Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:44 WIB. Apple - Dimilikinya Shazam oleh Apple dianggap Uni Eropa dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat di industri streaming musik.
  • 13:43 WIB. Apple - Akuisisi Shazam, Apple diselidiki Uni Eropa.
  • 13:43 WIB. Nikon - Nikon geber pengembangan mirrorless anyar.
  • 11:19 WIB. Bolt - Pelanggan Bolt bakal diwajibkan registrasi dengan NIK dan KK.
  • 11:16 WIB. Oppo - Oppo F7 edisi Diamond Black sudah bisa dibeli mulai hari ini, Selasa (24/4/2018)
  • 11:14 WIB. LG - Jelang rilis, LG Q7 dapat restu dari FCC (Federal Communications Commission) Amerika Serikat.
  • 11:11 WIB. OnePlus - Smartphone OnePlus 6 dikabarkan akan dirilis pada 18 Mei 2018.
  • 11:06 WIB. Generali - Asuransi Jiwa Generali mencatat pembayaran klaim sebesar Rp544,5 miliar sepanjang 2017.
  • 11:06 WIB. Xiaomi - Xiaomi akan luncurkan lebih banyak lagi ponsel Android One di masa yang akan datang.
  • 11:04 WIB. Go-Jek - Go-Jek lebarkan sayap ke Gorontalo.
  • 11:02 WIB. Asus - Indonesia jadi negara pertama disambangi Zenfone Max Pro.
  • 10:56 WIB. UNVR - Unilever Indonesia membukukan penurunan laba bersih sebesar 6,21% menjadi Rp1,84 triliun pada kuartal I-2018.
  • 10:55 WIB. UNVR - Unilever Indonesia mencatatkan pendapatan sebesar Rp10,75 triliun pada kuartal I-2018.
  • 10:39 WIB. Israel - Otoritas Palestina tuntut Israel terkait konvensi anti-rasisme.
  • 10:34 WIB. Malaysia - Otoritas Malaysia rilis sketsa wajah agen Mossad.

Susenas: Jumlah Penduduk Miskin di Banten Naik

Foto Berita Susenas: Jumlah Penduduk Miskin di Banten Naik
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Jumlah penduduk miskin berdasarkan hasi Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada September 2017 naik 0,14 poin dibandingkan semester sebelumnya dari 6,45 persen menjadi 5,59 persen.

"Kenaikan angka kemiskinan sebesar itu sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk miskin sebanyak 24,79 ribu orang dari 675,04 ribu orang pada Maret 2017 menjadi 699,83 ribu orang pada September 2017," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, Agoes Soebeno di Serang, Jumat (12/1/2018).

Ia mengatakan penduduk miskin di perkotaan naik dari 4,52 persen menjadi 4,69 persen, sedangkan penduduk miskin di pedesaan naik dari 7,61 persen pada Maret 2017 menjadi 7,81 persen pada September 2017.

Jumlah penduduk miskin, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan juga mengalami peningkatan. Di perkotaan, bertambah 24,64 ribu orang (dari 391,03 ribu orang pada Maret 2017 menjadi 415,67 ribu orang pada September 2017). Sementara itu, penduduk miskin di daerah pedesaan hanya bertambah sebanyak 160 orang (dari 284,00 ribu orang pada Maret 2017 menjadi 284,16 ribu orang pada September 2017).

Soebeno mengatakan peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas nonmakanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Pada September 2017, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan tercatat sebesar 70,92 persen sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 70,47 persen.

"Lima komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging sapi, dan daging ayam ras. Lima komoditas makanan penyumbang terbesar Garis Kemiskinan di pedesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, roti, dan mie instan. Sementara itu, komoditas nonmakanan penyumbang terbesar Garis Kemiskinan di perkotaan dan pedesaan adalah sama, yaitu biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan dan perlengkapan mandi," kata Soebeno.

"Pada periode Maret sampai dengan September 2017, baik Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) maupun Indeks Keparahan Kemiskinan (P2), mengalami penurunan. Hal ini mengindikasikan walaupun secara persentase dan jumlah penduduk miskin di Banten mengalami penambahan, rata-rata pengeluaran penduduk miskin justru semakin mendekati Garis Kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin juga semakin menyempit, katanya.

