Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:33 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 0,06% ke level 6.173,94 di jeda Jumat siang. 
  • 11:20 WIB. Fintech - Per Desember 2018, total ada 78 fintech yang terdaftar dan berizin di OJK.
  • 10:37 WIB. Waskita - Waskita Toll Road tingkatkan modal Rp79,2 miliar untuk konsesi jalan tol ruas Ngawi--Kertosono.
  • 10:37 WIB. BUMI - BUMI meraih penghargaan kategori emas dalam ajang Asia Sustainability Reporting.
  • 09:53 WIB. Saratoga - Sandiaga kembali menjual saham SRTG senilai Rp64,38 miliar di awal Desember ini.
  • 09:33 WIB. Dolar AS - Pukul 09.35: Dolar AS balas dendam, rupiah melemah 0,43% ke Rp14.562 per dolar AS. 
  • 07:15 WIB. Google - Google prediksi pemilu dan tokoh politik bakal jadi trending di 2019.
  • 07:02 WIB. California - California berencana kenakan pajak untuk SMS. 
  • 07:00 WIB. Fintech - Kemenkominfo telah blokir 400 Fintech ilegal dari OJK. 

Catatan Sri Mulyadi Tentang Pentingnya Peran LMAN

Foto Berita Catatan Sri Mulyadi Tentang Pentingnya Peran LMAN
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengharapkan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mampu menjadi penggerak revolusi aset negara.

"Lahirnya LMAN tidak terlepas dari alur kultur perubahan dalam mengelola aset. Sekarang pemerintah dituntut memanfaatkan aset sesuai the best and the highest use. Ini tantangan karena membutuhkan sikap mental yang berbeda," kata Sri Mulyani dalam acara Malam Apresiasi Stakeholders LMAN di Jakarta, Rabu malam (10/1/2018).

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu mengatakan LMAN dibentuk sebagai salah satu upaya untuk bereksperimen terkait bagaimana negara mengelola aset secara berbeda dari sebelumnya. Sri Mulyani mengatakan sebelum ada UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, tidak ada laporan keuangan negara sehingga aset negara juga tidak dibukukan atau dicatat.

"Aset negara tidak dikelola bahkan dicatat, dibukukan, dan dilaporkan. Sehingga sering ada aset yang ikut ke pejabat ketika pensiun. UU Keuangan Negara memungkinkan untuk mulai menyusun neraca keuangan, maka di situlah muncul kultur baru untuk memulai memelihara aset negara," kata dia.

Saat ini, lanjut Sri Mulyani, aset negara sudah ada di dalam neraca keuangan sehingga semua tanah, gedung, dan aset non-tanah dan non-gedung diketahui nilainya. Dalam konteks tersebut, Sri Mulyani ingin LMAN dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu menjadi motor penggerak dan menularkan virus perubahan mengenai cara pikir mengelola aset.

Secara kelembagaan, LMAN dibentuk pada 16 Desember 2015 dan mengawali tugas pengelolaan properti di Mei 2016 dengan portofolio terdiri dari dua kompleks aktiva LNG di Arun dan Bontang, 20 bangunan, dan 106 unit Apartemen Casablanca, dengan total nilai aset Rp28,66 triliun. Pada 23 Desember 2016, Menteri Keuangan meresmikan LMAN sebagai pengelola aset negara yang dibagi dalam tiga fokus area, yaitu manajemen properti, solusi aset, dan pendanaan tanah bagi Proyek Strategis Nasional (PSN).

LMAN tercatat juga telah mendanai pembebasan lahan PSN, khususnya proyek pembangunan tol, mencapai Rp11,7 triliun hingga 22 Desember 2017.

Tag: Sri Mulyani Indrawati, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6177.720 62.143 621
2 Agriculture 1516.070 10.982 20
3 Mining 1776.514 21.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 846.848 12.353 71
5 Miscellanous Industry 1420.317 27.074 46
6 Consumer Goods 2515.883 16.594 49
7 Cons., Property & Real Estate 455.102 3.544 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.130 21.053 71
9 Finance 1176.328 11.338 91
10 Trade & Service 791.531 -0.850 153
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 344 430 86 25.00
2 SOTS 436 545 109 25.00
3 PNSE 750 935 185 24.67
4 ZONE 446 555 109 24.44
5 KICI 212 260 48 22.64
6 SAFE 171 206 35 20.47
7 JKSW 60 68 8 13.33
8 KAEF 2,550 2,850 300 11.76
9 TRAM 163 180 17 10.43
10 OASA 318 350 32 10.06
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 555 418 -137 -24.68
2 INPP 605 480 -125 -20.66
3 GMTD 14,900 13,425 -1,475 -9.90
4 BTEK 137 125 -12 -8.76
5 SMDM 152 139 -13 -8.55
6 DSSA 14,725 13,500 -1,225 -8.32
7 BBLD 492 454 -38 -7.72
8 AKPI 780 720 -60 -7.69
9 ETWA 78 72 -6 -7.69
10 OCAP 244 226 -18 -7.38
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 372 360 -12 -3.23
2 KPAS 710 705 -5 -0.70
3 RIMO 142 151 9 6.34
4 TLKM 3,650 3,750 100 2.74
5 TRAM 163 180 17 10.43
6 PGAS 2,130 2,150 20 0.94
7 PTBA 4,310 4,500 190 4.41
8 BBRI 3,620 3,680 60 1.66
9 CPIN 6,500 6,950 450 6.92
10 UNTR 29,300 29,300 0 0.00