Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:58 WIB. Wahana - Wahana Duta Jaya Rucika menjalin kemitraan bisnis dengan Ke Kelit, Maezawa, dan Mitsubishi.
  • 16:57 WIB. BJB - Bank BJB ikut membantu membangun Masjid Al Aman di Mapolda Jabar┬ámelalui dana CSR.
  • 16:14 WIB. BUMN - Inalum bersama anggota holding BUMN pertambangan membentuk perusahaan patungan khusus pengolahan limbah.
  • 16:05 WIB. BBNI - BNI meresmikan Rumah Kreatif BUMN di Tual, Maluku.
  • 12:10 WIB. Asus - Berdasarkan laporan GfK, Asus meraup 41% pangsa pasar laptop di Indonesia.
  • 12:08 WIB. Asus - Asus sebut Xiaomi sebagai lawan berat di Indonesia.
  • 12:06 WIB. Instagram - Pengguna bakal bisa pasang stiker GIF di Insta Stories.
  • 12:03 WIB. WhatsApp - WhatsApp Business sudah tersedia di Indonesia.

Pesawat N219 Nurtanio Diminati Pemprov Kalimantan Utara

Foto Berita Pesawat N219 Nurtanio Diminati Pemprov Kalimantan Utara
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Gubernur Kalimantan Utara N. Irianto Lambrie dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara Udin Hianggio beserta rombongan DPRD dan Muspida Provinsi Kalimantan Utara mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk meninjau secara langsung pesawat N219 Nurtanio. Rombongan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara diterima oleh Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro beserta jajaran Direksi dan manajemen PT DI. Rencananya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara ingin membeli pesawat N219 Nurtanio.

Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie menjelaskan tujuan pembelian pesawat N219 Nurtanio karena kondisi geografis Kalimantan Utara sehingga ingin mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Utara yang hingga saat ini 70% wilayahnya merupakan kawasan hutan dan daerah ini relatif tertinggal dari banyak daerah lain di Kalimantan. 

"Pertama niatnya adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di perbatasan dan pedalaman, lalu untuk pelayanan kesehatan," kata Irianto kepada wartawan di Bandung, Sabtu (13/1/2018).

Provinsi Kalimantan Utara yang diresmikan pada 22 April 2013 oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai daerah otonomi baru ini merupakan pemerintah daerah pertama yang akan membeli pesawat N219 Nurtanio buatan PT DI. 

Dia menyebutkan bahwa pihaknya berencana membeli satu unit N219 Nurtanio. Bahkan, jika memungkinkan akan membeli dua sampai tiga unit pesawat N219 Nurtanio yang nantinya akan dijadikan sebagai pesawat semi komersial yang akan dikelola oleh BUMD setempat agar bisa bekerja sama dengan maskapai Indonesia atau pihak swasta yang memiliki izin terbang.  

"Ini adalah sebagai wujud rasa bangga saya selaku Gubernur Kalimantan Utara atas produksi dari putra terbaik bangsa yang patut diberikan apresiasi dan dihargai. Oleh karena itu, Provinsi Kalimantan Utara menjadi provinsi pertama yang membeli pesawat ini," ungkap Irianto.

Pesawat N219 Nurtanio merupakan pesawat penumpang dengan kapasitas 19 penumpang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23. Ide dan desain dari pesawat dikembangkan oleh PTDI dengan pengembangan program dilakukan oleh PTDI dan LAPAN.

Pesawat ini pada dasarnya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara nasional di wilayah perintis dan pesawat N219 Nurtanio dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, seperti angkutan penumpang, angkutan barang maupun ambulan udara.

"Kita ingin bisa menjadikan pesawat N219 Nurtanio ini sebagai ambulan terbang, tapi juga sekaligus karena ini pesawatnya bisa multifungsi untuk penyaluran logistik dan pengangkut orang atau penumpang ke daerah-daerah terisolasi di kawasan perbatasan Kalimantan Utara," tutur Irianto.

PT DI menyambut baik keseriusan Pemerintah Daerah Kalimantan Utara dalam mendorong kesinambungan dan dukungan program N219 Nurtanio. Langkah ini memberi suatu harapan karena N219 Nurtanio dapat menjadi pintu masuk PTDI ke pasar komersil dan dapat digunakan oleh Pemerintah Daerah yang ada di Indonesia, salah satunya Kalimantan Utara.

Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro menjelaskan pesawat N219 Nurtanio didesain sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama wilayah perintis sehingga memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat di landasan pendek yang tidak dipersiapkan, bahkan di tanah keras, berumput ataupun berbatu.

Pesawat N219 Nurtanio juga sangat relevan dengan kondisi alam di Indonesia, yang pada umumnya berbukit-bukit dan terdapat banyak pegunungan. Pesawat N219 Nurtanio memiliki kecapatan (speed) maksimum mencapai 210 knot dan kecepatan terendah mencapai 59 knot.

"Artinya, kecepatan cukup rendah pun pesawat masih bisa terkontrol, ini sangat penting terutama saat memasuki wilayah yang bertebing-tebing, di antara pegunungan yang membutuhkan pesawat dengan kemampuan manuver dan kecepatan rendah," pungkasnya.

Tag: Pesawat Nurtanio, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Elfien Goentoro, Kalimantan Utara (Kaltara), Irianto Lambrie

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,572.42 3,536.60
British Pound GBP 1.00 18,620.54 18,430.33
China Yuan CNY 1.00 2,087.92 2,067.04
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,398.00 13,264.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,739.84 10,629.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.36 1,696.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,149.23 10,044.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,405.85 16,240.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.10 3,366.50
Yen Jepang JPY 100.00 12,065.92 11,944.17

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6490.896 18.230 571
2 Agriculture 1614.151 -12.818 19
3 Mining 1847.251 16.461 43
4 Basic Industry and Chemicals 713.346 6.521 69
5 Miscellanous Industry 1390.504 10.945 43
6 Consumer Goods 2913.928 21.201 47
7 Cons., Property & Real Estate 517.165 -1.786 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1183.330 2.390 62
9 Finance 1149.039 -2.770 90
10 Trade & Service 937.456 2.920 133
No Code Prev Close Change %
1 FINN 116 156 40 34.48
2 LCKM 486 605 119 24.49
3 TFCO 620 720 100 16.13
4 MPPA 430 486 56 13.02
5 PCAR 1,480 1,670 190 12.84
6 SKBM 670 750 80 11.94
7 OMRE 1,700 1,900 200 11.76
8 ESTI 73 81 8 10.96
9 GJTL 745 825 80 10.74
10 ARTA 268 296 28 10.45
No Code Prev Close Change %
1 RALS 1,500 1,240 -260 -17.33
2 FMII 600 500 -100 -16.67
3 IKAI 126 114 -12 -9.52
4 CANI 254 234 -20 -7.87
5 DWGL 540 498 -42 -7.78
6 MBTO 174 161 -13 -7.47
7 AISA 615 570 -45 -7.32
8 DSNG 420 392 -28 -6.67
9 INCF 202 190 -12 -5.94
10 PYFA 197 186 -11 -5.58
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,200 2,350 150 6.82
2 BMTR 650 650 0 0.00
3 AISA 615 570 -45 -7.32
4 GJTL 745 825 80 10.74
5 ENRG 165 168 3 1.82
6 BBNI 9,500 9,425 -75 -0.79
7 TLKM 4,170 4,160 -10 -0.24
8 BUMI 286 288 2 0.70
9 KREN 555 550 -5 -0.90
10 INDY 4,050 4,200 150 3.70