Selang periode Maret 2011 sampai September 2017, jumlah penduduk miskin di Provinsi Banten cukup fluktuatif. Pada September 2013, jumlah penduduk miskin mengalami kenaikan tertinggi sebesar 3,86 persen dibanding periode sebelumnya. Hal ini disebabkan inflasi umum yang relatif tinggi akibat kenaikan harga BBM pada bulan Juli 2013. Namun, pada Maret 2014, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan yang cukup besar, yaitu dari 677,51 ribu orang pada September 2013 menjadi 622,84 ribu orang.

Penduduk miskin di Provinsi Banten pada September 2014 bertambah 4,23 persen dibanding periode sebelumnya. Periode Maret 2015 jumlah penduduk miskin masih mengalami kenaikan sebesar 53,21 ribu orang. Pada periode-periode selanjutnya, penduduk miskin di Banten terus mengalami penurunan. Hingga September 2016, persentase penduduk miskin mencapai 5,36 persen atau berkurang sebanyak 370 orang.

Pada Maret 2017, penduduk miskin di Banten meningkat sebanyak 17,3 ribu orang dari periode sebelumnya. Kenaikan jumlah penduduk miskin kembali terjadi pada periode September 2017 yaitu dari 675,04 menjadi 699,83 atau terjadi penambahan sebanyak 24,79 ribu orang miskin.

 

Tag: Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), penduduk miskin, Badan Pusat Statistik (BPS) Banten

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Ferry Hidayat

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6308.148 -29.547 575
2 Agriculture 1716.001 -5.540 19
3 Mining 1952.615 -5.513 44
4 Basic Industry and Chemicals 796.811 2.304 70
5 Miscellanous Industry 1283.656 -9.495 44
6 Consumer Goods 2610.995 -22.306 45
7 Cons., Property & Real Estate 506.278 -4.536 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1076.157 -0.032 64
9 Finance 1140.784 -7.967 90
10 Trade & Service 943.305 0.837 134
No Code Prev Close Change %
1 BIMA 72 97 25 34.72
2 BAPA 128 171 43 33.59
3 IMJS 640 800 160 25.00
4 RAJA 535 665 130 24.30
5 IMAS 1,980 2,450 470 23.74
6 BUVA 496 585 89 17.94
7 TMPO 244 286 42 17.21
8 DEFI 950 1,095 145 15.26
9 MPMX 1,010 1,150 140 13.86
10 HDFA 176 195 19 10.80
No Code Prev Close Change %
1 CSIS 600 450 -150 -25.00
2 INPS 3,030 2,600 -430 -14.19
3 RODA 635 550 -85 -13.39
4 AHAP 198 175 -23 -11.62
5 GDYR 2,200 1,955 -245 -11.14
6 FORU 156 140 -16 -10.26
7 INRU 1,070 970 -100 -9.35
8 TBMS 1,140 1,035 -105 -9.21
9 TPMA 228 208 -20 -8.77
10 PBSA 1,080 990 -90 -8.33
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 84 78 -6 -7.14
2 HELI 280 258 -22 -7.86
3 SUGI 50 50 0 0.00
4 BMTR 580 585 5 0.86
5 IMAS 1,980 2,450 470 23.74
6 TKIM 8,800 9,725 925 10.51
7 PGAS 2,320 2,250 -70 -3.02
8 ADRO 2,230 2,260 30 1.35
9 WSBP 418 426 8 1.91
10 TLKM 3,740 3,750 10 0.27

Recommended Reading

Selasa, 24/04/2018 09:12 WIB

5 Tips Membuat Pitching Berkesan

Selasa, 24/04/2018 08:58 WIB

7 Manfaat Ekspansi Bisnis

Selasa, 24/04/2018 08:28 WIB

Fadel Perjuangkan Komoditas Sawit Indonesia

Selasa, 24/04/2018 07:23 WIB

Ketika Jokowi Menjelma Jadi Bapak Papua

Selasa, 24/04/2018 05:07 WIB

BKPM: Mau Maju Ya Harus Berani Pakai TKA