanya di Indonesia dan Asia Tenggara.

Rumah dengan gerbang hitam di Jalan MPR I Nomor 28 Cipete, Jakarta Selatan aktivitasnya tidak seperti rumah mewah pada umumnya. Gerbang yang sedikit terbuka, halaman dan garasi terlihat dipenuhi mobil dan sepeda motor. Benar saja, rumah itu telah disulap menjadi dapur sekaligus kantor oleh perusahaan startup Jojonomic, startup finansial berbasis aplikasi mobile. 

Chief Executive Officer (CEO) Jojonomic, Indrasto Budisantoso yang ditemui Warta Ekonomi di kantor tersebut mengungkapkan sejak diluncurkan oleh Google dalam program Google Launchpad di awal tahun 2016 lalu, Jojonomic terus melakukan improvisasi. Banyak yang telah dilakukan oleh perusahaan. Selain melakukan penjualan produk pertamanya, Jojonomic juga menelurkan produk baru hingga ekspansi ke luar negeri.

Saat ini, Jonomic telah memiliki dua produk, yakni Jojo Expand dan Jojo Attendance. Jojo Expand menawarkan metode reimbursement otomatis menggunakan perangkat smartphone. Sementara itu, Jojo Attendance masih berkaitan dengan urusan kantor, yakni menawarkan metode absensi melalui smartphone.  

Menurut Indrasto, saat Jojonomic dikenalkan dalam program Google Launchpad di Silicon Valley dan diadu dengan produk serupa hasil karya startup dari Amerika dan Eropa, Jojonomic dinilai unggul karena lebih sempurna. Hal itu membuat Indrasto semakin percaya diri untuk terus mengembangkan Jojonomic.

Hampir dua tahun berjalan, Jojonomic menjadi startup pertama lokal yang menawarkan produk reimbursement otomatis, tidak hanya di Indonesia. Ketika mengintip ke beberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand, ternyata juga belum ada aplikasi lokal yang sebanding dengan Jojonomic. Pesaingnya hanyalah aplikasi luar yang sudah dikenalnya selama di Silicon Valley. 

Merasa menjadi produk pertama di Asia tenggara, Indrasto mengambil langkah cepat agar tidak kecolongan oleh pengembang aplikasi lain. Dengan masuk lebih cepat, menurutnya akan memiliki jaringan lebih kuat dan brand yang lebih dulu dikenal. Setelah aktif memasarkan produknya ke empat negara, termasuk Indonesia, Indrasto mengaku tetap fokus pasar Indonesia. Indonesia sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara, sampai saat ini, belum tergarap dengan maksimal. 

“Indonesia belum maksimal, pasar masih besar, tapi ada konsumen dari negara tetangga yang tertarik mau menggunakan, kenapa tidak,” ujar Indrasto. 

Saat ini, jumlah pengguna Jojonomic sudah mencapai ribuan karyawan. Namun, kalau dihitung dari perusahaannya, baru mencapai ratusan. Masih sedikitnya perusahaan yang menggunakan aplikasi Jojonomic karena masih banyak perusahaan yang belum mau mengganti sistem yang lama. 

Selain itu, masih banyak yang belum tahu betapa mudahnya reimbusement menggunakan aplikasi Jojonomic. Cukup potret kemudian unggah. Tenaga admin kantor tinggal approve dan uang langsung otomatis ditransfer ke karyawan. Begitu pula dengan kemudahan absen menggunakan Jojonomic. Karyawan dapat melakukan absensi menggunakan smartphone-nya sendiri untuk memastikan sudah hadir di kantor, izin, atau mengajukan cuti.

Perusahaan juga banyak yang belum tahu bahwa Jojonomic merupakan aplikasi dengan sistem software as a service (SaaS). Artinya, semua infrastruktur ada di cloud atau jaringan. Ketika perusahaan ingin menggunakan Jojonomic, tidak perlu membuat software atau website yang rumit. Cukup unduh, pasang aplikasi Jojonomic, dan langsung bisa digunakan. Kemudahan itu menawarkan perusahaan untuk tidak perlu investasi besar demi membuat software, tapi hanya berlangganan ketika membutuhkan, dan berhenti berlangganan ketika sudah tidak ingin menggunakan.

“Kebanyakan pelanggan Jojonomic adalah perusahaan startup, tapi ada juga beberapa perusahaan yang bergerak di bidang telecomunikasi, FMCG (fast moving consumer goods), dan oil and gas,” ungkap Indrasto.

