Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:59 WIB. SKK Migas - Akhiri kontrak PSC tanpa proses yang tepat, SKK Migas terlibat gugatan Tata Usaha Negara.
  • 18:59 WIB. SUGI - SUGI terlibat dalam perkara gugatan perdata senilai AS$432.336.937. 
  • 18:58 WIB. SUGI - SUGI sebut Easwin Global Investment Ltd dipaksa alihkan hak milik dalam KKS Lemang
  • 18:26 WIB. ACES - Ace Hardware Indonesia buka gerai ke-24 berlokasi di Kelapa Gading pada 23/10/2018. 
  • 18:26 WIB. MDKA - MDKA berikan tiga jaminan terkait utang BSI sebesar US$200 juta.
  • 17:32 WIB. OJK - Pembekuan kegiatan usaha PT Asia Multidana telah dicabut oleh OJK.
  • 17:32 WIB. ADMF - Obligasi berkelanjutan II ADMF tahap II tahun 2013 sebesar Rp490 miliar akan jatuh tempo pada 24/10/2018. 
  • 17:09 WIB. Nissan - Nissan tawarkan harga Nissan Terra di Indonesia mulai dari Rp464 juta rupiah. 
  • 17:08 WIB. BSDE - Hermawan: Peningkatan marketing sales BSDE didukung oleh penjualan produk di segmen residensial dan strata title
  • 17:07 WIB. BSDE - Marketing sales BSDE meningkat Rp5,4 triliun atau setara 75% dari target tahun ini.
  • 16:15 WIB. Fadli Zon - Prabowo jemput Habib Rizieq bukan soal elektabilitas.
  • 13:46 WIB. Prabowo - Kekayaan kita tidak tinggal di negara.

Sulsel Target Produksi 6,7 Juta Ton Gabah Kering

Foto Berita Sulsel Target Produksi 6,7 Juta Ton Gabah Kering
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya menargetkan produksi padi hingga 6,7 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2018.

Target tersebut, meningkat sekitar 11,6 persen dari capaian produksi tahun 2017 yang sebesar 6 juta ton.

Target produksi yang cukup besar tersebut, kata Syahrul, dimaksudkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan Sulsel, tetapi juga kebutuhan nasional.

"Tahun lalu saja surplus kita 2,6 juta ton beras, ini didistribusi ke provinsi lain untuk memenuhi kebutuhan mereka," kata Syahrul di Makassar, Minggu.

Sejumlah strategi, kata dia, juga telah disiapkan untuk mendukung pencapaian target tersebut. Salah satunya dengan penggunaan mesin-mesin pertanian untuk meningkatkan efisiensi di sektor ini.

Penggunaan mesin panen "mobile combine harvester" misalnya, kata dia, dapat meningkatkan hasil produksi hingga 10 persen, karena mampu menekan jumlah kehilangan hasil produksi dari 11 hingga 12 persen dengan pemanenan manual, menjadi hanya satu hingga dua persen.

Sedangkan penggunaan mesin penanam atau "rice planter", mampu mengefisienkan waktu tanam, dengan kecepatan tanam hanya empat jam per hektar.

Selain itu, pihak Pemprov Sulsel juga mendorong penggunaan bibit unggul dengan produktivitas tinggi.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sulsel Fitriani, pihaknya mendorong peningkatan indeks pertanaman hingga tiga kali setahun, atau IP 300.

"Di daerah-daerah yang irigasinya bagus ini sudah dilakukan seperti di Pinrang, dan Sidrap," ucapnya.

Saat ini, tambahnya, luas lahan baku pertanian Sulsel mencapai lebih dari 600 ribu ha, dengan luas pertanaman 1,2 juta ha.

Terkait masalah cuaca, Fitriani menjelaskan pihaknya memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) khusus yang menangani masalah iklim dan hama penyakit.

"UPT ini yang terus berkoordinasi dengan pihak BMKG (Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika) dan segera menyosialisasikan jika ada ancaman curah hujan yang terlalu tinggi di suatu daerah," jelasnya.

Informasi mengenai iklim ini, kata dia, biasanya juga disampaikan dalam tudang sipulung bersama petani untuk menentukan waktu tanam.

"Sekarang beberapa daerah sudah mulai melakukan penanaman," imbuhnya.

Pihaknya, kata dia, juga meminta petani untuk menggunakan varietas padi tahan genangan di musim penghujan ini.

Tag: Gabah Kering Panen (GKP), Beras

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,074.00 4,032.94
British Pound GBP 1.00 19,818.76 19,620.15
China Yuan CNY 1.00 2,204.27 2,182.35
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,284.00 15,132.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,804.26 10,693.78
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,949.96 1,930.55
Dolar Singapura SGD 1.00 11,068.95 10,958.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,521.58 17,341.27
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,674.92 3,634.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,578.54 13,439.91

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5797.891 -42.544 610
2 Agriculture 1554.747 -15.585 20
3 Mining 1891.500 -26.913 47
4 Basic Industry and Chemicals 751.139 -6.438 70
5 Miscellanous Industry 1262.855 10.567 45
6 Consumer Goods 2461.265 -8.778 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.289 -1.746 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1043.222 -21.394 70
9 Finance 1042.692 -8.059 91
10 Trade & Service 784.869 -3.611 147
No Code Prev Close Change %
1 MPRO 314 392 78 24.84
2 MLPT 745 900 155 20.81
3 MFMI 700 840 140 20.00
4 SKYB 159 190 31 19.50
5 KPAL 402 478 76 18.91
6 RELI 228 258 30 13.16
7 PBSA 690 760 70 10.14
8 NOBU 950 1,040 90 9.47
9 BAYU 2,470 2,700 230 9.31
10 GJTL 635 690 55 8.66
No Code Prev Close Change %
1 IBFN 400 300 -100 -25.00
2 AMAG 358 270 -88 -24.58
3 TRIO 226 184 -42 -18.58
4 SKRN 1,225 1,030 -195 -15.92
5 YPAS 725 610 -115 -15.86
6 MINA 585 520 -65 -11.11
7 DUCK 1,590 1,440 -150 -9.43
8 DART 294 268 -26 -8.84
9 TFCO 600 550 -50 -8.33
10 HDFA 128 118 -10 -7.81
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 362 356 -6 -1.66
2 BMTR 334 334 0 0.00
3 PGAS 2,340 2,350 10 0.43
4 BHIT 79 79 0 0.00
5 LPPF 5,025 4,990 -35 -0.70
6 MNCN 775 780 5 0.65
7 PTBA 4,610 4,510 -100 -2.17
8 BBCA 23,150 22,950 -200 -0.86
9 GJTL 635 690 55 8.66
10 KPIG 138 139 1 0.72