Portal Berita Ekonomi Minggu, 25 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:51 WIB. ESDM - Pemkab Kulon Progo mendapatkan izin wilayah penambangan rakyat emas di Gunung Kukusan dari Kemen ESDM.
  • 07:50 WIB. Ternate - Pemkot Ternate akan mengupayakan pembangunan pasar rempah di Ternate didanai Kementerian Perdagangan.
  • 07:49 WIB. Kemenpar - Kemenpar menggelar pertunjukan kesenian Wayang Ajen di Lapang Karangpawitan, Garut.
  • 07:47 WIB. Bantul - Pemkab Bantul akan memanfaatkan lahan bekas pasar rakyat untuk berjualan para pedagang kaki lima.
  • 07:46 WIB. Bali - Bali mencatat ekspor hasil perikanan dan kelautan sebesar US$326,57 juta selama tahun 2017.
  • 06:31 WIB. Pilkada - Presiden Jokowi mengingatkan agar rakyat Indonesia tak retak karena pilihan berbeda dalam Pilkada 2018.
  • 06:30 WIB. Yaman - Puluhan orang tewas dalam dua pengeboman bunuh diri di Yaman selatan.
  • 05:50 WIB. Beras - KPPU meminta agar pengaturan tata niaga beras dipangkas untuk memotong rantai distribusi yang panjang.
  • 05:46 WIB. Hotel - Adonara Hotels Group menyiapkan investasi Rp100 miliar untuk membuka cabang hotel baru di Eropa pada 2018.
  • 05:45 WIB. Gula - PTPN X menghentikan sementara operasional giling Pabrik Gula Watoetoelis di Sidoarjo.

Bulog: Kuota Beras Sejahtera di Sulselbar Capai 47 Ribu Ton

Foto Berita Bulog: Kuota Beras Sejahtera di Sulselbar Capai 47 Ribu Ton
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -
Kepala Perum Bulog Divre Sulselbar, Dindin Syamsuddin, menyatakan kuota bantuan sosial (bansos) beras sejahtera di wilayahnya mencapai 47 ribu ton pada 2018. Jumlah itu terbilang cukup besar, tapi menurun drastis dibandingkan alokasi pada tahun lalu yang menembus 88 ribu ton. 
 
"Alokasi untuk bansos beras sejahtera memang menurun, dari 88 ribu ton menjadi 47 ribu ton. Penurunan alokasi penyaluran bansos beras sejahtera itu juga membuat target serapan (beras) tahun ini tidak sebesar tahun lalu," kata Dindin, saat dikonfirmasi Warta Ekonomi, di Makassar. 
 
Menurut Dindin, turunnya kuota bansos beras sejahtera itu diluar domainnya. Penetapan bantuan beras sejahtera merupakan kewenangan Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin. "Semuanya sudah diatur, termasuk penyaluran tahap I mulai dilakukan bulan ini (Januari)," tuturnya.
 
Berdasarkan salinan keputusan Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin per 3 Januari 2018, dituliskan bansos beras sejahtera disalurkan bertahap lima kali. Tahap pertama rentang 2 Januari-31 Januari kepada 14,2 juta keluarga. Distribusinya bersamaan dengan Bantuan Pangan Non Tunai untuk 1,2 juta keluarga.   
 
Tahap kedua penyaluran bansos beras sejahtera dilaksanakan rentang 1 Februari-28 Februari kepada 3,9 juta keluarga. Selanjutnya didistribusikan pada 1 Maret-31 Juli kepada 7,2 juta keluarga. Tahap keempat diagendakan berlangsung rentang 1 Juli-31 Juli kepada 9,1 juta keluarga. Terakhir penyaluran dilakukan pada 1 Agustus-31 Desember kepada 10 juta keluarga. 
 
Dindin tidak merinci alokasi penyaluran bansos beras sejahtera pada tahap pertama. Tapi, distribusinya telah berlangsung sejak pertengahan bulan ini. Seperti yang dilakukan di Kabupaten Takalar pada akhir pekan, dimana pemerintah telah melepas 21 ton beras sejahtera ke Kecamatan Sanrobone dan Kecamatan Polongbangkeng Utara.
 
Dindin menegaskan beras sejahtera yang disalurkan Bulog memiliki kualitas baik. Toh, beras medium asal Sulsel sangat diminati karena pulen dan putih. Bahkan, beras medium dari Sulsel tidak kalah jika dibandingkan dengan beras premium dari daerah lainnya. 

Tag: Dindin Syamsuddin, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog)

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00