Tantangan yang sama rupanya juga dirasakan ketika masuk ke luar negeri. Selain itu, ada pula tantangan-tantangan minor yang berbeda-beda di setiap lokasi. Pasalnya, di setiap negara memiliki aturan yang berbeda-beda. Aplikasi juga memerlukan penyesuaian. Misalnya adalah Thailand, yang untuk kalangan tertentu, para pegawai lebih suka dalam bahasa Thailand. 

Untuk menjalankan bisnisnya di negara tersebut, Jojonomic memiliki sales representative di negara-negara tersebut. Mereka tugasnya berjualan dan mengedukasi pasar. Sementara untuk pengembangan aplikasi seperti kustomisasi bahasa dan lain-lain, tetap dilakukan di kantor pusat, di Indonesia. 

Setelah tiga negara tersebut, belum ada niatan Jojonomic untuk masuk ke negara lain. Namun, tidak menutup kemungkinan jika ada negara yang memang memiliki potensi dan permintaan yang bagus.

Ada pelajaran yang sangat bernilai saat ekspansi ke negara-negara tersebut. Menurut Indrasto, di Malaysia dan Thailand, tren startup belum seantusias di Indonesia. Dari kalangan perusahaan dan perbankan, belum ada usaha untuk mengakselerasi startup. Di Asia Tanggara, saat ini hanya ada dua negara yang sangat concern terhadap perkembangan startup, yakni Indonesia dan Singapura.

Kondisi ini bisa menjadi peluang bagi pelaku startup Indonesia untuk masuk ke nagara-negara di Asia Tenggara. Namun, tetap fokus untuk pasar Indonesia juga sangat penting. Dengan tetap fokus pada pasar Indonesia, artinya mengamati masalah yang ada untuk menciptakan startup baru sebagai solusi masalah-masalah yang ada. Kemudian, setelah berhasil, dapat membawa produk baru tersebut ke negara yang lain sebagai solusi untuk masalah yang sama. 

Dengan model bisnis Business to Business (B2B) yang dijalankan, Indrasto masih sangat yakin dengan masa depan Jojonomic. Dia yakin dari tahun ke tahun akan semakin banyak perusahaan yang menggunakan metode seperti yang ditawarkan oleh Jojonomic. Di benak Indrasto, saat ini, tidak berniat untuk menjual Jojonomic. Dia bertekad untuk terus mengembangkan. Karyawan akan terus ditambah karena dengan jumlah karyawan sekitar 50 orang terasa kurang.

Pendanaan juga terus digali. Selama hampir dua tahun ini, Jojonomic telah memiliki beberapa investor, seperti East Venture, Golden Gate, Fenox Venture, Maloekoe Venture, dan beberapa lokal venture capital lainnya. Total dana yang diterima kurang lebih US$2 juta.

Tag: Indrasto Budisantoso, Startup, Jojonomic

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Warta Ekonomi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5751.119 17.265 581
2 Agriculture 1536.973 -7.060 19
3 Mining 1886.748 -21.649 44
4 Basic Industry and Chemicals 765.298 7.655 69
5 Miscellanous Industry 1214.366 59.135 44
6 Consumer Goods 2364.710 1.726 45
7 Cons., Property & Real Estate 447.724 0.634 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 994.091 8.563 64
9 Finance 995.694 -3.806 92
10 Trade & Service 895.661 0.743 139
No Code Prev Close Change %
1 MITI 101 136 35 34.65
2 ETWA 74 99 25 33.78
3 LPIN 910 1,100 190 20.88
4 FORZ 416 500 84 20.19
5 FREN 110 132 22 20.00
6 UNIT 270 318 48 17.78
7 HOME 88 100 12 13.64
8 TMAS 960 1,060 100 10.42
9 KONI 252 278 26 10.32
10 BGTG 93 102 9 9.68
No Code Prev Close Change %
1 SAFE 260 210 -50 -19.23
2 SKYB 496 420 -76 -15.32
3 INCF 166 144 -22 -13.25
4 GOLD 486 436 -50 -10.29
5 PJAA 1,400 1,260 -140 -10.00
6 GDYR 1,995 1,800 -195 -9.77
7 LPLI 185 168 -17 -9.19
8 MDIA 238 220 -18 -7.56
9 ASJT 340 316 -24 -7.06
10 SQMI 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,760 2,720 -40 -1.45
2 IKAI 446 420 -26 -5.83
3 FREN 110 132 22 20.00
4 WOOD 545 530 -15 -2.75
5 KREN 655 670 15 2.29
6 ASII 6,525 6,950 425 6.51
7 BMTR 540 545 5 0.93
8 PTBA 3,830 3,790 -40 -1.04
9 MITI 101 136 35 34.65
10 BBNI 7,300 7,125 -175 -2.40