Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:13 WIB. Nasional - Darmin: Moratorium izin hutan sawit untuk pembenahan.
  • 18:12 WIB. Hukum - Menteri Agraria sebut perizinan Meikarta hanya 84 hektare.
  • 18:12 WIB. Nasional - Mendagri: Dana kelurahan beda dengan dana desa.
  • 18:12 WIB. Nasional - Jokowi dan Said Aqil masuk 50 tokoh muslim berpengaruh.
  • 18:11 WIB. Nasional - Ketua MPR tekankan pentingnya mempererat persatuan.
  • 17:09 WIB. Bursa - WSKT tingkatkan modal WTR hingga Rp2,5 triliun per tanggal 17/10/2018. 
  • 17:06 WIB. CIMB - Dato' Sri Zafrul Tengku Abdul Aziz resmi undur diri sebagai Presiden Komisaris BNGA. 
  • 17:02 WIB. Bursa - Tagihan senilai Rp372 miliar dialihkan HDFA ke KKM. 
  • 16:23 WIB. BTPN - Meningkat 19%, BTPN kantongi laba bersih senilai Rp1,62 triliun. 
  • 16:23 WIB. BTPN - Kenaikan penyaluran kredit dan penurunan biaya operasional picu kenaikan laba bersih triwulan III-2018 sebesar 19%.
  • 16:12 WIB. Xiaomi - Xiaomi luncurkan ponsel gaming terbaru pada 23 Oktober.
  • 16:11 WIB. Invisee - PT NSI hadirkan Inivsse, aplikasi marketplace khusus produk investasi.
  • 16:10 WIB. WhatsApp - WhatsApp bikin fitur bungkam pesan selama liburan.
  • 16:09 WIB. Indosat - Chris Kanter ingin bawa Indosat jadi operator seluler terbesar kedua di Indonesia.
  • 16:09 WIB. Vertu - Vertu eksis lagi dengan merilis ponsel seharga Rp78 juta.

Bangladesh Nyatakan Upaya Repatriasi Rohingya ke Myanmar Ditunda

Foto Berita Bangladesh Nyatakan Upaya Repatriasi Rohingya ke Myanmar Ditunda
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bangladesh menyatakan telah menunda upaya repatriasi pengungsi Muslim Rohingya ke Myanmar, yang akan dimulai pada hari Selasa (23/1/2018), karena proses penyusunan dan verifikasi daftar orang yang akan dikirim kembali tidak lengkap, seorang pejabat senior Bangladesh mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Keputusan tersebut muncul saat ketegangan meningkat di kamp-kamp yang menampung ratusan ribu pengungsi, beberapa di antaranya menentang pemindahan mereka kembali ke Myanmar karena kurangnya jaminan keamanan.

Myanmar sepakat pada awal bulan ini untuk menerima pengungsi Rohingya di dua pusat penerimaan pengungsi pada sebuah kamp sementara di dekat perbatasannya dengan Bangladesh dalam periode dua tahun dimulai pada Selasa (23/1/2018). Pihak berwenang mengatakan pemulangan akan bersifat sukarela.

Namun Abul Kalam, komisaris bantuan dan rehabilitasi pengungsi Bangladesh, mengatakan pada hari Senin bahwa upaya repatriasi harus ditunda. Dirinya tidak segera memberikan tanggal baru tentang upaya repatriasi bisa dimulai.

"Ada banyak hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu," ungkapnya melalui telepon, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (22/1/2018).

"Daftar orang yang akan dikirim kembali belum disiapkan, verifikasi dan pemasangan kamp transit masih ada," ungkapnya.

Lebih dari 655.500 Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh setelah sebuah tindakan keras oleh militer Myanmar di bagian utara negara bagian Rakhine dalam menanggapi serangan militan terhadap pasukan keamananannya pada (25/8/2017) lalu. Perserikatan Bangsa-Bangsa menggambarkan operasi militer tersebut sebagai pembersihan etnis Rohingya, yang kemudian dibantah dengan keras oleh pemerintah Myanmar. Myanmar mengatakan siap untuk mengembalikan kembali pengungsi Rohingya dari Bangladesh.

"Kami siap menerima mereka begitu mereka memutuskan untuk kembali. Bagian kita, persiapannya sudah siap," Ko Ko Naing, Direktur Jenderal Kementerian Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Permukiman Kembali Myanmar, mengatakan kepada Reuters melalui telepon.

Dia menolak berkomentar mengenai apakah Bangladesh telah menginformasikan Myanmar mengenai penundaan tersebut. Di kamp pengungsi Palongkhali, di dekat sungai Naf yang menandai perbatasan antara kedua negara, sekelompok pemimpin Rohingya berkumpul Senin pagi dengan sebuah loudspeaker dan sebuah spanduk berisi satu set permintaan untuk kembali ke Myanmar.

Ini termasuk jaminan keamanan, pemberian kewarganegaraan dan pengakuan kelompok tersebut dalam daftar etnis minoritas Myanmar. Rohingya juga meminta agar rumah, masjid dan sekolah yang terbakar atau rusak dalam operasi militer dibangun kembali.

Pejabat angkatan darat Bangladesh tiba di tempat demonstrasi tersebut dan membubarkan kerumunan yang berjumlah 300 orang. Saksi mata mengatakan bahwa mereka melihat tentara mengambil salah satu pemimpin Rohingya yang sedang memegang spanduk. Juru bicara militer Bangladesh Rashedul Hasan mengatakan bahwa dia belum menerima informasi apapun tentang sebuah demonstrasi dari kamp-kamp pengungsian pagi ini, namun dia mengatakan bahwa dia berusaha untuk mencari tahu lebih lanjut.

Tag: Aung San Suu Kyi, Myanmar, Bangladesh, Cox's Bazar, Bangladesh, Sheikh Hasina, Rohingya, Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), Krisis Kemanusiaan Rohingya, Muslim Rohingya, Rakhine

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Mohammad Ponir Hossain

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46