Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 01:48 WIB. Nasional - SBY: Pemerintah jangan sedikit-sedikit Ulama.
  • 01:41 WIB. Pilkada Jatim - KPU: Syarat Khofifah-Emil lengkap.
  • 01:40 WIB. Nasional - SBY minta umat Islam Indonesia patahkan Islamophobia.
  • 01:39 WIB. Pangan - Hasto bela Jokowi soal impor beras.
  • 01:38 WIB. Pilgub Jabar - Ridwan Kamil akui dirinya akan sewa rumah di Cipaganti.
  • 01:38 WIB. Pilgub Jabar - Ridwan Kamil akui masih cinta dengan rumah dinasnya.
  • 01:37 WIB. Pilkada - KPK: 24 calon kepala daerah tidak laporkan harta kekayaan.
  • 01:36 WIB. Nasional - Jokowi pacu anak muda untuk terus berkarya.
  • 01:36 WIB. Nasional - Menag kaget ada 5 fraksi DPR yang setuju dengan LGBT.
  • 00:05 WIB. Nasional - Presiden Jokowi rogoh kocek pribadi untuk beli motor modifikasi.
  • 00:00 WIB. Nasional - Harga motor modifikasi Presiden Jokowi sekitar Rp140 juta.
  • 23:50 WIB. Nasional - Presiden beli motor modifikasi untuk tingkatkan kreativitas anak bangsa.
  • 21:15 WIB. OnePlus - Sebanyak 40 ribu konsumen OnePlus jadi korban pencurian data kartu kredit.
  • 21:13 WIB. eSport - Kemenpora sebut stadion GBK bisa jadi lokasi turnamen eSport.
  • 21:08 WIB. Taspen - Rambah digital, Taspen bidik 2,5 juta pensiunan.

Hobi Merajut Berpotensi Menjadi Bisnis

Foto Berita Hobi Merajut Berpotensi Menjadi Bisnis
Warta Ekonomi.co.id, Medan -

Selama ini, banyak masyarakat tidak fokus melakukan kerajinan yang dapat menghasilkan uang. Padahal, dari hobi dan pikiran yang tenang, hasil kerajinan dapat mengisi pundi-pundi uang. Terkadang, ada juga seseorang yang mendapatkan ide untuk menghasilkan uang karena seringnya bertukar pikiran dengan sahabat maupun saudara. 

Semangat untuk memulai hobi melakukan kerajinan akan menghasilkan sebuah produksi kerajinan tangan yang bermanfaat. Misalnya, kerajinan tangan merajut. Hobi merajut yang diseriusi berpotensi menghasilkan uang.

Melihat masalah ini, Asosiasi Rajut Indonesia (ARI) bisa jadi solusinya. Komunitas merajut ini membuat perajut semakin semangat menghasilkan karya yang lebih baik lagi dengan kegiatan sharing dan merajut bersama. Hal ini disampaikan oleh Ketua ARI Korda Sumut, Pempy, Sabtu (13/1/2018).

"Asosiasi ini terbuka buat siapa saja, tidak harus yang sudah pintar, yang ada kemauan untuk merajut juga bisa. Kita selalu mengadakan pertemuan sebanyak kurang lebih tiga kali dalam sebulan buat silaturahmi, sekalian sharing ide, inovasi, sampai peralatan rajut terbaru. Bagi yang belum bisa merajut, nanti diajari saat jumpa, ada Rajut Class buat pemula," ujarnya.

Dikatakannnya, anggota ARI Sumut seluruhnya adalah wanita dan rata-rata merajut karena hobi dan mencari kegiatan saat bersantai di rumah. "Jadi, paling utama itu untuk menumpahkan hobi. Kalau akhirnya yang dibuat laku, itu bonus. Begitu pun, banyak juga yang cari makan dari merajut ini dan hasilnya lumayan," katanya.

Hal ini tentu harus menjadi perhatian karena bisa meningkatkan perekonomian keluarga. "Harapan kami, ada galeri tempat memamerkan hasil kerajinan dari semua teman-teman, yang kemudian bisa dijual. Selama ini, kesulitan yang dikeluhkan kawan-kawan, ya, dari penjualan tersebut. Tidak ada wadahnya, hanya dari media sosial masing-masing," imbuhnya.

ARI sudah cukup besar karena struktur keorganisasiannya mencakup seluruh perajut yang ada di Indonesia. "Di Korda Sumut sendiri, anggotanya sudah lebih dari 50 orang," ujarnya.

Dari 50 orang ini, lanjutnya, sudah banyak yang menghasilkan kerajinan rajut hingga ratusan. Rajutan tersebut banyak dipasarkan pada saat pameran maupun secara online.

"Biasanya, anggota kita, jual dari harga Rp5 ribu hingga ratusan ribu, dari gelang hingga tas dan sepatu, dan semuanya, alhamdulillah, berjalan dengan lancar," pungkasnya.

Tag: Asosiasi Rajut Indonesia (ARI)

Penulis: Khairunnisak Lubis

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Khairunnisak Lubis

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,572.42 3,536.60
British Pound GBP 1.00 18,620.54 18,430.33
China Yuan CNY 1.00 2,087.92 2,067.04
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,398.00 13,264.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,739.84 10,629.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.36 1,696.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,149.23 10,044.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,405.85 16,240.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.10 3,366.50
Yen Jepang JPY 100.00 12,065.92 11,944.17

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6490.896 18.230 571
2 Agriculture 1614.151 -12.818 19
3 Mining 1847.251 16.461 43
4 Basic Industry and Chemicals 713.346 6.521 69
5 Miscellanous Industry 1390.504 10.945 43
6 Consumer Goods 2913.928 21.201 47
7 Cons., Property & Real Estate 517.165 -1.786 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1183.330 2.390 62
9 Finance 1149.039 -2.770 90
10 Trade & Service 937.456 2.920 133
No Code Prev Close Change %
1 FINN 116 156 40 34.48
2 LCKM 486 605 119 24.49
3 TFCO 620 720 100 16.13
4 MPPA 430 486 56 13.02
5 PCAR 1,480 1,670 190 12.84
6 SKBM 670 750 80 11.94
7 OMRE 1,700 1,900 200 11.76
8 ESTI 73 81 8 10.96
9 GJTL 745 825 80 10.74
10 ARTA 268 296 28 10.45
No Code Prev Close Change %
1 RALS 1,500 1,240 -260 -17.33
2 FMII 600 500 -100 -16.67
3 IKAI 126 114 -12 -9.52
4 CANI 254 234 -20 -7.87
5 DWGL 540 498 -42 -7.78
6 MBTO 174 161 -13 -7.47
7 AISA 615 570 -45 -7.32
8 DSNG 420 392 -28 -6.67
9 INCF 202 190 -12 -5.94
10 PYFA 197 186 -11 -5.58
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,200 2,350 150 6.82
2 BMTR 650 650 0 0.00
3 AISA 615 570 -45 -7.32
4 GJTL 745 825 80 10.74
5 ENRG 165 168 3 1.82
6 BBNI 9,500 9,425 -75 -0.79
7 TLKM 4,170 4,160 -10 -0.24
8 BUMI 286 288 2 0.70
9 KREN 555 550 -5 -0.90
10 INDY 4,050 4,200 150 3.70