Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:23 WIB. APJII - APJII akan hadirkan satelit rakyat untuk program desa pintar.
  • 22:23 WIB. Facebook - Pastikan keamanan data, Facebook hadirkan fitur Clear History.
  • 22:22 WIB. Apple - Apple bakal ungkap fitur dan suara baru Siri di WWDC 2018.
  • 22:22 WIB. Qualcomm - Qualcomm luncurkan Snapdragon 710 di handset terjangkau.
  • 22:20 WIB. LG - Siap mendarat di Indonesia, LG K9 bakal dibanderol Rp1,399 juta.
  • 21:46 WIB. Donald Trump - Breaking News: Donald Trump batalkan pertemuannya dengan Kim Jong-un di Singapura pada 12 Juni.
  • 21:08 WIB. Kereta Cepat - Otoritas China berhasil uji coba kereta Maglec berkecepatan 160 km/jam.
  • 21:05 WIB. Iran - Rusia tolak kampanye anti-Iran yang digaungkan AS.
  • 21:05 WIB. Trump - Trump dilarang blokir pengikut di akun twitter-nya.
  • 21:03 WIB. 1MDB - Najib gunakan dana lembaga lain guna membayar kewajiban 1MDB.
  • 21:03 WIB. MH370 - Pencarian pesawat MH370 tidak diperpanjang lagi.
  • 21:02 WIB. Israel - Parlemen Inggris desak penjualan senjata ke Israel disetop.
  • 21:01 WIB. Venezuela - AS usir diplomat Venezuela.
  • 21:00 WIB. Palestina - Mesir dan Yordania dukung perundingan damai Palestina-Israel.
  • 20:59 WIB. Iran - Prancis: Sanksi baru AS dapat mengguncang kawasan Iran.

Stok Melimpah, Bulog Pastikan Sulsel Tak Butuh Beras Impor

Foto Berita Stok Melimpah, Bulog Pastikan Sulsel Tak Butuh Beras Impor
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -
Kepala Divisi Perum Bulog Sulselbar, Dindin Syamsuddin, menyatakan stok beras di wilayah terbilang melimpah. Untuk itu, Sulsel dipastikan tidak membutuhkan beras impor. Bulog Sulselbar malah memasok kebutuhan beras provinsi lain yang mengalami defisit.
 
"Lihat sendiri di gudang, Sulsel itu mampu mensuplai beras hampir seluruh wilayah Indonesia," kata Dindin, Rabu,(17/1/2018).
 
Disinggung soal kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan impor beras khusus sebesar 500 ribu ton, Dindin enggan mengomentarinya. Termasuk soal pengalihan importir beras dari PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) ke Bulog. BUMN di bidang pangan tersebut sebatas menjalankan arahan pemerintah guna memastikan stok dan harga beras senantiasa stabil. 
 
Berdasarkan data Bulog, setidaknya 300 ribu ton lebih beras asal Sulsel dipasok ke 14 provinsi di Indonesia sepanjang 2017. Gelombang pengiriman beras ke sejumlah daerah pun berlanjut pada awal 2018. Sejauh ini, beras yang dikirim kebanyakan jenis PSO alias medium mencapai 270 ribu ton. Sisanya, lebih dari 30 ribu ton beras jenis komersil alias premium. 
 
"Data pengiriman beras sekitar 300 ribu ton ke sejumlah provinsi itu tahun lalu (2017). Untuk bulan ini, kami masih terus melakukan pengiriman beras," terang Dindin. 
 
Menurut Dindin, beras asal Sulsel diminta provinsi lain karena kualitasnya yang sangat baik. Beras medium asal daerahnya setara dengan beras premium di daerah lain. "Kualitas beras Sulsel jangan diragukan. Beras dari sini itu pulen dan putih, makanya banyak diminati," tutur dia.
 
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, sebelumnya berpendapat langkah Kemendag untuk mengimpor beras khusus dari Thailand dan Vietnam bisa dimaklumi. Kebijakan tersebut dinilainya tidaklah melanggar aturan. Terlebih bila muaranya menjaga stabilitas harga pangan demi kesejahteraan masyarakat.
 
"Impor yang direncanakan pemerintah tidak haram. Kita bisa maklumi kondisinya," kata gubernur dua periode tersebut.
 
Gubernur Syahrul lebih jauh enggan menanggapi perihal kebijakan impor beras. Lebih baik, kata dia, mempersiapkan segala sesuatunya termasuk Sulsel sebagai daerah produsen ingin membantu provinsi lain dengan menyuplai beras ke-33 provinsi di Indonesia.

Tag: Dindin Syamsuddin, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Sulawesi Selatan

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5946.538 154.537 583
2 Agriculture 1549.140 13.685 19
3 Mining 1868.544 42.392 44
4 Basic Industry and Chemicals 788.207 14.705 69
5 Miscellanous Industry 1254.315 32.513 44
6 Consumer Goods 2460.513 68.979 45
7 Cons., Property & Real Estate 462.199 12.383 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1022.487 31.117 65
9 Finance 1048.693 34.134 92
10 Trade & Service 905.976 9.725 140
No Code Prev Close Change %
1 JMAS 660 825 165 25.00
2 TRUK 344 430 86 25.00
3 CAMP 356 444 88 24.72
4 HOME 100 120 20 20.00
5 BYAN 8,750 10,500 1,750 20.00
6 BSIM 520 620 100 19.23
7 SONA 2,700 3,200 500 18.52
8 RDTX 5,500 6,500 1,000 18.18
9 ARII 1,125 1,300 175 15.56
10 PGAS 1,880 2,170 290 15.43
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 700 605 -95 -13.57
2 WEHA 178 155 -23 -12.92
3 AKSI 336 298 -38 -11.31
4 TGKA 2,550 2,310 -240 -9.41
5 ABMM 2,190 2,010 -180 -8.22
6 SDMU 320 298 -22 -6.88
7 CSIS 1,715 1,600 -115 -6.71
8 GOLD 470 440 -30 -6.38
9 SIPD 1,025 965 -60 -5.85
10 KARW 138 130 -8 -5.80
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,880 3,060 180 6.25
2 TAXI 114 127 13 11.40
3 INPC 84 84 0 0.00
4 PGAS 1,880 2,170 290 15.43
5 KREN 690 750 60 8.70
6 EXCL 2,160 2,320 160 7.41
7 BBCA 22,000 22,450 450 2.05
8 BWPT 194 208 14 7.22
9 TLKM 3,470 3,560 90 2.59
10 ERAA 2,560 2,730 170 6.64