Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:19 WIB. EPL - Wolverhampton Wanderers 0 vs 2 Watford
  • 05:18 WIB. EPL - West Ham United 0 vs 1 Tottenham Hotspur
  • 05:17 WIB. EPL - Newcastle United 0 vs 1 Brighton & Hove Albion
  • 05:15 WIB. EPL - Manchester City 5 vs 0 Burnley
  • 05:10 WIB. EPL - Huddersfield Town 0 vs 1 Liverpool
  • 05:02 WIB. EPL - Cardiff City 4 vs 2 Fulham
  • 05:01 WIB. EPL - AFC Bournemouth 0 vs 0 Southampton
  • 05:00 WIB. EPL - Chelsea 2 vs 2 Manchester United

Lonjakan Harga Beras Bisa Berdampak pada Inflasi dan Kemiskinan

Foto Berita Lonjakan Harga Beras Bisa Berdampak pada Inflasi dan Kemiskinan
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kasan mengungkapkan pemerintah memberikan atensi khusus terkait lonjakan harga beras di pasaran. Langkah penanggulangan, mulai dari kebijakan impor hingga operasi pasar dilakukan guna memastikan tidak ada gejolak harga. 

Menurut Kasan, lonjakan harga beras bila dibiarkan tidak terkendali akan berdampak pada inflasi dan kemiskinan. Diketahui beras merupakan komoditas pangan strategis yang memberi andil besar terhadap inflasi. Tidak cuma itu, beras menjadi salah satu indikator mengukur tingkat kemiskinan. 

"Harus dijaga betul stabilitas harga beras. Harus kita pahami bahwa beras itu patokan mengukur tingkat kemiskinan. Kalau terjadi kenaikan harga secara tidak wajar maka jumlah kategori penduduk miskin pastinya berpengaruh," kata Kasan, seusai menghadiri 'Pelepasan Operasi Pasar' di Gudang Bulog Sulselbar, kemarin (12/1/2018).  

"Dampak yang lain (lonjakan harga beras) ya inflasi. Kontribusi beras kan sangat besar makanya pemerintah sangat serius menjaga stabilitas harga beras," sambung Kasan yang merupakan perwakilan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Langkah penanggulangan lonjakan beras diketahui sedang berlangsung. Pemerintah telah memastikan adanya impor beras khusus sebesar 500 ribu ton dari Thailand dan Vietnam. Selain itu, pun dilaksanakan operasi pasar di ribuan titik lingkup Indonesia. Operasi pasar digelar mulai 8 Januari hingga 31 Maret. 

Kasan melanjutkan operasi pasar itu merupakan perintah dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Operasi pasar kali ini berbeda dengan kegiatan terdahulu, dimana pihaknya lebih ketat dalam hal pendistribusian. Pemerintah ingin memastikan penyaluran beras sampai ke pedagang pengecer dengan harga murah.

Kepala Divisi Perum Bulog Sulselbar Dindin Syamsuddin mengungkapkan stok dan harga beras di wilayahnya relatif stabil. Meski begitu, ada segelintir daerah yang diakui terjadi kenaikan harga. Untuk itu, pihaknya melakukan operasi pasar dengan dua tujuan sekaligus yakni menstabilkan harga dan mencegah kenaikan harga.

Dindin menuturkan secara keseluruhan harga beras di Sulselbar berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp9.450 per kilogram. Karena itu, beras dalam operasi pasar dibanderolnya seharga Rp9.000 per kilogram. Tahap awal, pihaknya akan menggelontorkan hampir 100 ton beras ke pasar-pasar tradisional.

Tag: Beras, Inflasi, Kemiskinan, Kasan, Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Bulog Sulselbar, Dindin Syamsuddin

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46