Portal Berita Ekonomi Sabtu, 24 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 04:12 WIB. BBM - Pemerintah Indonesia memastikan belum akan menaikkan tarif dasar listrik dan BBM pada tahun ini.
  • 04:09 WIB. IPO - MNC Studio International mengincar dana Rp1 triliun dari rencana IPO.
  • 04:07 WIB. OJK - OJK masih mengkaji usulan pelaku industri pembiayaan soal perluasan kegiatan usaha berupa pembiayaan tunai.
  • 04:04 WIB. Rusun - Totalindo Eka Persada mengklaim tak melanggar aturan dalam pembangunan rusun Klapa Village.
  • 04:02 WIB. Tol - Astra Infra menargetkan pendapatan tol ruas Tangerang Merak naik 11,5% menjadi Rp554 miliar pada 2018.

Sebagai Startup, Weston Yakin Bisa Disrup PLN

Foto Berita Sebagai Startup, Weston Yakin Bisa Disrup PLN
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sebagai startup atau pendatang baru di dunia usaha bidang pembangkit listrik, Weston Energy optimis mampu mendisrupsi PLN. Wynn Nathaniel Wijaya (25), Co-Founder and Head of Business Development Weston Energy mengatakan bahwa secara regulasi dirinya bisa mendisrupsi PLN. Kepada Warta Ekonomi beberapa waktu lalu Wynn pun menyebutkan bahwa ada peraturan pemerintah yang tertera dalam Undang-Undang tentang kebebasan swasta untuk masuk jika BUMN tidak mampu menjangkau. 

Wynn yang saat ini masih menyelesaikan program magister Disrupsi Ekonomi tersebut mengaku masih banyak daerah yang memerlukan sentuhan swasta karena keterbatasan pemerintah dalam melayani, khususnya di daerah pedesaan yang terpencil. Kebutuhan akan listrik dinilai sangat penting untuk pertumbuhan dan kemajuan ekonomi di desa. Namun lagi-lagi, layanan pemerintah yang belum sampai ke masyarakat membuat Weston bergerak menyasar desa-desa terpencil. 

Menurut Wynn, BUMN masih berorientasi pada profit sehingga tidak memperhatikan bagian Indonesia yang sebenarnya sangat membutuhkan bantuan. Terlebih program pemerintah saat ini adalah melakukan pemerataan kesejahteraan dengan teknologi digital yang semakin maju. 

"Nah, itu permasalahannya kenapa jadinya perkembangan BUMN di Indonesia itu lambat. Makanya, kita atasi yaudah deh kenapa kita tidak bikin sistem yang lebih efisien? Toh teknologinya udah ada. Kalau mau memajukan teknologi digital kan harus dimulai dari adanya listrik dulu, dasarnya dulu. Gimana mau berteknologi kalau listrik yang paling penting aja tidak ada," kata Wynn.

Wynn juga menyayangkan kondisi masyarakat pedesaan yang tidak mengetahui bahwa pengadaan listrik bisa diupayakan, bahkan oleh swasta. Namun, untuk tetap tidak membebankan masyarakat, Weston mengajak koperasi desa untuk bekerja sama dalam pengadaan listrik di desanya melalui sistem iuran yang bernama dana desa.

"Kita makanya nanti investasinya itu adalah desa yang membiayai investasinya, bukan masyarakat dibebankan. Sistem kita itu tidak seperti itu. Jadi, desa bikin dana desa, kita sosialisasi ke desa ini ada solusi buat desa dan lebih efisien dari lain sebagainya. Investasilah di sini. Kita bukan proyek lepas,, tapi kita juga bikin ada co-development-nya, ada pengelolaan ekonominya. Jadi, dia bukan hanya untuk kebutuhan listik, tapi juga untuk mereka produktif agar desa itu bisa mandiri. Agar desa itu investasinya bisa kembali suatu saat," tuturnya.

Tag: Weston Energy, Wynn Nathaniel Wijaya

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00