Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:25 WIB. Transportasi - Luhut ancam yang beking di proyek LRT.
  • 07:25 WIB. Pilgub Jatim - Khofifah dan Emil lengkapi berkas-berkas pendaftaran.
  • 07:24 WIB. Politik - Hanura kubu OSO: Hati-hati menuduh main duit.
  • 20:33 WIB. Inggris - Otoritas Inggris kini punya Kementerian Urusan Kesepian.

Kementan Harap Operasi Pasar Tidak Rugikan Petani

Foto Berita Kementan Harap Operasi Pasar Tidak Rugikan Petani
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Sumardjo Gatot Irianto mengharapkan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga beras tidak malah merugikan petani. Kepercayaan petani terhadap pemerintah harus tetap dijaga demi terwujudnya swasembada pangan.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) diketahui mengintensifkan operasi pasar untuk menekan harga beras yang kini melonjak. Dikhawatirkan, kebijakan menjual beras dengan harga murah membuat petani merugi. Terlebih, pemerintah berencana melakukan impor beras khusus sebesar 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand.

"Operasi pasar jangan sampai menohok keadilan dan kedaulatan petani. Kalau petani terpukul dengan operasi pasar, petani tidak akan percaya pada kita (pemerintah). Itu tentunya sangat berbahaya," kata Gatot di sela peninjauan stok beras di Gudang Bulog Sulselbar, Makassar, belum lama ini.

Gatot enggan berkomentar lebih jauh perihal kebijakan impor beras dari Kemendag. Toh, sebagai Dirjen Tanaman Pangan, ia hanya bertanggungjawab ihwal produksi dan mutu. Yang pasti, sambung dia, perlu ada desain untuk memastikan tatkala musim panen raya tiba, harga beras tidak malah anjlok.

"Kalau overstoknya banyak, ekspor," ujarnya.

Dalam kunjungannya ke Sulsel, Gatot memuji harga dan kualitas beras yang sangat baik. Beras medium di pasar tradisional Kota Makassar setara dengan beras premium. Hebatnya, beras itu dibanderol di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp9.450. "Sulsel dua langkah maju di depan," puji dia.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kasan, sebelumnya menyatakan operasi pasar merupakan instruksi dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Rencananya, operasi pasar digelar mulai 8 Januari hingga 31 Maret. Tujuannya untuk menstabilisasi sekaligus mengantisipasi lonjakan harga beras.

Kasan menjelaskan operasi pasar kali ini berbeda dengan sebelumnya di mana pihaknya memastikan komoditas pangan sampai ke pedagang pengecer. Di Sulsel, melalui Bulog, pihaknya menggelar operasi pasar dengan menjual beras medium seharga Rp9.000 per kilogram atau di bawah HET.

Tag: Kementerian Pertanian (Kementan), Gatot Irianto

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Arif Firmansyah

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,581.48 3,545.66
British Pound GBP 1.00 18,567.05 18,377.84
China Yuan CNY 1.00 2,085.68 2,064.87
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,432.00 13,298.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,698.59 10,589.20
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,717.95 1,700.75
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.19 10,036.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,378.98 16,212.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,391.92 3,354.69
Yen Jepang JPY 100.00 12,065.03 11,942.52

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6472.666 28.148 571
2 Agriculture 1626.969 -2.919 19
3 Mining 1830.790 7.838 43
4 Basic Industry and Chemicals 706.825 -4.049 69
5 Miscellanous Industry 1379.559 14.800 43
6 Consumer Goods 2892.727 40.614 47
7 Cons., Property & Real Estate 518.951 2.048 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1180.940 -8.985 62
9 Finance 1151.809 4.998 90
10 Trade & Service 934.536 1.286 133
No Code Prev Close Change %
1 LCKM 390 486 96 24.62
2 AISA 494 615 121 24.49
3 ENRG 133 165 32 24.06
4 RALS 1,235 1,500 265 21.46
5 ALKA 488 590 102 20.90
6 MBTO 147 174 27 18.37
7 PCAR 1,260 1,480 220 17.46
8 LTLS 660 750 90 13.64
9 DSNG 372 420 48 12.90
10 ESSA 226 250 24 10.62
No Code Prev Close Change %
1 WICO 550 496 -54 -9.82
2 APII 220 199 -21 -9.55
3 AKSI 378 342 -36 -9.52
4 MIDI 1,050 960 -90 -8.57
5 DWGL 590 540 -50 -8.47
6 INCF 220 202 -18 -8.18
7 PGAS 2,360 2,200 -160 -6.78
8 PSSI 192 179 -13 -6.77
9 AMIN 416 388 -28 -6.73
10 LMAS 62 58 -4 -6.45
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 101 95 -6 -5.94
2 PGAS 2,360 2,200 -160 -6.78
3 ENRG 133 165 32 24.06
4 AISA 494 615 121 24.49
5 ANTM 730 740 10 1.37
6 BBRI 3,630 3,620 -10 -0.28
7 MEDC 1,270 1,300 30 2.36
8 TLKM 4,200 4,170 -30 -0.71
9 KREN 560 555 -5 -0.89
10 PBRX 505 500 -5 -0.99