Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:46 WIB. Politik - SBY sebut reformasi bisa terjadi lagi di masa depan.
  • 21:46 WIB. Politik - Moeldoko klaim Jokowi akan tetap jalankan agenda reformasi.
  • 21:45 WIB. Nasional - Jokowi kembali tegaskan dirinya bukan kader PKI.
  • 21:44 WIB. Politik - Pansus sebut Densus 88 belum sepakat soal definisi terorisme.
  • 21:21 WIB. MBAP - Mitrabara Adiperdana menyetujui untuk membagikan dividen final sebesar Rp404,99 miliar.
  • 21:21 WIB. CPIN - Charoen Pokphand mencatat laba operasional tumbuh 64% menjadi Rp1,4 triliun per Maret 2018.
  • 21:15 WIB. Pegadaian - Sejumlah Pegadaian di Bekasi belum menunjukkan peningkatan permintaan pembiayaan pada awal Ramadan ini.
  • 21:14 WIB. CPIN - Charoen Pokphand mencatat laba kotor naik sebesar 41% menjadi Rp1,99 triliun per Maret 2018.
  • 21:14 WIB. Nasional Re - PT Reasuransi Nasional Indonesia bidik pertumbuhan premi dan laba bersih di kisaran 15% sepanjang 2018.
  • 21:13 WIB. JSMR - Jasa Marga akan lepas kepemilikan 20% saham dengan target dana serapan Rp3 triliun.
  • 21:13 WIB. CPIN - Charoen Pokphand membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 59% menjadi Rp996 miliar pada kuartal-I 2018.
  • 21:13 WIB. JSMR - Jasa Marga akan lakukan divestasi saham di tiga entitas: JSB, JSN, NKJ.
  • 21:11 WIB. Pertamina - Pada 2018, WK Ogan Komering ditarget memproduksi minyak sebesar 1.950 barel per hari.
  • 21:10 WIB. OCBC - OCBC NISP menyiapkan dana tunai sebesar Rp2 triliun sebagai persiapan menyambut lebaran.
  • 21:09 WIB. OCBC - OCBC NISP membukukan penghimpunan DPK tumbuh 10% menjadi Rp121,1 triliun di kuartal I 2018.

6 Hal yang Bisa Mendisrupsi Sektor Akuntansi

Foto Berita 6 Hal yang Bisa Mendisrupsi Sektor Akuntansi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Gelombang disrupsi di industri akuntansi sudah semakin dekat. Inovasi teknologi yang semakin canggih serta pergeseran tren konsumen menuntut pelaku industri akuntasi untuk menggunakan pendekatan baru agar menciptakan value kepada klien.

Beberapa layanan akuntansi sudah terkena percikan disrupsi seperti layanan akuntansi transaksional dasar yang sebagian besar sudah diotomatisasi sehingga tidak membutuhkan lagi sentuhan manual. Dengan adanya otomatisasi, para akuntan profesional akan fokus untuk memberikan saran dan wawasan. Berikut ini adalah enam tren yang akan mempengaruhi masa depan akuntansi.

1. Big Data dan IoT

Teknologi terkini yang mengacu pada big data, business intelligence, analytics, dan internet of things telah menjangkau hampir seluruh aspek bisnis. Berdasarkan statistik, dalam dua tahun terakhir telah dihasilkan 90% data secara global. Artinya, big data telah menjadi alat baru bagi para pemimpin bisnis untuk melakukan analisis dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik.

Jika sebelumnya penasihat keuangan dan akuntan profesional hanya berkutat pada entri data, pencatatan, dan analisis sederhana, maka di masa depan mereka akan memanfaatkan big data sebagai konsultan bisnis strategis. Dengan demikian, di masa depan Microsoft Excel akan menjadi sebuah artefak.

2. Mobile Computing

Berdasarkan catatan, pada tahun 2015 lalu hampir 68 persen orang dewasa di Amerika Serikat telah menggunakan smartphone. Hal yang menarik dari data tersebut adalah ada perbedaan platform yang dimiliki oleh pengguna smartphone. Alhasil, penyedia jasa akuntansi harus memperhatikan perangkat seluler yang digunakan oleh klien dan menawarkan aplikasi berkualitas tinggi terhadap mereka.

