Portal Berita Ekonomi Rabu, 17 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:17 WIB. Jeff Bezos - Jeff Bezos prediksi 1 triliun manusia tersebar di Tata Surya.
  • 06:16 WIB. Paul Allen - Semasa hidup, sedekah Paul Allen sentuh Rp30 triliun.
  • 06:12 WIB. Apple - Contek Google Maps, Apple Maps kumpulkan data pakai ransel.
  • 06:10 WIB. MSI - Motherboard MSI Z390 bakal gebrak pasar Indonesia.
  • 06:04 WIB. Realme - Realme 2 pecahkan rekor penjualan online Lazada.
  • 06:01 WIB. Facebook - Facebook akan ungkap identitas pengiklan politik di Inggris.
  • 06:00 WIB. Huawei - Huawei pastikan smartphone seri Mate 20 akan dijual di Indonesia.
  • 05:58 WIB. Uber - Proposal penawaran saham Uber capai US$120 miliar.
  • 05:54 WIB. Google - Google kenakan biaya akses Play Store ke produsen Android di Eropa.
  • 22:49 WIB. Pegadaian - Pegadaian telah menjual 80kg emas melalui aplikasi PDS hingga September 2018.
  • 22:41 WIB. BNI - Separuh belanja modal BNI 2018 akan digunakan untuk pengembangan digital banking.
  • 22:39 WIB. Pertamina - Pertamina menargetkan tahun 2018 BBM Satu Harga di 14 titik fokus di area MOR I bisa dioperasikan.
  • 22:20 WIB. PGN - PGN yakin pembayaran akusisi Pertagas paling lambat November 2018.
  • 22:13 WIB. Jiwasraya - Pembayaran polis Jiwasraya menggunakan sumber dana dari perusahaan sebesar Rp96,58 miliar. 
  • 22:11 WIB. Jiwasraya - Keputusan Jiwasraya membayarkan bunga atas 1.286 polis mendapat respon positif dari pemegang polis.

Petani Padi NTB Terancam Dapat Harga Rendah

Foto Berita Petani Padi NTB Terancam Dapat Harga Rendah
Warta Ekonomi.co.id, Mataram -

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Nusa Tenggara Barat Willgo Zainar menyatakan petani padi di daerahnya terancam mendapatkan harga rendah ketika musim panen raya karena target pembelian Perum Badan Urusan Logistik jauh berkurang.

"Petani hanya dapat sekadar upah tanam saja. Tengkulak yang dapat untungnya. Itu kondisi sangat memprihatinkan kalau benar pembelian Bulog jauh berkurang," kata Willgo Zainar, di Mataram, Minggu (14/1/2018).

Ia juga mengkhawatirkan pedagang besar dari luar NTB akan memanfaatkan ketidakberdayaan Bulog menyerap hasil panen petani dengan melakukan pembelian dengan harga nisbi murah untuk kemudian dijual ke daerah lain.

Jika kondisi tersebut sampai terjadi, lanjut Willgo, berarti menunjukkan bahwa salah satu peran Bulog sebagai stabilisator harga di pasar pasti tidak terwujud.

Di satu sisi, kata Willgo, petani padi di NTB diperkirakan akan melakukan panen pada Februari dan puncaknya Maret 2018. Momen tersebut bertepatan dengan rencana pemerintah mendatangkan beras impor pada Februari 2018.

"Dengan target serapan Bulog yang berkurang dan kedatangan beras impor, tentu tengkulak yang diuntungkan. Apalagi petani NTB mampu memproduksi gabah hingga 2,5 juta ton pada 2017," ujar Ketua Dewan Penasihat Pemuda Tani Indonesia Wilayah NTB ini.

Melihat posisi petani yang dilematis, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra ini menginginkan agar harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah dan beras ditinjau lagi.

