Portal Berita Ekonomi Minggu, 25 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:31 WIB. Pilkada - Presiden Jokowi mengingatkan agar rakyat Indonesia tak retak karena pilihan berbeda dalam Pilkada 2018.
  • 06:30 WIB. Yaman - Puluhan orang tewas dalam dua pengeboman bunuh diri di Yaman selatan.
  • 05:50 WIB. Beras - KPPU meminta agar pengaturan tata niaga beras dipangkas untuk memotong rantai distribusi yang panjang.
  • 05:46 WIB. Hotel - Adonara Hotels Group menyiapkan investasi Rp100 miliar untuk membuka cabang hotel baru di Eropa pada 2018.
  • 05:45 WIB. Gula - PTPN X menghentikan sementara operasional giling Pabrik Gula Watoetoelis di Sidoarjo.
  • 23:40 WIB. IKM - Kementerian Perindustrian mendorong pelaku IKM untuk dapat menggunakan marketplace.

Era Disruptif, ISS Keluarkan Jurus Human Touch

Foto Berita Era Disruptif, ISS Keluarkan Jurus Human Touch
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Saat ini gelombang disruptif berlangsung di seluruh dunia termasuk di Indonesia sehingga menjadi tantangan bagi bisnis dan dunia kerja.

Presiden Direktur dan CEO ISS Indonesia Elisa Lumbantoruan mengatakan bahwa sejak tahun 2010 ISS secara konsisten terus melakukan riset mengenai industri facility management dan dunia kerja di masa depan, termasuk bagaimana cara dan tempat orang bekerja akan jauh berbeda dari beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan riset yang dilakukan ISS bersama Copenhagen Institute for Future Studies (CIFS) berjudul The Future of Work, Workforce, and Workplace, jumlah pekerja mobile mencapai 1,3 miliar atau 37% dari total tenaga kerja di dunia.

Di sisi lain, hanya 50% meja-meja kantor yang terisi dan 60% pengambil kebijakan di perusahaan-perusahaan mengungkapkan penurunan pada kebutuhan ruang kantor. Penelitian yang melibatkan wawancara ini juga menemukan hanya 25% pekerja yang tekoneksi dengan misinya dan 15% yang merasa terikat dengan kantor.

"Riset ini merupakan bagian dari upaya ISS untuk terus menciptakan layanan yang berbasis kekuatan human touch yang dikombinasikan dengan penggunaan teknologi," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (23/1/2018).

EVP-Key Account Director ISS Indonesia Faisal Muzakki menegaskan perkembangan teknologi memang telah mengubah dunia bisnis. Sejumlah pekerjaan di masa depan akan hilang digantikan oleh mesin. Kendati demikian, kehadiran teknologi juga mendatangkan lebih banyak peluang di masa mendatang.

"Kehadiran teknologi merupakan contoh nyata yang dapat memberikan lebih banyak peluang di masa mendatang. Menjamurnya industri e-commerce dan area kerja virtual (co-working space) di kota-kota besar, merupakan peluang besar di mana ISS bisa menjalin kemitraan sekaligus fasilitator dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sekaligus bernilai tambah," tandasnya.

Tag: PT ISS Indonesia, Elisa Lumbantoruan, Disruptive Economy, Era Disruptif, Faisal Muzakki

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: ISS Indonesia

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00