Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:42 WIB. Mahathir - Muncul petisi minta Mahathir jadi Menteri Pedidikan Malaysia.
  • 14:40 WIB. Kuba - Pasca insiden jatuhnya pesawat, Kuba kibarkan bendera setengah tiang.
  • 14:39 WIB. Saudi - Gerilyawan Houthi kembali tembakkan rudal ke Arab Saudi.
  • 14:38 WIB. Malaysia - Anwar Ibrahim tiba di kediaman Bj Habibie.
  • 14:37 WIB. Somalia - PBB: topan tropis hancurkan wilayah Somalia Utara.
  • 14:35 WIB. Afghanistan - Pertandingan kriket di Afghanistan dibom, delapan orang tewas.
  • 14:33 WIB. Israel - Otoritas Palestina kutuk penolakan Israel atas penyelidikan tragedi Gaza.
  • 14:32 WIB. Palestina - Aksi solidaritas Palestina digelar di luar kantor PBB di Jenewa.
  • 14:30 WIB. Malaysia - KPK Malaysia panggil Najib Razak.
  • 14:29 WIB. Arab - Turki: Netanyahu nikmati perpecahan dunia Arab.
  • 11:36 WIB. CSR - Pelindo III menyiapkan sebanyak 14 ribu tiket gratis pada masa mudik 2018.
  • 11:26 WIB. UKM - Pemkot Palembang mengimbau pelaku UKM pempek untuk tidak menggunakan bahan pengawet berbahaya.
  • 11:25 WIB. Bali - Bali meraup devisa US$5,03 juta dari ekspor patung dan aneka jenis cenderamata selama Maret 2018.
  • 11:23 WIB. MUI - MUI Kota Surabaya menggunakan jalur kemasyarakatan umat untuk memakamkan jenazah terduga teroris.
  • 11:22 WIB. Pangan - Perum Bulog menjamin ketersediaan pangan selama bulan Ramadan di Tangerang.

Ini Komentar Bu Menkeu Soal Mainan Impor Berlabel SNI...

Foto Berita Ini Komentar Bu Menkeu Soal Mainan Impor Berlabel SNI...
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengomentari soal mainan impor yang wajib memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) yang belakangan hangat karena video viral seseorang yang merusak mainannya karena dilarang masuk petugas Bea Cukai.

Sri Mulyani menganggap hal tersebut sebagai suatu kesulitan yang besar. Di satu sisi, Kementerian teknis seperti Kementerian Perindustrian mengharapkan adanya suatu proteksi terhadap industri di dalam negeri.

"Tapi di sisi lain kita lihat bahwa masyarakat yang melakukan perjalanan, mereka juga membawa mainan anak dan dalam hal ini tidak ada pembedaan antara membawa mainan untuk kebutuhan pribadi dengan yang diperjualbelikan," kata Sri Mulyani usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa.

Ia menuturkan, pihaknya kini terus melakukan upaya untuk dapat membedakan barang yang dibawa untuk tujuan pribadi dan juga untuk tujuan diperdagangkan. Hal tersebut cukup menantang karena sebagian penjual yang memperdagangkan barangnya melalui media sosial juga membeli barang impor dalam partai kecil.

"Jadi kita melakukan pembedaan itu sekarang ini. Kalau orang beli mainan satu dua tiga empat lima, baik melalui online atau bawa sendiri, itu kan untuk pribadi. Walaupun sekarang itu kesulitannya masyarakat membeli dalam partai kecil tapi jualnya di Facebook Instragram juga. Ini adalah sesuatu yang memang perlu, tapi kami akan terus coba memperbaiki pelayanan dan merespon keadaan yang ada di masyarakat," ujar Sri Mulyani.

Sebelumnya, sempat ramai video tentang seseorang, yang diketahui bernama Faiz Ahmad, merusak mainann karena dilarang masuk oleh petugas Bea dan Cukai di Bengkulu, 11 Januari 2017 lalu.

Pihak Bea Cukai sendiri menyebutkan, larangan tersebut berdasarkan pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 55/M-IND/PER/11/2013 tentang Perubahan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 24/M-IND/PER/4/2013 tentang SNI Mainan secara Wajib. Aturan tersebut mewajibkan siapapun yang membawa mainan impor diminta mengurus izin SNI dari Kemenperin.

Sementara itu, pihak Kemenperin sendiri menyebutkan, pembelian mainan dari luar negeri secara satuan merupakan salah satu pengecualian SNI sehingga tidak perlu mengurus SNI.

Tag: Sri Mulyani Indrawati, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Perindustrian (Kemenperin)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.310 -32.610 581
2 Agriculture 1509.924 27.738 19
3 Mining 1886.820 30.537 44
4 Basic Industry and Chemicals 762.354 -4.210 69
5 Miscellanous Industry 1153.067 -29.165 44
6 Consumer Goods 2379.810 -13.317 45
7 Cons., Property & Real Estate 449.733 -5.782 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1000.487 -1.619 64
9 Finance 1018.608 -8.771 92
10 Trade & Service 896.957 -3.868 139
No Code Prev Close Change %
1 DSSA 11,900 14,275 2,375 19.96
2 MTWI 107 127 20 18.69
3 SKYB 400 470 70 17.50
4 MDKI 370 412 42 11.35
5 ESSA 248 276 28 11.29
6 MITI 77 84 7 9.09
7 PGLI 185 200 15 8.11
8 MPOW 175 188 13 7.43
9 ERAA 2,010 2,150 140 6.97
10 META 178 190 12 6.74
No Code Prev Close Change %
1 FORZ 444 334 -110 -24.77
2 KOIN 290 230 -60 -20.69
3 NIPS 430 380 -50 -11.63
4 SKBM 488 432 -56 -11.48
5 INDR 3,890 3,450 -440 -11.31
6 SAFE 278 250 -28 -10.07
7 PUDP 500 450 -50 -10.00
8 DNAR 310 282 -28 -9.03
9 GTBO 260 238 -22 -8.46
10 KICI 210 194 -16 -7.62
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,990 2,940 -50 -1.67
2 ADRO 1,880 1,905 25 1.33
3 BBCA 22,000 21,700 -300 -1.36
4 TAXI 122 127 5 4.10
5 MNCN 1,300 1,290 -10 -0.77
6 PGAS 1,905 1,980 75 3.94
7 TLKM 3,490 3,490 0 0.00
8 ASII 6,725 6,525 -200 -2.97
9 PTBA 3,550 3,690 140 3.94
10 ERAA 2,010 2,150 140 6.97