Portal Berita Ekonomi Kamis, 22 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:28 WIB. Taksi Online - Sony Corp berencana membentuk perusahaan patungan dengan enam operator taksi di Jepang.
  • 06:26 WIB. New York - The dollar last traded up 0.12 percent at 89.83 on Wednesday (21/2), after hitting a one-week high of 89.998 earlier in the session.
  • 06:25 WIB. New York - West Texas Intermediate crude (WTI) futures fell 11 cents, or 0.2 percent, to end at $61.68 a barrel on Wednesday (21/2).
  • 06:24 WIB. London - Brent crude futures settled 17 cents, or 0.3 percent, higher at $65.42 a barrel on Wednesday (21/2), after trading between $64.40 and $65.53.
  • 06:23 WIB. New York - The tech-rich Nasdaq Composite Index dipped 16.08 points (0.22 per cent) to 7,218.23 on Wednesday (21/2).
  • 06:22 WIB. New York - The broad-based S&P 500 shed 14.93 points (0.55 per cent) to end the session at 2,701.33 on Wednesday (21/2).
  • 06:21 WIB. New York - The Dow Jones Industrial Average lost 166.97 points (0.67 per cent) to close at 24,797.78 on Wednesday (21/2).
  • 06:19 WIB. Jasindo - Jasindo mencatat pembayaran klaim Asuransi Usaha Tani Padi sebesar Rp145 miliar pada 2017.
  • 06:17 WIB. Kemenperin - Kemenperin mendorong transaksi daring dari para IKM dapat meningkat hingga tiga kali lipat pada tahun ini.
  • 06:17 WIB. Impor - Kementerian Perdagangan memastikan impor beras akan terus berlanjut.
  • 06:15 WIB. Obligasi - Angkasa Pura I berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp6 triliun pada kuartal IV-2018.
  • 06:15 WIB. Smelter - Eramet SA masih berdiskusi dengan Pemda Maluku Utara terkait rencana pembangunan smelter nikel.
  • 06:13 WIB. Kelapa Sawit - Kementan meminta produsen benih menyelesaikan proses transplanting sebelum akhir Maret 2018.
  • 06:12 WIB. Wokee - Bank Bukopin membidik tambahan raihan fee based income mencapai Rp30 miliar melalui Wokee.

Kenapa Warga China Ogah Punya Anak?

Foto Berita Kenapa Warga China Ogah Punya Anak?
Warta Ekonomi.co.id, Beijing -

Warga China masih enggan memiliki dua anak untuk mendukung kebijakan pemerintah setempat mengatasi kesenjangan demografi dengan berbagai alasan.

"Merawat satu anak saja butuh perjuangan dan berbiaya besar. Kami tidak punya rencana menambah anak lagi," kata Liu, warga Beijing, Senin (22/1/2018).

Liu dan istrinya sama-sama bekerja. Anak semata wayangnya kini duduk di bangku kelas I sekolah menengah atas. Meskipun masih dalam usia produktif, pasangan suami-istri tersebut beralasan bahwa menambah anak membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Biro Statistik Nasional China (NBS) menyebutkan angka kelahiran selama 2017 mencapai 17,23 juta jiwa atau lebih rendah 630 ribu dibandingkan 2016 yang mencapai 17,86 juta jiwa. Angka tersebut di luar prediksi pemerintah yang memperkirakan pada 2030 jumlah populasi bakal bertambah dari 1,39 miliar jiwa menjadi 1,45 miliar jiwa.

"Menurunnya angka kelahiran bayi pada 2017 mengindikasikan berakhirnya era ledakan bayi yang dipicu oleh kebijakan pemerintah China mengampanyekan dua anak. Sangat mungkin penurunan angka kelahiran ini akan berlanjut hingga tahun-tahun mendatang," kata He Yafu, peneliti demografi China, sebagaimana dikutip Beijing News.