Ketika konsumen semakin sering menggunakan perangkat mobile untuk mengakses data dan internet, layanan akuntansi harus ikut berubah sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Saat ini tidak heran pelaku UMKM mengakses pembukuan saat sedang dalam perjalanan seperti mencatat biaya, mengelola akun, dan melacak data keuangan.

3. Connection Convergence

Saat ini layanan broadband dan internet berkecepatan tinggi terus menyebar luas mulai dari kantor hingga ke rumah penduduk. Alhasil, percakapan dengan model video-call akan semakin realistis. Meskipun ada Skype yang menawarkan video-call, namun kualitas gambar layanan tersebut tidak sejernih layanan sebelumnya.

Kemudahan melakukan video-call mendorong perusahaan akuntan untuk memperluas jangkauan klien ke berbagai belahan dunia. Dengan demikian, otomatisasi di industri akuntansi seperti yang sudah dibahas sebelumnya akan akan membuat proses semakin efisien sehingga memungkinkan akuntan untuk memiliki lebih banyak waktu dalam berdiskusi dengan klien.

4. The Future is Now

Contoh paling dramatis dari perubahan di industri akuntansi adalah peralihan ke otomatisasi entri data untuk pembukuan dan akuntansi. Sebelum munculnya otomatisasi, entri data diproses menggunakan faks, dokumen kertas, atau lampiran email. Hal ini berubah menjadi format ERP.

5. Customization and Personalization

Saat ini konsumen lebih tertarik membeli barang dan jasa yang bisa dikustomisasi sesuai dengan keinginan mereka. Anda bisa melihat pelanggan di Starbucks yang memesan minuman favorit dengan detail sesuai keinginan mereka. Poin dari kostumisasi adalah menawarkan kepada klien menu standar produk dan layanan seraya menawarkan proses ke sesuai keinginan masing-masing klien.

6. Services of the Future

Otomatisasi dan digitalisasi sudah merupakan keharusan di industri jasa keuangan. Meski demikian, perusahaan jasa akuntansi masa depan yang serba otomatis belum sepenuhnya muncul. Beberapa ahli memprediksi pendekatan hibrida di mana teknologi canggih digabungkan dengan sentuhan manusia meruapakan pendekatan terbaik saat ini.

Tag: Disruptive Economy, Era Disruptif

Penulis: Redaksi 1

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Agus Aryanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5733.854 -49.456 581
2 Agriculture 1544.033 34.109 19
3 Mining 1908.397 21.577 44
4 Basic Industry and Chemicals 757.643 -4.711 69
5 Miscellanous Industry 1155.231 2.164 44
6 Consumer Goods 2362.984 -16.826 45
7 Cons., Property & Real Estate 447.090 -2.643 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 985.528 -14.959 64
9 Finance 999.500 -19.108 92
10 Trade & Service 894.918 -2.039 139
No Code Prev Close Change %
1 FORZ 334 416 82 24.55
2 MITI 84 101 17 20.24
3 WOOD 462 545 83 17.97
4 GOLD 412 486 74 17.96
5 DEFI 940 1,100 160 17.02
6 TRIL 77 89 12 15.58
7 BUKK 1,550 1,700 150 9.68
8 ERAA 2,150 2,350 200 9.30
9 BIMA 76 83 7 9.21
10 ALMI 292 318 26 8.90
No Code Prev Close Change %
1 KONI 308 252 -56 -18.18
2 ETWA 88 74 -14 -15.91
3 UNIT 320 270 -50 -15.62
4 IKAI 505 446 -59 -11.68
5 LPIN 1,015 910 -105 -10.34
6 ESSA 276 250 -26 -9.42
7 GOLL 82 76 -6 -7.32
8 APLI 107 100 -7 -6.54
9 BPFI 535 500 -35 -6.54
10 TOBA 2,330 2,180 -150 -6.44
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,940 2,760 -180 -6.12
2 WOOD 462 545 83 17.97
3 BMTR 540 540 0 0.00
4 ERAA 2,150 2,350 200 9.30
5 ADRO 1,905 1,950 45 2.36
6 KREN 660 655 -5 -0.76
7 PTBA 3,690 3,830 140 3.79
8 BMRI 6,800 6,675 -125 -1.84
9 PGAS 1,980 1,935 -45 -2.27
10 TLKM 3,490 3,420 -70 -2.01