Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:09 WIB. Bursa - WSKT tingkatkan modal WTR hingga Rp2,5 triliun per tanggal 17/10/2018. 
  • 17:06 WIB. CIMB - Dato' Sri Zafrul Tengku Abdul Aziz resmi undur diri sebagai Presiden Komisaris BNGA. 
  • 17:02 WIB. Bursa - Tagihan senilai Rp372 miliar dialihkan HDFA ke KKM. 
  • 16:23 WIB. BTPN - Meningkat 19%, BTPN kantongi laba bersih senilai Rp1,62 triliun. 
  • 16:23 WIB. BTPN - Kenaikan penyaluran kredit dan penurunan biaya operasional picu kenaikan laba bersih triwulan III-2018 sebesar 19%.
  • 16:12 WIB. Xiaomi - Xiaomi luncurkan ponsel gaming terbaru pada 23 Oktober.
  • 16:11 WIB. Invisee - PT NSI hadirkan Inivsse, aplikasi marketplace khusus produk investasi.
  • 16:10 WIB. WhatsApp - WhatsApp bikin fitur bungkam pesan selama liburan.
  • 16:09 WIB. Indosat - Chris Kanter ingin bawa Indosat jadi operator seluler terbesar kedua di Indonesia.
  • 16:09 WIB. Vertu - Vertu eksis lagi dengan merilis ponsel seharga Rp78 juta.
  • 16:08 WIB. Twitter - Twitter akan beri notofikasi pada akun yang kicauannya melanggar aturan.
  • 16:08 WIB. Apple - Apple minta maaf atas pencurian uang lewat Apple ID di China.
  • 16:07 WIB. Youtube - Pengguna Android bisa jajal fitur Youtube sebelum resmi meluncur.
  • 15:56 WIB. Grab - Mantan karyawan Amazon dan NASA, Mark Porter jadi CTO transportasi Grab.
  • 14:33 WIB. UMKM -  LPDB-KUMKM sejak 2008 hingga saat ini telah menyalurkan dana bergulir lebih dari Rp8,5 triliun kepada lebih dari 1juta pelaku UKM.

Bulog: Kuota Beras Sejahtera di Sulselbar Capai 47 Ribu Ton

Foto Berita Bulog: Kuota Beras Sejahtera di Sulselbar Capai 47 Ribu Ton
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -
Kepala Perum Bulog Divre Sulselbar, Dindin Syamsuddin, menyatakan kuota bantuan sosial (bansos) beras sejahtera di wilayahnya mencapai 47 ribu ton pada 2018. Jumlah itu terbilang cukup besar, tapi menurun drastis dibandingkan alokasi pada tahun lalu yang menembus 88 ribu ton. 
 
"Alokasi untuk bansos beras sejahtera memang menurun, dari 88 ribu ton menjadi 47 ribu ton. Penurunan alokasi penyaluran bansos beras sejahtera itu juga membuat target serapan (beras) tahun ini tidak sebesar tahun lalu," kata Dindin, saat dikonfirmasi Warta Ekonomi, di Makassar. 
 
Menurut Dindin, turunnya kuota bansos beras sejahtera itu diluar domainnya. Penetapan bantuan beras sejahtera merupakan kewenangan Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin. "Semuanya sudah diatur, termasuk penyaluran tahap I mulai dilakukan bulan ini (Januari)," tuturnya.
 
Berdasarkan salinan keputusan Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin per 3 Januari 2018, dituliskan bansos beras sejahtera disalurkan bertahap lima kali. Tahap pertama rentang 2 Januari-31 Januari kepada 14,2 juta keluarga. Distribusinya bersamaan dengan Bantuan Pangan Non Tunai untuk 1,2 juta keluarga.   
 
Tahap kedua penyaluran bansos beras sejahtera dilaksanakan rentang 1 Februari-28 Februari kepada 3,9 juta keluarga. Selanjutnya didistribusikan pada 1 Maret-31 Juli kepada 7,2 juta keluarga. Tahap keempat diagendakan berlangsung rentang 1 Juli-31 Juli kepada 9,1 juta keluarga. Terakhir penyaluran dilakukan pada 1 Agustus-31 Desember kepada 10 juta keluarga. 
 
Dindin tidak merinci alokasi penyaluran bansos beras sejahtera pada tahap pertama. Tapi, distribusinya telah berlangsung sejak pertengahan bulan ini. Seperti yang dilakukan di Kabupaten Takalar pada akhir pekan, dimana pemerintah telah melepas 21 ton beras sejahtera ke Kecamatan Sanrobone dan Kecamatan Polongbangkeng Utara.
 
Dindin menegaskan beras sejahtera yang disalurkan Bulog memiliki kualitas baik. Toh, beras medium asal Sulsel sangat diminati karena pulen dan putih. Bahkan, beras medium dari Sulsel tidak kalah jika dibandingkan dengan beras premium dari daerah lainnya. 

Tag: Dindin Syamsuddin, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog)

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46