Portal Berita Ekonomi Kamis, 20 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:39 WIB. Grab - Grab sambut positif rencana Kemenhub bikin aplikasi ojek online.
  • 14:38 WIB. Kemenhub - Kemenhub izinkan BUMN buat aplikasi mirip Go-Jek dan Grab.
  • 14:37 WIB. BMW - BMW hentikan produksi MINI di Inggris sebagai antisipasi Brexit.
  • 14:32 WIB. XL - XL Axiata bersama Nokia hadirkan Wireless PON pertama di Indonesia.
  • 14:25 WIB. Gula - Petani gula menetapkan harga untuk Sub Divre Bulog Cirebon sekitar  Rp9.700/Kg..
  • 14:22 WIB. Gula - Sub Divre Bulog Cirebon, telah membeli gula petani sebanyak 4.500 ton.
  • 14:16 WIB. Urea - Kementan beri tambahan kuota pupuk urea bersubsidi sebanyak 23.820 ton untuk kebutuhan petani di NTT.
  • 14:13 WIB. Purbalingga - UKM di bidang pengolahan jagung diharapkan akan makin mantap berproduksi dengan adanya aneka macam varian produk.
  • 14:12 WIB. Purbalingga - Program diversifikasi pangan berbasis jagung di Purbalingga, diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi jagung.
  • 14:11 WIB. Purbalingga - Warga Purbalingga dilatih mengolah makanan berbahan jagung.
  • 14:04 WIB. Beras - Data proyeksi produksi beras Kementan yang disoroti Menko Perekonomian, yakni 13,7 juta ton dalam tiga bulan awal 2018.
  • 14:03 WIB. Beras - Akurasi data proyeksi produksi beras penting karena turut mempengaruhi kebijakan pemerintah terkait impor.
  • 14:02 WIB. Beras - Pihak yang mempunyai data terkait angka perkiraan produksi beras adalah Kementan dan BPS.
  • 14:01 WIB. Beras - Menko Bidang Perekonomian: data proyeksi produksi beras yang dikeluarkan oleh Kementan sering meleset.
  • 13:57 WIB. Bandara Bali - Untuk memaksimalkan metode nontunai itu, Bandara Ngurah Rai, melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha.

YLKI: Waspada Makanan Tanpa Label Halal

Foto Berita YLKI: Waspada Makanan Tanpa Label Halal
Warta Ekonomi.co.id, Medan -

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sumatera Utara meminta masyarakat agar mewaspadai makanan tanpa mencantumkan label halal karena dapat merugikan warga yang membelinya.

"Perlu ekstra hati-hati sebelum membeli produk makanan tersebut, sehingga tidak menimbulkan kekecewaan bagi konsumen," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut Abubakar Siddik di Medan, Kamis.

Sebelum membeli makakanan yang dipanjang di toko roti itu, menurut dia, alangkah baiknya agar diteliti terlebih dulu untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

"Ini dilakukan untuk kebaikan bersama dan menghindari agar tidak membeli makanan tidak halal yang kemungkinan banyak dijual di pasaran," ujar Abubakar.

Ia mengatakan, kehati-hatian dalam membeli makanan tersebut, sangat diperlukan dan juga penting terutama bagi ummat muslim, agar tidak sampai dikelabui dengan makanan yang tidak halal.

Sehubungan dengan itu, diharapkan kepada industri dan pengusaha makanan agar mencantumkan sertifikasi halal terhadap produk yang dijual kepada masyarakat.

"Label halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus ditempelkan pada bagian depan bungkus atau kotak makanan tersebut," ujarnya.

Abubakar menyebutkan, dengan pencantuman label halal itu, maka masyarakat dapat mengetahui secara jelas makananan tersebut halal atau tidak.

Hal itu, jelas sangat berguna dan tidak ada lagi masyarakat yang keliru atau salah, dalam membeli makanan yang dijual di pasar mau pun super market.

"Industri makanan yang belum menempelkan label halal dari MUI tersebut, harus segera melaksanakannya dan jangan lagi ditunda-tunda atau menyepelekannya," kata Ketua YLKI Sumut itu.

Sebelumnya, MUI Sumut membenarkan adanya dua produk makanan yang dikenal sebagai salah satu khas oleh-oleh dari Medan belum mengantongi sertifikat halal.

Tag: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Medan, halal food

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Gito Adiputro Wiratno

Foto: Universitas Indonesia

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,976.27 3,936.70
British Pound GBP 1.00 19,606.12 19,408.59
China Yuan CNY 1.00 2,176.13 2,154.53
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,913.00 14,765.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,826.84 10,716.44
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,901.17 1,882.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,897.33 10,787.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,422.86 17,245.52
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,606.53 3,566.43
Yen Jepang JPY 100.00 13,299.74 13,164.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5873.597 61.807 602
2 Agriculture 1573.131 -18.171 20
3 Mining 1915.607 8.625 46
4 Basic Industry and Chemicals 796.218 16.285 71
5 Miscellanous Industry 1257.362 55.238 45
6 Consumer Goods 2447.908 35.684 47
7 Cons., Property & Real Estate 421.933 1.870 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1023.502 -1.264 69
9 Finance 1055.900 6.888 91
10 Trade & Service 820.776 7.323 145
No Code Prev Close Change %
1 PANI 183 246 63 34.43
2 PADI 500 625 125 25.00
3 TFCO 680 850 170 25.00
4 DIGI 340 424 84 24.71
5 JSPT 1,200 1,450 250 20.83
6 BULL 141 169 28 19.86
7 PGLI 210 248 38 18.10
8 TCPI 3,020 3,480 460 15.23
9 ABMM 2,040 2,290 250 12.25
10 KPAL 394 442 48 12.18
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 179 137 -42 -23.46
2 PNSE 850 665 -185 -21.76
3 AKPI 970 770 -200 -20.62
4 TAMU 4,290 3,590 -700 -16.32
5 MINA 550 464 -86 -15.64
6 COWL 515 448 -67 -13.01
7 TRUS 195 170 -25 -12.82
8 NICK 146 130 -16 -10.96
9 AGRS 260 232 -28 -10.77
10 MGNA 57 51 -6 -10.53
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 384 406 22 5.73
2 SRSN 85 82 -3 -3.53
3 KPIG 715 710 -5 -0.70
4 PNLF 226 238 12 5.31
5 TLKM 3,570 3,550 -20 -0.56
6 BBRI 2,940 3,000 60 2.04
7 ASII 7,025 7,400 375 5.34
8 ERAA 2,470 2,510 40 1.62
9 ENRG 127 136 9 7.09
10 BBCA 24,000 24,000 0 0.00