Portal Berita Ekonomi Senin, 18 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:10 WIB. Samsung - Samsung akan umumkan Galaxy M30 pada 27 Februari di India. 
  • 09:08 WIB. Apple - Apple akan luncurkan iPhone XS dan XS Max warna merah.
  • 08:59 WIB. IHSG - Senin pagi, IHSG dibuka hijau 0,61% ke level 6.428,28 di awal sesi I.
  • 07:20 WIB. BlackBerry - Produsen BlackBerry ikutan garap ponsel layar lipat.
  • 07:11 WIB. Redmi - Redmi akan rilis ponsel berotak Snapdragon 855.
  • 07:09 WIB. Twitter - Twitter simpan DM pengguna selama bertahun-tahun.
  • 07:08 WIB. NASA - NASA gelontorkan Rp3 triliun teliti asal usul alam semesta.
  • 07:05 WIB. Amazon - Amazon investasi Rp9,8 triliun ke startup kendaraan listrik, Rivian. 
  • 06:39 WIB. Asus - Asus fokus lini gaming dan ponsel baterai berkapasitas jumbo.
  • 06:37 WIB. Kaesang - Kaesang targetkan Sang Pisang jadi unicorn lima tahun lagi.

Amankah Masa Pensiun Anda?

Foto Berita Amankah Masa Pensiun Anda?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Siapa yang tidak ingin mapan di masa tua? Siapa yang tidak ingin mapan di saat masa pensiun? Setiap orang pasti mendambakan masa tua yang mapan.

Ketika masa pensiun datang, pastinya Anda ingin melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti liburan, bermain dengan cucu, dan hal menyenangkan lain. Sebenarnya, apa sih pengertian dari pensiun? Pensiun adalah seseorang yang sudah tidak bekerja lagi karena usia sudah lanjut dan harus diberhentikan, ataupun atas nama sendiri (pensiun muda).

Seseorang yang pensiun mendapatkan hak atas dana pensiun. Tidak hanya pekerja atau karyawan yang mengalami masa pensiun, pengusaha juga akan mengalami masa pensiun atau masa di mana produktivitas menurun atau sudah tidak maksimal lagi.

Biasanya di Indonesia, pekerja akan menjalani masa pensiun di usia 55-60 tahun. Pada saat itu baru mereka akan merasakan manfaat dana pensiun. Sesuai dengan peraturan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, bukan hanya pegawai negeri sipil (PNS) yang mendapatkan hak dana pensiun, melainkan juga pekerja swasta. Perusahaan yang menaungi pekerja swasta itu mengikutsertakan karyawan ke dalam program dana pensiun lembaga keuangan.

Hasil survei mengatakan bahwa sebagian besar orang Indonesia mengalami kecemasan menghadapi masa pensiun. Berdasarkan survei Anxiety Rating Scale (ARS) yang diinisiasi ESQ, lebih dari 63% para pegawai jelang pensiun merasakan kondisi cemas sedang hingga panik. Sementara yang merasakan kecemasan ringan sebesar 37%.

Berdasarkan survei tersebut, sebesar 51% penyebab utama kecemasan berasal dari masalah emosional spiritual. Kemudian sumber kecemasan kedua yakni sebanyak 29% dari seluruh responden adalah masalah sumber keuangan. Sementara penyebab kecemasan berikutnya dengan proporsi 20% adalah penurunan tingkat kesehatan.

Meskipun banyak perusahaan yang memperkerjakan lagi karyawan mereka yang sudah pensiun, namun pada akhirnya tetap saja siap atau tidak siap setiap orang akan mengalami pensiun. Adapun, mengisi masa pensiun secara produktif dan menjadi pensiun sejahtera adalah pilihan. Salah satu cara agar kita tidak mengalami kecemasan saat masa pensiun adalah dengan mempersiapkan dana pensiun.

Berikut beberapa cara menyiapkan dana pensiun yang menyenangkan, yakni

1. Hitung Dana Pensiun

Apakah Anda pernah menghitung berapa dana pensiun yang harus dipersiapkan? Banyak sekali pasangan yang kurang sadar akan pentingnya menyiapkan dana pensiun. Apalagi bila sang suami bekerja di perusahaan BUMN atau sebagai pegawai negeri, kebanyakan mereka berpikir tidak perlu lagi menyiapkan dana pensiun. Coba hitung kembali apakah cukup dana pensiun yang diberikan perusahaan.

Ingat bahwa uang kita akan tergerus dengan inflasi yang semakin lama semakin naik. Cobalah untuk menentukan berapa dana yang dibutuhkan untuk pensiun Anda dan pasangan. Dengan begitu Anda dan pasangan dapat menyiapkan dana pensiun mulai dari sekarang.

Saat pensiun sebenarnya kita harus mengubah gaya hidup. Kalau tidak bisa mengubah gaya hidup maka kita harus menambah dana pensiun. Menyesuaikan gaya hidup artinya kita tidak boros atau hidup sederhana.

2. Berinvestasi

Masyarakat Indonesia sangat gemar memilih investasi yang aman seperti pasar uang dan pendapatan tetap, meski perputarannya tidak memberikan hasil optimal. Kalau Anda masih muda dan aktif bekerja maka pilihlah instrumen yang agresif seperti instrumen saham. Instrumen saham bisa menghasilkan return yang sangat tinggi hingga 25%. Diharapkan, ketika pensiun mendapatkan hasil optimal.

Setelah Anda berinvestasi jangan lupa untuk memantau investasi dana pensiun, akan lebih baik bila Anda mendapatkan laporan tiap bulan dari perusahaan investasi yang mengelola dana pensiun. Evaluasi berguna untuk memberikan informasi kepada Anda apakah instrumennya perlu diganti sebagian atau semuanya supaya dana pensiun yang Anda dapatkan bisa maksimal.

Sebelum anda berinvestasi maka ingatkah beberapa hal berikut ini

a. Pelajari produk

b. Kenali profil risiko Anda

c. Jangan berinvestasi pada instrumen yang tidak Anda pahami

d. Selalu disiplin untuk meyisihkan sebagian dana anda untuk berinvestasi

Ketika kita terlambat menyiapkan dana pensiun, misalkan saat ini kita berusia 40 tahun dan pensiun di usia 55 tentu cicilannya lebih berat ketimbang kita menyiapkan dana pensiun sejak usia 25 tahun.

Semakin dini kita menyiapkan dana pensiun maka cicilan semakin ringan. Semakin dekat dengan waktu pensiun maka cicilan juga semakin berat. Semakin awal semakin baik. Ketika pertama kali bekerja dan menerima gaji, seharusnya kita sudah mulai menyiapkan atau merencanakan dana pensiun. Jika semakin awal menyiapkan dana pensiun maka cicilan investasi yang kita bayarkan semakin ringan.

Tag: Meydian Eka Rini, AZ Consulting

Penulis: Meydian Eka Rini, Financial Advisor

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/M Agung Rajasa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31