Portal Berita Ekonomi Selasa, 17 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:46 WIB. Bulog - Bulog Divre III Bojonegoro mengirim 6 ribu ton beras ke tiga provinsi.
  • 17:37 WIB. Bulog - Perum Bulog Ciamis memproduksiĀ  1 ton per hari atau 5.000 kemasan beras saset ukuran 200 gram.
  • 17:35 WIB. Pemilu - Wapres JK sebut menteri ikut Pileg ganggu kinerja kabinet.
  • 17:35 WIB. Pertanian - Mentan bagikan sejuta bibit jeruk keprok di Malang.
  • 17:34 WIB. Pilpres - Eriko: PDIP tidak intervensi Jokowi tentukan cawapres.
  • 17:34 WIB. Pemilu - Perindo akan beri bantuan logistik kampanye untuk caleg.
  • 17:34 WIB. Pemilu - Seskab: Presiden izinkan Johan Budi ikut pileg Jatim.
  • 17:33 WIB. Nasional - Presiden Jokowi unggah vlog baru bersama "Bro Saddiq", Menpora Malaysia.
  • 17:33 WIB. Pemilu - Tjahjo Kumolo selesaikan tugas mendagri sesuai instruksi Megawati.
  • 17:32 WIB. Finansial - Menkeu proyeksikan belanja kementerian lembaga 95-96%.
  • 17:32 WIB. Pemilu - Partai Golkar Jabar sumbangkan sebagian penghasilan legislatornya.
  • 17:32 WIB. Pemiilu - Wapres JK akui baru tahu Johan Budi ikut Pileg 2019.
  • 17:32 WIB. BTPN Syariah - BTPN Syariah catat kenaikan aset sebesar 32,5% jadi Rp10,73 triliun per akhir Juni 2018.
  • 17:31 WIB. Nasional - Wapres JK: Pemerintah optimistis divestasi Freeport lancar.
  • 17:30 WIB. BTPN Syariah - BTPN Syariah catat jumlah DPK per semester I 2018 sebesar Rp7,02 triliun, tumbuh 17,8% YoY.

Kementan Harap Operasi Pasar Tidak Rugikan Petani

Foto Berita Kementan Harap Operasi Pasar Tidak Rugikan Petani
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Sumardjo Gatot Irianto mengharapkan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga beras tidak malah merugikan petani. Kepercayaan petani terhadap pemerintah harus tetap dijaga demi terwujudnya swasembada pangan.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) diketahui mengintensifkan operasi pasar untuk menekan harga beras yang kini melonjak. Dikhawatirkan, kebijakan menjual beras dengan harga murah membuat petani merugi. Terlebih, pemerintah berencana melakukan impor beras khusus sebesar 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand.

"Operasi pasar jangan sampai menohok keadilan dan kedaulatan petani. Kalau petani terpukul dengan operasi pasar, petani tidak akan percaya pada kita (pemerintah). Itu tentunya sangat berbahaya," kata Gatot di sela peninjauan stok beras di Gudang Bulog Sulselbar, Makassar, belum lama ini.

Gatot enggan berkomentar lebih jauh perihal kebijakan impor beras dari Kemendag. Toh, sebagai Dirjen Tanaman Pangan, ia hanya bertanggungjawab ihwal produksi dan mutu. Yang pasti, sambung dia, perlu ada desain untuk memastikan tatkala musim panen raya tiba, harga beras tidak malah anjlok.

"Kalau overstoknya banyak, ekspor," ujarnya.

Dalam kunjungannya ke Sulsel, Gatot memuji harga dan kualitas beras yang sangat baik. Beras medium di pasar tradisional Kota Makassar setara dengan beras premium. Hebatnya, beras itu dibanderol di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp9.450. "Sulsel dua langkah maju di depan," puji dia.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kasan, sebelumnya menyatakan operasi pasar merupakan instruksi dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Rencananya, operasi pasar digelar mulai 8 Januari hingga 31 Maret. Tujuannya untuk menstabilisasi sekaligus mengantisipasi lonjakan harga beras.

Kasan menjelaskan operasi pasar kali ini berbeda dengan sebelumnya di mana pihaknya memastikan komoditas pangan sampai ke pedagang pengecer. Di Sulsel, melalui Bulog, pihaknya menggelar operasi pasar dengan menjual beras medium seharga Rp9.000 per kilogram atau di bawah HET.

Tag: Kementerian Pertanian (Kementan), Gatot Irianto

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Arif Firmansyah

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5861.508 -43.650 597
2 Agriculture 1429.927 1.326 19
3 Mining 1993.546 -16.082 46
4 Basic Industry and Chemicals 767.037 -5.673 70
5 Miscellanous Industry 1164.985 -9.605 45
6 Consumer Goods 2425.201 -22.039 46
7 Cons., Property & Real Estate 447.948 3.850 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1073.667 5.217 70
9 Finance 1019.771 -15.877 91
10 Trade & Service 879.792 -4.151 143
No Code Prev Close Change %
1 CANI 162 214 52 32.10
2 TCPI 875 1,090 215 24.57
3 OKAS 270 334 64 23.70
4 GSMF 102 126 24 23.53
5 FORU 125 146 21 16.80
6 TGRA 600 670 70 11.67
7 RODA 520 580 60 11.54
8 WSKT 1,845 2,030 185 10.03
9 AGRO 328 360 32 9.76
10 MARI 212 232 20 9.43
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 660 496 -164 -24.85
2 CSIS 590 444 -146 -24.75
3 CNTX 590 452 -138 -23.39
4 PTSN 252 222 -30 -11.90
5 MGRO 380 338 -42 -11.05
6 MINA 680 610 -70 -10.29
7 LPLI 182 164 -18 -9.89
8 ZINC 1,685 1,535 -150 -8.90
9 SRSN 70 64 -6 -8.57
10 ALKA 350 320 -30 -8.57
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 660 496 -164 -24.85
2 BBRI 2,970 2,870 -100 -3.37
3 WSKT 1,845 2,030 185 10.03
4 PGAS 1,640 1,725 85 5.18
5 KREN 715 730 15 2.10
6 PTBA 4,240 4,380 140 3.30
7 ADRO 1,800 1,760 -40 -2.22
8 TKIM 13,675 13,400 -275 -2.01
9 AGRO 328 360 32 9.76
10 BMRI 6,550 6,325 -225 -3.44