Portal Berita Ekonomi Selasa, 14 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:48 WIB. Transportasi - TransJakarta siapkan dua rute gratis khusus Asian Games.
  • 22:47 WIB. Asian Games - 12 arena Asian Games 2018 di Jakarta habiskan Rp101 miliar.
  • 22:47 WIB. Daerah -¬†Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku kerepotan usai ditinggal Sandi.
  • 22:46 WIB. Politik - Maruf Amin buka peluang bertemu Rizieq Shihab di sela Haji.
  • 22:46 WIB. Daerah - Pemprov Jawa Barat lepas 200 pemeriksa hewan kurban.
  • 22:44 WIB. Trump - Omarosa: Melania tak sabar ingin ceraikan Trump.
  • 22:43 WIB. Inggris - Indonesia dan Inggris hidupkan lagi 'Partnership Forum'.
  • 22:41 WIB. Turki - Pastor AS ajukan banding di pengadilan Turki.
  • 22:40 WIB. Cyber - Indonesia gandeng Inggris perkuat keamanan siber.
  • 22:39 WIB. United States - Rusia: Sanksi AS buat hubungan bilateral renggang.
  • 22:37 WIB. Tarif AS - AS menuai lebih dari US$1,4 miliar dari tarif baja dan aluminium.
  • 22:36 WIB. Lira - Lira Turki pulih tajam terhadap dolar setelah rekor menukik.
  • 22:35 WIB. Apple - Erdogan menyebutkan Turki akan memboikot barang elektronik AS, termasuk iPhone Apple.
  • 22:28 WIB. iPhone - iPhone KW malah lebih populer di China.
  • 22:18 WIB. Telkomsel - Telkomsel bangun 108 BTS baru di NTT.

Sulsel Target Produksi 6,7 Juta Ton Gabah Kering

Foto Berita Sulsel Target Produksi 6,7 Juta Ton Gabah Kering
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya menargetkan produksi padi hingga 6,7 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2018.

Target tersebut, meningkat sekitar 11,6 persen dari capaian produksi tahun 2017 yang sebesar 6 juta ton.

Target produksi yang cukup besar tersebut, kata Syahrul, dimaksudkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan Sulsel, tetapi juga kebutuhan nasional.

"Tahun lalu saja surplus kita 2,6 juta ton beras, ini didistribusi ke provinsi lain untuk memenuhi kebutuhan mereka," kata Syahrul di Makassar, Minggu.

Sejumlah strategi, kata dia, juga telah disiapkan untuk mendukung pencapaian target tersebut. Salah satunya dengan penggunaan mesin-mesin pertanian untuk meningkatkan efisiensi di sektor ini.

Penggunaan mesin panen "mobile combine harvester" misalnya, kata dia, dapat meningkatkan hasil produksi hingga 10 persen, karena mampu menekan jumlah kehilangan hasil produksi dari 11 hingga 12 persen dengan pemanenan manual, menjadi hanya satu hingga dua persen.

Sedangkan penggunaan mesin penanam atau "rice planter", mampu mengefisienkan waktu tanam, dengan kecepatan tanam hanya empat jam per hektar.

Selain itu, pihak Pemprov Sulsel juga mendorong penggunaan bibit unggul dengan produktivitas tinggi.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sulsel Fitriani, pihaknya mendorong peningkatan indeks pertanaman hingga tiga kali setahun, atau IP 300.

"Di daerah-daerah yang irigasinya bagus ini sudah dilakukan seperti di Pinrang, dan Sidrap," ucapnya.

Saat ini, tambahnya, luas lahan baku pertanian Sulsel mencapai lebih dari 600 ribu ha, dengan luas pertanaman 1,2 juta ha.

Terkait masalah cuaca, Fitriani menjelaskan pihaknya memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) khusus yang menangani masalah iklim dan hama penyakit.

"UPT ini yang terus berkoordinasi dengan pihak BMKG (Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika) dan segera menyosialisasikan jika ada ancaman curah hujan yang terlalu tinggi di suatu daerah," jelasnya.

Informasi mengenai iklim ini, kata dia, biasanya juga disampaikan dalam tudang sipulung bersama petani untuk menentukan waktu tanam.

"Sekarang beberapa daerah sudah mulai melakukan penanaman," imbuhnya.

Pihaknya, kata dia, juga meminta petani untuk menggunakan varietas padi tahan genangan di musim penghujan ini.

Tag: Gabah Kering Panen (GKP), Beras

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5769.873 -91.373 598
2 Agriculture 1504.044 10.622 19
3 Mining 1973.743 -15.372 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.065 -19.886 70
5 Miscellanous Industry 1184.524 -40.044 45
6 Consumer Goods 2305.685 -67.033 46
7 Cons., Property & Real Estate 438.876 -4.935 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 998.907 -8.880 70
9 Finance 1049.919 -7.372 91
10 Trade & Service 831.939 -13.103 144
No Code Prev Close Change %
1 FILM 760 935 175 23.03
2 SQMI 224 274 50 22.32
3 GOLD 452 535 83 18.36
4 BYAN 16,500 19,000 2,500 15.15
5 AIMS 222 250 28 12.61
6 LMSH 555 620 65 11.71
7 DYAN 82 91 9 10.98
8 MAYA 3,510 3,890 380 10.83
9 NUSA 185 204 19 10.27
10 RODA 460 500 40 8.70
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 177 141 -36 -20.34
2 GLOB 220 180 -40 -18.18
3 PTBA 4,850 4,160 -690 -14.23
4 KPAL 635 550 -85 -13.39
5 MAPA 4,160 3,700 -460 -11.06
6 LPIN 1,095 980 -115 -10.50
7 NIPS 410 370 -40 -9.76
8 OKAS 232 210 -22 -9.48
9 DMAS 147 134 -13 -8.84
10 MIKA 1,960 1,790 -170 -8.67
No Code Prev Close Change %
1 PTBA 4,850 4,160 -690 -14.23
2 BBRI 3,140 3,130 -10 -0.32
3 TLKM 3,370 3,350 -20 -0.59
4 FILM 760 935 175 23.03
5 IMAS 2,600 2,530 -70 -2.69
6 UNVR 42,600 41,000 -1,600 -3.76
7 PGAS 1,805 1,815 10 0.55
8 BMRI 6,925 6,725 -200 -2.89
9 TARA 900 905 5 0.56
10 BBTN 2,630 2,530 -100 -3.80