Portal Berita Ekonomi Jum'at, 25 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:44 WIB. Yerusalem - Uni Eropa serukan upaya perundingan tentukan status Yerusalem.
  • 17:43 WIB. Inggris - Pangeran William akan lakukan kunjungan ke Israel dan Palestina.
  • 17:42 WIB. Malaysia - Pemerintah Malaysia akan lunasi utang 1MDB.
  • 17:41 WIB. Morgan Freeman - Morgan Freeman menyangkal lakukan aksi pelecehan seksual.
  • 17:40 WIB. Israel - Uni Eropa diminta hentikan pendanaan gerakan boikot Israel.
  • 17:39 WIB. Libya - 6 warga sipil tewas dalam serangan bom di Libya.
  • 17:38 WIB. Turki - Mike Pompeo: AS dan Turki harus menghindari bentrokan di Suriah Utara.
  • 17:37 WIB. Gunung Merapi - Merapi masuki fase letusan magmatik.
  • 17:36 WIB. Najib Razak - Polisi Malaysia sita uang sebesar $28 juta dan ratusan tas bermerek milik Najib Razak.
  • 17:35 WIB. Trump - Korsel: tidak ada nobel perdamaian untuk Donald Trump.
  • 16:45 WIB. Xiaomi - Video hands-on Xiaomi Mi 8 bocor di internet.
  • 16:44 WIB. Facebook - Facebook berikan wadah inspiratif bagi komunitas di Indonesia.
  • 16:43 WIB. LG - LG pamerkan layar OLED fleksibel transparan 77 inch pertama di dunia pada konferensi Society for Information Display (SID).
  • 16:43 WIB. Google - Google Pixel 3 dikabarkan punya layar penuh tanpa notch.
  • 16:42 WIB. Drone - DJI boyong kamera thermal anyar untuk drone ke Indonesia.

Panglima TNI: Alutsista TNI AU Belum Sesuai

Foto Berita Panglima TNI: Alutsista TNI AU Belum Sesuai
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan, kondisi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara belum sesuai dengan kebutuhan untuk mendukung operasi TNI berdasarkan eksistensi ancaman nyata, potensial, maupun hibrida.

Menurut Panglima TNI di Jakarta, Jumat (19/1/2018), kondisi itu dilihat dari kemajuan dan perkembangan teknologi pertahanan serta kondisi geografis sebagai negara kepulauan.

"Namun dengan perencanaan pembangunan kekuatan TNI Angkatan Udara yang baik tentunya secara bertahap akan dapat memenuhi target Minimum Essential Force (MEF)," kata Panglima TNI dalam amanatnya saat serah terima jabatan Kepala Staf TNI AU (KSAU) dari dirinya kepada Marsekal TNI Yuyu Sutisna di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Menurut dia, proyeksi pembangunan TNI Angkatan Udara diarahkan untuk dapat mencapai "air supremacy" atau "air superiority".

Sasaran yang ingin dicapai adalah kekuatan pemukul udara strategis untuk menghadapi dua 'trouble spots" dalam bentuk komposit yang berisi pesawat-pesawat tempur multi-role dari generasi 4,5.

Selain itu, pembangunan TNI Angkatan Udara juga diarahkan pada kemampuan mobilitas serta proyeksi kekuatan pada lingkup nasional, regional, dan global.

Ia mengatakan sistem pertahanan udara akan juga diintegrasikan dengan matra lainnya dalam suatu jaringan bertempur atau 'Network Centric Warfare".

Pada pembangunan kekuatan selanjutnya juga, kata Hadi, akan mengaplikasikan konsep berperang dengan Unmanmed Combat Aerial Vehicle (UCAV) yang berbasis satelit.

Untuk dapat menjawab tuntutan tugas tersebut, katanya, peran strategis Kepala Staf Angkatan Udara dibutuhkan. Dengan kredibilitas dan kinerja serta berbagai pengalaman yang telah Marsekal dapatkan selama penugasan, Marsekal TNI Yuyu Sutisna diyakini dapat berperan lebih optimal untuk membawa organisasi TNI Angkatan Udara menjadi semakin baik.

Menurut dia, untuk menambah alutsista TNI AU, kebijakan-kebijakan sesuai rencana strategis kedua sudah dibentuk dan disalin dalam bentuk road map renstra 2014 sampai 2019.

"Sudah saya serahkan kepada Marsekal Yuyu sehingga apa yang akan diperbuat dikoordinasi oleh Mabes TNI dan kita lanjutkan ke Menhan dalam hal terkait pemenuhan alitsista. Marsekal Yuyu tinggal melanjutkan kebijakan-kebijakan itu," kata Hadi.

TNI, kata Panglima TNI, masih menunggu kedatangan pengganti pesawat F5 yang hampir 1,5 tahun para penerbang tidak melakukan aksi terbang dengan pesawat tersebut.

"Kita juga melakukan pemenuhan radar yang saat ini baru 20 unit. Dalam renstra kedua ini, kita butuh 12 radar lagi termasuk penambahan pesawat-pesawat transport pengganti pesawat hercules. Kami merencanakan pesawat hercules gantikan dengan tipe hercules sama namun tipe akan kita tingkatkan menjadi tipe J," ujar mantan Irjen Kemhan ini.

Tag: Hadi Tjahjanto, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Panglima TNI

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Ampelsa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5975.742 29.204 583
2 Agriculture 1545.561 -3.579 19
3 Mining 1874.083 5.539 44
4 Basic Industry and Chemicals 797.876 9.669 69
5 Miscellanous Industry 1255.404 1.089 44
6 Consumer Goods 2467.513 7.000 45
7 Cons., Property & Real Estate 463.741 1.542 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1016.181 -6.306 65
9 Finance 1058.646 9.953 92
10 Trade & Service 911.636 5.660 140
No Code Prev Close Change %
1 HOME 120 156 36 30.00
2 CMPP 240 300 60 25.00
3 TRUK 430 535 105 24.42
4 SKBM 436 535 99 22.71
5 VINS 128 150 22 17.19
6 CAMP 444 520 76 17.12
7 NELY 118 134 16 13.56
8 SKYB 430 488 58 13.49
9 KBLV 540 600 60 11.11
10 NAGA 218 242 24 11.01
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 585 458 -127 -21.71
2 YPAS 790 620 -170 -21.52
3 SONA 3,200 2,750 -450 -14.06
4 RDTX 6,500 5,625 -875 -13.46
5 FREN 110 97 -13 -11.82
6 MITI 131 116 -15 -11.45
7 IDPR 900 800 -100 -11.11
8 SDMU 298 272 -26 -8.72
9 TRUS 238 218 -20 -8.40
10 CNTX 650 600 -50 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 BHIT 119 121 2 1.68
2 PGAS 2,170 2,080 -90 -4.15
3 BBRI 3,060 3,120 60 1.96
4 KREN 750 740 -10 -1.33
5 ERAA 2,730 2,730 0 0.00
6 MNCN 1,235 1,240 5 0.40
7 TARA 830 840 10 1.20
8 UNTR 36,950 37,500 550 1.49
9 TLKM 3,560 3,560 0 0.00
10 INKP 15,250 16,000 750 4.92