Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:17 WIB. 2G - Rudiantara: Tinggal tunggu waktunya jaringan 2G dimatikan.
  • 06:15 WIB. AMD - AMD luncurkan Ryzen Threadripper 2 yang diklaim sebagai prosesor desktop terkuat di dunia.
  • 06:06 WIB. Apple - Apple hapus aplikasi judi di App Store di China.
  • 21:58 WIB. KAI - Penjualan tiket "Promo Merdeka" KAI di Sumut terjual 1.550 kursi atau 93%.
  • 21:35 WIB. Kesehatan - MUI segera terbitkan keputusan soal vaksin MR.
  • 21:35 WIB. Nasional - Kemenpan RB gandeng BSSN untuk amankan E-Gov.
  • 21:35 WIB. Daerah - Mensos: Pusat dukung penuh penanganan gempa Lombok
  • 21:35 WIB. Finansial - Mensos: Ekonomi keumatan selaras dengan tugas kementerian.
  • 21:34 WIB. Nasional - Presiden Jokowi siapkan Inpres terkait gempa Lombok.
  • 21:33 WIB. Politik - Seskab: Menteri tim sukses Jokowi-Maruf tidak boleh orasi tapi cukup fokus bekerja.
  • 21:32 WIB. Daerah - Kapolri: Persoalan Papua adalah pembangunan ekonomi.
  • 21:32 WIB. Politik - Ketua Tim Kampanye Jokowi-Maruf belum ditentukan.
  • 21:31 WIB. Hukum - Ketum PPP tidak penuhi panggilan KPK.
  • 21:31 WIB. Hukum - Bawaslu akan kirimkan panggilan kedua kepada Andi Arief.
  • 21:31 WIB. Daerah - 1.084 hektare lahan Kalsel terbakar.

Masyarakat Bisa Danai Proyek Infrastruktur Lewat Koperasi

Foto Berita Masyarakat Bisa Danai Proyek Infrastruktur Lewat Koperasi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pengamat perkoperasian dari Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Koperasi (LEPEK) Suroto menyarankan agar Pemerintah mengembangkan skema investasi infrastruktur melalui koperasi.

"Ini bagus kalau kita mengusulkan kepada Pemerintah sebuah skema investasi infrastruktur dengan pola koperasi," kata Suroto yang juga Ketua Umum Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (Akses) di Jakarta, Senin.

Secara khusus ia menyarankan didirikannya koperasi infrastruktur Indonesia dan mengajak masyarakat bergabung di dalamnya. Masyarakat dapat diedukasi untuk bergabung, salah satunya melalui kampanye tentang profil proyek infrastruktur secara terbuka.

"Lalu berikan hitungan prospektus bisnisnya. Kemudian koperasi menerbitkan kupon investasi," katanya.

Setiap lembar kuponnya, kata dia, dibuat dengan nilai sekecil-kecilnya agar masyarakat dapat berpartisipasi secara luas misalnya seharga Rp10.000 per kupon.

"Proyek infrastruktur ini margin keuntunganya bisa sampai 35 persen. Nah, anggaplah karena infrastruktur itu untuk kepentingan masyarakat sendiri masyarakat maka masyarakat melalui koperasi cukup mengambil keuntungan 10 persen saja, 25 persennya dijadikan 'reserve fund' untuk investasi di sektor pangan yang akan dikelola koperasi," katanya.

Selain itu, bagi masyarakat kecil juga dapat dibuka aksesnya untuk pinjaman melalui skema KUR (Kredit Usaha Rakyat) sehingga dapat turut berinvestasi dan koperasi dapat bertindak sebagai avalis.

Suroto menyarankan model pengembangan investasi infrastruktur berbasis koperasi karena dianggapnya banyak memiliki keunggulan.

Menurut dia, investasi yang melibatkan koperasi tersebut di antaranya akan mampu menjaga kualitas proyek dengan melibatkan masyarakat sebagai penerima manfaat proyek, sebagai pemilik dan pengontrol proyek.

"Ini juga akan mendorong investasi masyarakat kecil untuk terlibat dalam proyek besar sehingga mewujudkan pemerataan ekonomi, meningkatkan daya beli masyarakat, dan meminimalisasi kesenjangan ekonomi yang terjadi dalam skema pengerjaan proyek infrastruktur selama ini," katanya.

Tag: Suroto, Infrastruktur

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5892.192 108.394 599
2 Agriculture 1588.944 4.751 20
3 Mining 2014.336 48.471 46
4 Basic Industry and Chemicals 803.050 21.046 70
5 Miscellanous Industry 1263.593 43.399 45
6 Consumer Goods 2363.210 31.896 46
7 Cons., Property & Real Estate 439.284 6.072 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1012.787 14.681 70
9 Finance 1060.303 19.100 91
10 Trade & Service 846.847 15.397 144
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10