Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:25 WIB. Transportasi - Luhut ancam yang beking di proyek LRT.
  • 07:25 WIB. Pilgub Jatim - Khofifah dan Emil lengkapi berkas-berkas pendaftaran.
  • 07:24 WIB. Politik - Hanura kubu OSO: Hati-hati menuduh main duit.
  • 07:21 WIB. OJK - OJK mengupayakan peran INKB agar lebih dioptimalkan dalam mendukung pembangunan infrasruktur.
  • 07:20 WIB. IHSG - Binaartha Sekuritas memprediksi IHSG akan menembus level 6.500 pada hari ini.
  • 20:33 WIB. Inggris - Otoritas Inggris kini punya Kementerian Urusan Kesepian.
  • 20:21 WIB. Inggris - Anggota Parlemen Inggris loloskan RUU Brexit.

Tinjau Bio Farma, Menkes: Stok Vaksin Anti Difteri Aman

Foto Berita Tinjau Bio Farma, Menkes: Stok Vaksin Anti Difteri Aman
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek bersama Ketua Komisi IX DPR-RI Dede Yusuf mengunjungi fasilitas produksi vaksin Bio Farma, didampingi rombongan Kementerian Kesehatan RI, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Dodo Suhendar, Dirut Bio Farma Juliman, dan Direktur Pemasaran Bio Farma Rahman Roetan serta direksi lainnya. 

Menkes Nila Moeloek mengungkapkan alasannya untuk mengunjungi langsung Bio Farma. Pasalnya, terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri beberapa waktu lalu akibat masih adanya segelintir masyarakat yang tidak mau diimunisasi.

"Hari ini, kami datang ke Bio Farma untuk melihat langsung proses produksi karena kejadian KLB difteri yang salah satunya akibat beberapa kelompok masyarakat yang tidak mau diimunisasi," kata Menkes Nila Moeloek kepada wartawan di Bandung, Sabtu (13/1/2018).

Menkes meminta komisi IX yang diwakili Dede Yusuf untuk membantu bagi yang menolak atau tidak disiplin dan tidak mau diimunisasi. Melalui Kemendikbud, mendorong kebijakan bahwa sebelum masuk sekolah harus memperlihatkan buku imunisasi.

"Begitupun jika putra-putri kita sekolah ke luar negeri akan diminta daftar kelengkapan imunisasi dan jika tidak terpenuhi tidak akan diterima di sekolah di sana," ujar Menkes.

Berkenaan dengan kesiapan pasokan vaksin yang mengandung difteri untuk tahun 2018 termasuk kesiapan pasokan untuk Outbreak Response Immunisastion (ORI) dan Program Imunisasi Nasional, Menkes menegaskan kesediaannya terjamin.

"Pemerintah menjamin pasokan vaksin anti difteri aman tersedia bagi masyarakat," tutur Menkes.

Adapun, Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengatakan, hasil dari kunjungan langsung ke Bio Farma, bahwa stok vaksin tersedia. Adapun stok yang dialokasikan untuk ekspor dialihkan dulu untuk kebutuhan dalam negeri. Ini artinya, ada jaminan dari Bio Farma untuk menjaga ketersediaan vaksin. 

"Jika di luar ada yang menyatakan bahwa vaksin langka, hal ini dikarenakan adanya proses distribusi," ungkap Dede Yusuf.

Terkait dengan halal, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini mengungkapkan bahwa masyarakat harus melihat kepercayaan negara Islam terhadap produk Bio Farma. Negara-negara tersebut mempercayakan penyediaan vaksin kepada Bio Farma dibandingkan dengan produsen vaksin negara lain, 

"Ini membuktikan kepercayaan terhadap kualitas vaksin dan keamanannya," imbuh Dede Yusuf.

Sementara itu, Dirut Bio Farma mengatakan semua vaksin yang diproduksi Bio Farma untuk program (ORI), Program Imunisasi Nasional dan ekspor, sangat terjamin kualitas, keamanan, dan khasiatnya.

Dia menegaskan seluruh vaksin yang diproduksi Bio Farma, telah melewati seragkaian pengujian yang ketat, untuk mendapatkan release (izin edar) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM).

Juliman menambahkan untuk pengalihan pasokan ekspor hanya vaksin yang mengandung difteri saja, sedangkan untuk vaksin lainnya seperti campak, polio, dan sebagainya masih tetap dapat kami penuhi untuk kebutuhan ekspor.

"Bahkan untuk dapat mengekspor vaksin, produk Bio Farma harus diaudit oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO)," pungkasnya.

Tag: Difteri, PT Bio Farma (Persero), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Nila Moeloek, Komisi IX DPR, Dede Yusuf, Juliman

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,581.48 3,545.66
British Pound GBP 1.00 18,567.05 18,377.84
China Yuan CNY 1.00 2,085.68 2,064.87
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,432.00 13,298.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,698.59 10,589.20
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,717.95 1,700.75
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.19 10,036.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,378.98 16,212.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,391.92 3,354.69
Yen Jepang JPY 100.00 12,065.03 11,942.52

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6472.666 28.148 571
2 Agriculture 1626.969 -2.919 19
3 Mining 1830.790 7.838 43
4 Basic Industry and Chemicals 706.825 -4.049 69
5 Miscellanous Industry 1379.559 14.800 43
6 Consumer Goods 2892.727 40.614 47
7 Cons., Property & Real Estate 518.951 2.048 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1180.940 -8.985 62
9 Finance 1151.809 4.998 90
10 Trade & Service 934.536 1.286 133
No Code Prev Close Change %
1 LCKM 390 486 96 24.62
2 AISA 494 615 121 24.49
3 ENRG 133 165 32 24.06
4 RALS 1,235 1,500 265 21.46
5 ALKA 488 590 102 20.90
6 MBTO 147 174 27 18.37
7 PCAR 1,260 1,480 220 17.46
8 LTLS 660 750 90 13.64
9 DSNG 372 420 48 12.90
10 ESSA 226 250 24 10.62
No Code Prev Close Change %
1 WICO 550 496 -54 -9.82
2 APII 220 199 -21 -9.55
3 AKSI 378 342 -36 -9.52
4 MIDI 1,050 960 -90 -8.57
5 DWGL 590 540 -50 -8.47
6 INCF 220 202 -18 -8.18
7 PGAS 2,360 2,200 -160 -6.78
8 PSSI 192 179 -13 -6.77
9 AMIN 416 388 -28 -6.73
10 LMAS 62 58 -4 -6.45
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 101 95 -6 -5.94
2 PGAS 2,360 2,200 -160 -6.78
3 ENRG 133 165 32 24.06
4 AISA 494 615 121 24.49
5 ANTM 730 740 10 1.37
6 BBRI 3,630 3,620 -10 -0.28
7 MEDC 1,270 1,300 30 2.36
8 TLKM 4,200 4,170 -30 -0.71
9 KREN 560 555 -5 -0.89
10 PBRX 505 500 -5 -0.99