Portal Berita Ekonomi Rabu, 12 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:49 WIB. Facebook - Kantor Facebook di AS dapat ancaman bom. 
  • 16:35 WIB. Samsung - Samsung kolaborasi dengan Tesla kembangkan mobil otonom. 
  • 16:32 WIB. Facebook - Facebook akui bertemu dengan kedua Paslon Pilpres 2019.
  • 16:30 WIB. GoPro - GoPro pindahkan pabrik keluar China.
  • 16:29 WIB. Grab - Grab sebar diskon ongkir hingga 80% saat Harbolnas. 

Serikat Pekerja Garuda Indonesia Ajukan Tuntutan untuk Perseroan

Foto Berita Serikat Pekerja Garuda Indonesia Ajukan Tuntutan untuk Perseroan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Serikat Pekerja PT Garuda Indonesia Bersatu (Sekarga) yang terdiri dari Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia dan Asosiasi Pilot Garuda menyuarakan aspirasi mendukung pembenahan besar-besaran yang akan diniatkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada PT Garuda indonesia (Persero) Tbk.

Ketua Umum Sekarga Ahmad Irfan dalam keterangannya menyampaikan beberapa hal terkait kondisi saat ini. Setidaknya, dalam catatannya terdapat enam poin yang harus dievaluasi.

Pertama, Serikat Pekerja dan Asosiasi menyampaikan aspirasi terkait program yang dilakukan oleh perusahaan cenderung sangat sporadis dan yang terjadi adalah cutting acost sehingga menganggu kegiatan operasional. 

Kedua, terjadi pemboman biaya organisasi karena jumlah direksi saat ini 9 orang sementara sebelumnya hanya 6 orang. Penambahan direksi tersebut tidak sejalan dengan komitmen Perusahaan dalam melakukan efisiensi dan penambahan direksi tersebut juga tidak diikuti dengan peningkatan kinerja jika dibandingkan dengan sebelumnya. 

Ketiga, penambahan armada tidak diikuti dengan kemampuan manajemen untuk membuat strategi penjualan produk penumpang dan kargo, dimana peningkatan pendapatan hanya sebesar 8,6 persen sementara peningkatan biaya sebesar 12,6 persen (Data Analyst Meeting Q3 2017). 

Keempat, kinerja keuangan Garuda Indonesia sampai dengan kuartal III 2017 semakin merosot dengan kerugian USD207,5 juta dan juga nilai saham Garuda per 19 januari 2018 per lembar hanya Rp314, mengalami penurunan sebesar 58 persen dari nilai saham pada saat IPO. 

Kelima, terjadi penurunan kinerja operasional Garuda Indonesia yang berdampak pada penundaan dan pembatalan penerbangan, yang paling signifikan terjadi pada Desember ketika masa puncak liburan dan kondisi ini sangat merusak citra baik perusahaan (on-time performance).

Lalu terakhir, terkait kondisi hubungan industrial saat ini tidak harmonis karena Perusahaan banyak  melakukan pelanggaran terhadap Perjanjian Kerja Bersama/Perjanjian Kerja Profesi yang sudah disepakati sehingga banyak menimbulkan perselisihan.

"Bahwa demi untuk menjaga keberlangsungan bisnis Garuda lndonesia dengan tetap berkomitmen menjaga safety dan memberikan pelayanan terbaik kepada customer, kami Serikat Pekerja PT Garuda lndonesia Bersatu meminta kepada Bapak Presiden dan Menteri BUMN/Pemegang Saham PT Garuda lndonesia (Persero) Tbk untuk dapat segera merestrukturisasi jumlah direksi PT Garuda lndonesia menjadi 6 orang dengan berpedoman pada peraturan penerbangan sipil Republik Indonesia/Civil Aviation Safety Regulation," ujar Ahmad Irfan, Selasa (23/1/2018).

Sekarga juga meminta Kementerian yang dipimpin oleh Rini M. Soemarno mengevaluasi kinerja direksi saat ini dan melakukan pergantian direksi. Namun setidaknya, mengutamakan direksi yang profesional yang berasal dari internal PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 

Tag: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ahmad Irfan, Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga), Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6115.577 38.990 621
2 Agriculture 1505.088 -1.455 20
3 Mining 1755.401 7.640 47
4 Basic Industry and Chemicals 834.495 13.819 71
5 Miscellanous Industry 1393.243 11.184 46
6 Consumer Goods 2499.289 15.900 49
7 Cons., Property & Real Estate 451.558 6.736 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.077 9.161 71
9 Finance 1164.990 2.978 91
10 Trade & Service 792.381 1.998 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 298 446 148 49.66
2 SOTS 350 436 86 24.57
3 AKSI 286 344 58 20.28
4 KPAS 600 710 110 18.33
5 ESSA 272 314 42 15.44
6 PNSE 650 750 100 15.38
7 SSTM 450 510 60 13.33
8 TRAM 144 163 19 13.19
9 IBFN 246 278 32 13.01
10 YPAS 570 640 70 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 740 555 -185 -25.00
2 TFCO 780 610 -170 -21.79
3 OCAP 306 244 -62 -20.26
4 PDES 1,700 1,445 -255 -15.00
5 APEX 1,400 1,210 -190 -13.57
6 RIMO 162 142 -20 -12.35
7 RDTX 6,150 5,550 -600 -9.76
8 HDTX 140 127 -13 -9.29
9 YULE 220 200 -20 -9.09
10 MDKI 298 274 -24 -8.05
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 370 372 2 0.54
2 RIMO 162 142 -20 -12.35
3 KPAS 600 710 110 18.33
4 PTBA 4,280 4,310 30 0.70
5 ADRO 1,285 1,255 -30 -2.33
6 TLKM 3,620 3,650 30 0.83
7 TRAM 144 163 19 13.19
8 PTPP 1,900 2,020 120 6.32
9 WSKT 1,795 1,855 60 3.34
10 PGAS 2,060 2,130 70 3.40