Portal Berita Ekonomi Selasa, 25 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:51 WIB. PLN - PMN untuk PLN tahun depan hanya sebesar Rp6,5 triliun.
  • 11:48 WIB. MUF - Mandiri Utama Finance salurkan pembiayaan Rp5,01 triliun hingga Agustus 2018.
  • 11:46 WIB. PEP - PEP Asset 5, melaksanakan MWT ke area PEP Asset 5 Tarakan Field di Sembakung.
  • 06:00 WIB. BNI - BNI berupaya menahan tren penurunan net interest margin.
  • 05:59 WIB. Pelindo IV - Pelindo IV perkuat sinergitas dengan 4 Pemprov di timur.
  • 05:58 WIB. Garuda - Garuda akan melakukan penyesuaian rute penerbangan dalam pelaksanaan IMF - WB.
  • 05:56 WIB. Garuda - Garuda mempersiapkan 10 penerbangan tambahan guna mendukung pelaksanaan IMF - WB.
  • 05:54 WIB. PTBA - PTBA belum menjual kuota DMO pada perusahaan-perusahaan yang tidak dapat memenuhi kuota aturan DMO. 
  • 05:54 WIB. PTBA - Pada penutupan perdagangan Senin (24/9), harga saham PTBA tercatat melemah 50 poin atau 1,2% ke level Rp4.120.
  • 05:53 WIB. PTBA - PTBA berhasil membukukan produksi sebesar 16,5 juta ton.

Amerika Shutdown, Bos Bursa PD Tak Berdampak ke Pasar Modal

Foto Berita Amerika Shutdown, Bos Bursa PD Tak Berdampak ke Pasar Modal
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Berhentinya layanan publik di Amerika Serikat alias shutdown, setelah Senat gagal mencapai kesepakatan terkait RUU anggaran belanja darurat, dianggap tidak akan berdampak langsung ke pasar modal domestik meski harus diwaspadai pelemahan kinerja ekspor Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama BEI, Tito Sulistio dalam acara MNC Sekuritas: Investor Gathering & Corporate Forum 2018 di Jakarta, Senin (22/1/2018).

"Kalau shutdown di AS hanya berlangsung satu sampai dua pekan maka secara historis kondisi tersebut tidak akan berdampak buruk ke pasar modal kita," ujarnya.

Tito pun berkaca kepada capaian kapitalisasi pasar di BEI hingga akhir pekan kemarin mencapai Rp7.210,08 triliun. Dengan begitu, pasar modal domestik memiliki kekuatan sendiri dalam menghadapi shutdown-nya pemerintah AS tersebut.

Menurut Tito, nilai kapitalisasi pasar BEI sebesar Rp7.210 triliun itu belum termasuk dana yang ada pada instrumen obligasi mencapai Rp2.000 triliun.

"Kami rasa shutdown AS paling lama 18 hari, tetapi market cap kita masih kuat yang hampir Rp7.250 triliun. Kekuatan pasar saham kita juga tercermin dari rata-rata transaksi harian yang sudah mencapai Rp8,9 triliun (per akhir pekan kemarin)," terangnya.

Dia menambahkan, para investor domestik tidak perlu mengkhawatirkan besaran aksi jual investor asing di 2017 yang mencapai Rp40 triliun karena pelarian dana tersebut hanya sebagian kecil nilai keuntungan yang diambil dari pasar modal.

"Yang menariknya, net sell asing itu justru yang diambil oleh investor domestik sehingga iHSG di akhir 2017 menguat 20 persen," jelasnya.

Akan tetapi, Tito berpendapat apabila shutdown pemerintah AS memakan waktu lama,  akan berdampak pada kinerja ekspor Indonesia lantaran dolar AS berpotensi untuk melanjutkan tren depresiasi terhadap rupiah.

"Ekspor kita memang sekarang sedang menguat, tetapi rupiah kita juga terus menguat," tukasnya.

Tag: Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,983.31 3,943.74
British Pound GBP 1.00 19,541.71 19,346.63
China Yuan CNY 1.00 2,185.44 2,163.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,939.00 14,791.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,865.13 10,756.02
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,913.10 1,894.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,936.31 10,826.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,538.39 17,361.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.57 3,575.30
Yen Jepang JPY 100.00 13,268.50 13,135.88

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5882.220 -75.524 602
2 Agriculture 1567.510 -18.297 20
3 Mining 1923.474 -30.574 46
4 Basic Industry and Chemicals 812.308 -9.658 71
5 Miscellanous Industry 1220.729 -18.367 45
6 Consumer Goods 2451.723 -39.686 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.474 -0.498 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1011.546 -15.717 69
9 Finance 1063.252 -12.488 91
10 Trade & Service 821.082 -8.768 145
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 660 825 165 25.00
2 INAF 3,220 4,020 800 24.84
3 NIKL 2,270 2,830 560 24.67
4 PANI 382 476 94 24.61
5 GOLD 498 570 72 14.46
6 TOPS 730 820 90 12.33
7 SKBM 452 498 46 10.18
8 BIKA 175 189 14 8.00
9 LPIN 1,125 1,205 80 7.11
10 LMSH 645 690 45 6.98
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 254 210 -44 -17.32
2 CANI 210 181 -29 -13.81
3 BKSW 200 173 -27 -13.50
4 BKDP 84 73 -11 -13.10
5 TFCO 840 730 -110 -13.10
6 KPAL 570 496 -74 -12.98
7 AIMS 200 176 -24 -12.00
8 LAND 1,440 1,270 -170 -11.81
9 SAME 560 505 -55 -9.82
10 MYTX 133 120 -13 -9.77
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 254 210 -44 -17.32
2 BMTR 412 420 8 1.94
3 BHIT 87 90 3 3.45
4 KPIG 680 690 10 1.47
5 LAND 1,440 1,270 -170 -11.81
6 BBRI 3,120 3,010 -110 -3.53
7 IMAS 1,970 2,070 100 5.08
8 BCAP 300 300 0 0.00
9 ANTM 820 800 -20 -2.44
10 UNTR 33,300 32,450 -850 -2.55