China mengakhiri kebijakan satu anak yang berlangsung lama setelah pada 2015 pemerintah setempat mengizinkan semua pasangan suami-istri memiliki dua anak untuk mengatasi persoalan kesenjangan demografi, terutama melonjaknya jumlah penduduk berusia senja dan tidak adanya keseimbangan antargender.

Kebijakan tersebut sempat diikuti dengan kenaikan angka kelahiran sekitar 7,9 persen pada 2016. Namun setelah itu turun lagi. Data NBS juga menunjukkan bahwa sekitar 45 persen kelahiran bayi pada 2016 berasal dari keluarga yang sudah memiliki seorang anak, namun kelahiran bayi pertama pada tahun pertama perkawinan di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu juga tinggi.

NBS setuju dengan pernyataan Liu bahwa tingginya biaya menghidupi sang anak menjadi salah satu faktor penghambat keinginan pasangan muda memiliki anak lagi. Menurut Caixin.com, biaya rata-rata perawatan anak dalam satu tahun di beberapa kota besar di China berkisar antara 20.000 RMB hingga 30.000 RMB (Rp40 juta hingga Rp60 juta).

Para pengamat mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan yang lebih mudah dipatuhi masyarakat untuk meningkatkan angka kelahiran, misalnya insentif pajak atau subsidi langsung kepada pasangan suami-istri.

"Subsidi kelahiran harus segera diberlakukan. Ingat, meningkatnya penduduk berusia senja sudah tidak bisa dibendung lagi. Saat ini sudah sangat terlambat untuk meningkatkan angka kelahiran," kata Prof Liang Jianzhang dari Peking University sebagaimana dikutip People's Daily.

Tag: China (Tiongkok)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Reuters/Jason Lee

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,639.71 3,603.35
British Pound GBP 1.00 19,103.18 18,908.79
China Yuan CNY 1.00 2,152.05 2,130.60
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,650.00 13,514.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,753.47 10,639.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,744.57 1,727.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,355.03 10,247.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,842.74 16,672.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,496.41 3,458.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,681.16 12,552.48

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6643.400 -19.476 572
2 Agriculture 1668.809 20.811 19
3 Mining 2008.314 22.080 44
4 Basic Industry and Chemicals 761.066 2.970 69
5 Miscellanous Industry 1368.989 -17.055 43
6 Consumer Goods 2837.898 -13.003 47
7 Cons., Property & Real Estate 538.221 -6.696 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1173.358 2.504 62
9 Finance 1218.657 -5.065 90
10 Trade & Service 944.811 -5.448 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 50 67 17 34.00
2 DEWA 50 65 15 30.00
3 BMSR 188 228 40 21.28
4 BOSS 935 1,120 185 19.79
5 AKPI 720 820 100 13.89
6 TRUS 300 338 38 12.67
7 AGRS 620 695 75 12.10
8 TIRA 252 280 28 11.11
9 MBAP 3,650 3,960 310 8.49
10 INRU 900 975 75 8.33
No Code Prev Close Change %
1 TALF 430 344 -86 -20.00
2 JSPT 2,110 1,710 -400 -18.96
3 ATIC 775 665 -110 -14.19
4 MFMI 710 615 -95 -13.38
5 VICO 312 272 -40 -12.82
6 BPFI 715 625 -90 -12.59
7 IKAI 404 354 -50 -12.38
8 BRNA 1,330 1,190 -140 -10.53
9 TRST 430 396 -34 -7.91
10 WOMF 266 246 -20 -7.52
No Code Prev Close Change %
1 ENRG 262 268 6 2.29
2 DEWA 50 65 15 30.00
3 MEDC 1,275 1,365 90 7.06
4 BUMI 328 340 12 3.66
5 IKAI 404 354 -50 -12.38
6 BRMS 85 90 5 5.88
7 GDST 93 92 -1 -1.08
8 PGAS 2,630 2,720 90 3.42
9 BMTR 650 655 5 0.77
10 ELTY 50 50 0 0.00