Portal Berita Ekonomi Kamis, 16 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:46 WIB. Jokowi - Pemerintah tidak main-main dengan aksi pencurian ikan yang dulu sering terjadi di perairan Indonesia.
  • 12:45 WIB. Jokowi - Kemiskinan berhasil ditekan dari 28,59 juta menjadi 25,95 juta.
  • 12:43 WIB. Airlangga Hartanto - Partai Golkar tetap solid dukung Jokowi-Ma'ruf Amin.
  • 12:41 WIB. Ketum Golkar - Pertemuan dengan Sandiaga Uno yakni membahas revolusi industri 4.0.
  • 12:40 WIB. Politik - Sandiaga Uno bakal bertemu khusus dengan Ketum Golkar, Airlangga Hartanto.
  • 12:39 WIB. Cak Imin - Seharusnya saya lebih kecewa dibanding Mahfud MD, sebab sudah banyak pasang iklan diberbagai wilayah.
  • 12:37 WIB. Cak Imin - Soal cawapres, semua tidak lepas dari takdir Tuhan.
  • 12:37 WIB. Cak Imin - 'Jegal-menjegal' merupakan dinamika dalam politik dan sebuah kewajaran.
  • 12:37 WIB. Cak Imin - PBNU tidak pernah mengancam Jokowi jika memilih Mahfud MD.
  • 12:32 WIB. Jokowi - Indonesia harus mampu menghadapi tantangan ketidakpastian ekonomi global.
  • 12:32 WIB. Jokowi - Pencapaian yang ada merupakan modal Indonesia menghadapi tantangan di masa depan.
  • 12:28 WIB. Jokowi - Pembangunan infrastruktur diimbangi dengan pembangunan karakter peradaban bangsa.
  • 12:28 WIB. Jokowi - Pembangunan dilakukan untuk kemajuan Indonesia.
  • 12:28 WIB. Jokowi - Indonesia bukan hanya membangun fisik, melainkan peradaban.
  • 11:40 WIB. Pertamina - Pertamina akan mengadakan touring sejauh 479,1 km di Medan.

Warga Jepang di Okinawa Tolak Kehadiran Militer AS, Kenapa Ya?

Foto Berita Warga Jepang di Okinawa Tolak Kehadiran Militer AS, Kenapa Ya?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Otoritas Jepang mengkritik militer A.S. pada hari Jumat karena melanggar janjinya untuk menghindari helikopter terbang di sebuah sekolah di sebelah pangkalannya di Okinawa, sebuah perselisihan yang langka dengan sekutu utamanya Tokyo.

Sekolah di sebelah pangkalan Futenma di pulau selatan Okinawa telah menjadi titik pusat ketidakpuasan oleh warga atas kehadiran militer A.S. di pulau itu sejak sebuah jendela jatuh dari helikopter Marinir A.S. ke taman bermain bulan lalu.

Pihak Marinir menyalahkan insiden tersebut pada personel ground yang gagal mengamankan jendela dengan benar dan berjanji untuk mencoba terbang mengelilingi sekolah di masa depan. Serangkaian insiden pesawat baru-baru ini, termasuk jendela yang jatuh dan pendaratan darurat oleh dua helikopter bulan ini, telah mendorong desakan baru di Okinawa agar Amerika dapat menutup sebagian atau seluruh basis mereka.

"Itu tidak bisa diterima. Kami ingin A.S. untuk mengatasi hal ini," tegas Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (19/1/2018).

"Kementeriannya memiliki bukti yang jelas akan adanya overflight hari Kamis, termasuk data radar dan video, yang telah diberikannya kepada Marinir dan dilepaskan ke media," ujar Onodera.

Marinir bersikeras bahwa helikopter mereka telah menghindari sekolah tersebut.

"Pilot dari penerbangan kemarin menyadari lokasi sekolah dan menghindarinya, dan Marine Corps Air Station Futenma mengkonfirmasi dengan menggunakan data pelacakan radar dan percakapan pilot bahwa tidak ada pesawat Korps Marinir yang terbang di atas sekolah kemarin," ungkap mereka dalam sebuah pernyataan.

Guru dan siswa di sekolah dasar melakukan latihan kemarin untuk mengevakuasi tempat bermain jika ada bagian pesawat yang jatuh kembali. Terletak strategis di tepi Laut Cina Timur, Okinawa menampung sekitar 30.000 personel militer A.S. yang tinggal dan bekerja di pangkalan yang mencakup seperlima pulau tersebut. Okinawa berada di bawah pendudukan A.S. sampai tahun 1972.

Tag: Dolar Amerika Serikat (AS), Amerika Serikat (AS), Korea Utara (Korut), Jepang, Shinzo Abe, Laut China Selatan, Donald Trump

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Antara/Reuters/Kim Kyung-Hoon

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5816.590 46.717 598
2 Agriculture 1592.077 88.033 19
3 Mining 1997.378 23.635 46
4 Basic Industry and Chemicals 774.066 4.001 70
5 Miscellanous Industry 1202.898 18.374 45
6 Consumer Goods 2314.885 9.200 46
7 Cons., Property & Real Estate 437.652 -1.224 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1016.194 17.287 70
9 Finance 1058.652 8.733 91
10 Trade & Service 833.087 1.148 144
No Code Prev Close Change %
1 LSIP 1,180 1,325 145 12.29
2 AALI 11,900 13,300 1,400 11.76
3 BWPT 214 238 24 11.21
4 LPIN 980 1,085 105 10.71
5 IKAI 164 180 16 9.76
6 JIHD 450 490 40 8.89
7 NICK 125 135 10 8.00
8 GZCO 65 70 5 7.69
9 MIKA 1,790 1,925 135 7.54
10 EXCL 2,730 2,920 190 6.96
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 890 700 -190 -21.35
2 IDPR 770 700 -70 -9.09
3 GMFI 228 210 -18 -7.89
4 ASBI 314 290 -24 -7.64
5 PANS 1,680 1,555 -125 -7.44
6 ACES 1,370 1,275 -95 -6.93
7 RELI 270 252 -18 -6.67
8 TIRA 136 127 -9 -6.62
9 BIPP 79 74 -5 -6.33
10 PSDN 298 280 -18 -6.04
No Code Prev Close Change %
1 PTBA 4,160 4,030 -130 -3.12
2 BBRI 3,130 3,210 80 2.56
3 TKIM 14,750 13,975 -775 -5.25
4 KREN 725 770 45 6.21
5 TLKM 3,350 3,430 80 2.39
6 BBNI 7,300 7,375 75 1.03
7 PGAS 1,815 1,840 25 1.38
8 ASII 6,825 6,975 150 2.20
9 UNTR 34,050 34,000 -50 -0.15
10 ERAA 2,730 2,650 -80 -2.93