Berdasarkan Inpres Nomor 5 tahun 2015, HPP untuk GKP sebesar Rp3.750 per kilogram (kg), sedangkan GKG Rp4.600/kg, dan HPP beras Rp7.300/kg.

"Terkadang beda Rp25/kg, Bulog tidak berani membeli dari petani karena sudah ada patokan harga standar, sementara harga beli bersaing dengan tengkulak," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional Bulog NTB H Achmad Ma'mun, menyebutkan target penyerapan beras produksi petani sebanyak 71.000 ton pada 2018.

Target tersebut lebih rendah dibandingkan target pada 2017 dengan realisasi sebanyak 97.000 ton. Namun, penurunan target serapan gabah dan beras tersebut merupakan instruksi yang diberikan oleh Bulog Pusat.

"Angka sementara seperti itu. Bisa jadi besok lusa berubah atau akan ada target revisi," ucapnya.

Menurut dia, berkurangnya target serapan terjadi secara nasional. Hal itu disebabkan adanya penurunan jatah bantuan sosial dari 15 kilogram per keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi 10 kilogram.

Penyerapan gabah atau beras petani oleh pemerintah melalui Bulog bertujuan untuk penyaluan bantuan sosial berupa beras sejahtera melalui program bantuan pangan nontunai (BPNT), sehingga jumlah kebutuhan disesuaikan.

"Jika kami membeli terlalu banyak maka beras bisa busuk, dan pastinya itu menyalahi aturan," katanya. (Ant)

Tag: Petani, Nusa Tenggara Barat (NTB)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,072.49 4,031.33
British Pound GBP 1.00 20,101.94 19,900.49
China Yuan CNY 1.00 2,210.97 2,188.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,282.00 15,130.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,908.29 10,796.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,950.28 1,930.86
Dolar Singapura SGD 1.00 11,111.76 10,999.64
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,708.78 17,526.59
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,682.41 3,641.40
Yen Jepang JPY 100.00 13,649.52 13,512.55

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5800.817 73.561 610
2 Agriculture 1499.514 -10.316 20
3 Mining 1908.385 14.778 47
4 Basic Industry and Chemicals 734.213 11.492 70
5 Miscellanous Industry 1207.433 19.109 45
6 Consumer Goods 2472.151 56.797 49
7 Cons., Property & Real Estate 404.376 3.894 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.496 21.972 70
9 Finance 1055.585 7.521 91
10 Trade & Service 790.225 1.656 147
No Code Prev Close Change %
1 CITY 436 545 109 25.00
2 DIGI 805 1,005 200 24.84
3 AKPI 825 970 145 17.58
4 RMBA 330 376 46 13.94
5 BACA 268 304 36 13.43
6 LMAS 69 78 9 13.04
7 POLL 1,500 1,695 195 13.00
8 LAND 1,050 1,185 135 12.86
9 PJAA 1,120 1,260 140 12.50
10 GHON 1,150 1,275 125 10.87
No Code Prev Close Change %
1 IBST 7,200 5,775 -1,425 -19.79
2 VRNA 127 110 -17 -13.39
3 LPCK 1,385 1,200 -185 -13.36
4 GOOD 2,510 2,210 -300 -11.95
5 MYTX 140 124 -16 -11.43
6 KARW 92 82 -10 -10.87
7 VINS 98 88 -10 -10.20
8 TELE 730 660 -70 -9.59
9 TRAM 220 199 -21 -9.55
10 APEX 1,760 1,600 -160 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 220 199 -21 -9.55
2 PNLF 280 288 8 2.86
3 CPRO 50 50 0 0.00
4 INKP 11,700 12,250 550 4.70
5 TKIM 10,050 10,300 250 2.49
6 PGAS 2,040 2,200 160 7.84
7 SKRN 1,185 1,170 -15 -1.27
8 TLKM 3,660 3,780 120 3.28
9 ERAA 1,960 2,040 80 4.08
10 PTBA 4,440 4,390 -50 -1.13