Portal Berita Ekonomi Minggu, 25 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:32 WIB. Star Wars - Disney kabarnya kurang sreg dengan game Star Wars Electronic Arts (EA).
  • 17:31 WIB. Sony - Selain smartphone, di MWC 2018 Sony akan pamer game augmented reality (AR) Ghostbusters.
  • 17:29 WIB. Alcatel -  Dibanderol 100 euro atau sekitar Rp1,6 juta, 1X direncanakan akan dirilis April secara global.
  • 17:28 WIB. Alcatel - Smartphone 1X buatan Alcatel didapuk jadi samrtphone pertama Android Go di MWC 2018.
  • 17:27 WIB. LG - LG umumkan smartphone baru LG V30S ThinQ di ajang Mobile World Congress (MWC) 2018.
  • 17:18 WIB. Amerika Seirkat - Survei terhadap 4.201 orang tua di AS ungkap 47% dari mereka merasa anaknya kecanduan perangkat mobile.
  • 17:17 WIB. Smartphone - Penjualan smartphone secara global pada kuartal keempat 2017 turun 5,6% dibanding periode yang sama pada tahun lalu.
  • 17:16 WIB. Google - Fitur Google Lens di ponsel Google Pixel nantinya akan tersedia di semua merek smartphone.
  • 17:15 WIB. Sony - Diperkirakan Xperia XZ2 Compact juga akan diluncurkan bersamaan dengan XZ2 dan XZ2 Pro.
  • 17:15 WIB. Sony - Xperia XZ2 Pro diperkirakan tiba di pasaran pada Juni dengan harga sekitar 6.000 Yuan (Rp12,9 juta).
  • 17:14 WIB. Sony - Sony bakal rilis duo Xperia anyar, Xperia XZ2 dan Xperia XZ2 Compact, di Mobile World Congress 2018.
  • 17:13 WIB. Energizer - Energizer siap luncurkan smartphone Power Max P16K Pro yang dibekali baterai 16.000mAh.
  • 15:44 WIB. KKP - KKP berencana menebar benih ikan dan menaruh beberapa angsa hias di Danau Sunter.
  • 15:43 WIB. Yamaha - Yamaha Indonesia akan membuka pemesanan inden melalui online untuk Yamaha Lexi pada April 2018.
  • 14:08 WIB. Politik - Anies mengaku tidak bahas soal air keras saat bertemu Novel.

Bangladesh Nyatakan Upaya Repatriasi Rohingya ke Myanmar Ditunda

Foto Berita Bangladesh Nyatakan Upaya Repatriasi Rohingya ke Myanmar Ditunda
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bangladesh menyatakan telah menunda upaya repatriasi pengungsi Muslim Rohingya ke Myanmar, yang akan dimulai pada hari Selasa (23/1/2018), karena proses penyusunan dan verifikasi daftar orang yang akan dikirim kembali tidak lengkap, seorang pejabat senior Bangladesh mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Keputusan tersebut muncul saat ketegangan meningkat di kamp-kamp yang menampung ratusan ribu pengungsi, beberapa di antaranya menentang pemindahan mereka kembali ke Myanmar karena kurangnya jaminan keamanan.

Myanmar sepakat pada awal bulan ini untuk menerima pengungsi Rohingya di dua pusat penerimaan pengungsi pada sebuah kamp sementara di dekat perbatasannya dengan Bangladesh dalam periode dua tahun dimulai pada Selasa (23/1/2018). Pihak berwenang mengatakan pemulangan akan bersifat sukarela.

Namun Abul Kalam, komisaris bantuan dan rehabilitasi pengungsi Bangladesh, mengatakan pada hari Senin bahwa upaya repatriasi harus ditunda. Dirinya tidak segera memberikan tanggal baru tentang upaya repatriasi bisa dimulai.

"Ada banyak hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu," ungkapnya melalui telepon, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (22/1/2018).

"Daftar orang yang akan dikirim kembali belum disiapkan, verifikasi dan pemasangan kamp transit masih ada," ungkapnya.

Lebih dari 655.500 Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh setelah sebuah tindakan keras oleh militer Myanmar di bagian utara negara bagian Rakhine dalam menanggapi serangan militan terhadap pasukan keamananannya pada (25/8/2017) lalu. Perserikatan Bangsa-Bangsa menggambarkan operasi militer tersebut sebagai pembersihan etnis Rohingya, yang kemudian dibantah dengan keras oleh pemerintah Myanmar. Myanmar mengatakan siap untuk mengembalikan kembali pengungsi Rohingya dari Bangladesh.

"Kami siap menerima mereka begitu mereka memutuskan untuk kembali. Bagian kita, persiapannya sudah siap," Ko Ko Naing, Direktur Jenderal Kementerian Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Permukiman Kembali Myanmar, mengatakan kepada Reuters melalui telepon.

Dia menolak berkomentar mengenai apakah Bangladesh telah menginformasikan Myanmar mengenai penundaan tersebut. Di kamp pengungsi Palongkhali, di dekat sungai Naf yang menandai perbatasan antara kedua negara, sekelompok pemimpin Rohingya berkumpul Senin pagi dengan sebuah loudspeaker dan sebuah spanduk berisi satu set permintaan untuk kembali ke Myanmar.

Ini termasuk jaminan keamanan, pemberian kewarganegaraan dan pengakuan kelompok tersebut dalam daftar etnis minoritas Myanmar. Rohingya juga meminta agar rumah, masjid dan sekolah yang terbakar atau rusak dalam operasi militer dibangun kembali.

Pejabat angkatan darat Bangladesh tiba di tempat demonstrasi tersebut dan membubarkan kerumunan yang berjumlah 300 orang. Saksi mata mengatakan bahwa mereka melihat tentara mengambil salah satu pemimpin Rohingya yang sedang memegang spanduk. Juru bicara militer Bangladesh Rashedul Hasan mengatakan bahwa dia belum menerima informasi apapun tentang sebuah demonstrasi dari kamp-kamp pengungsian pagi ini, namun dia mengatakan bahwa dia berusaha untuk mencari tahu lebih lanjut.

Tag: Aung San Suu Kyi, Myanmar, Bangladesh, Cox's Bazar, Bangladesh, Sheikh Hasina, Rohingya, Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), Krisis Kemanusiaan Rohingya, Muslim Rohingya, Rakhine

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Mohammad Ponir Hossain

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00