Portal Berita Ekonomi Senin, 18 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:59 WIB. IHSG - Senin pagi, IHSG dibuka hijau 0,61% ke level 6.428,28 di awal sesi I.
  • 07:20 WIB. BlackBerry - Produsen BlackBerry ikutan garap ponsel layar lipat.
  • 07:11 WIB. Redmi - Redmi akan rilis ponsel berotak Snapdragon 855.
  • 07:09 WIB. Twitter - Twitter simpan DM pengguna selama bertahun-tahun.
  • 07:08 WIB. NASA - NASA gelontorkan Rp3 triliun teliti asal usul alam semesta.
  • 07:05 WIB. Amazon - Amazon investasi Rp9,8 triliun ke startup kendaraan listrik, Rivian. 
  • 06:39 WIB. Asus - Asus fokus lini gaming dan ponsel baterai berkapasitas jumbo.
  • 06:37 WIB. Kaesang - Kaesang targetkan Sang Pisang jadi unicorn lima tahun lagi.

Aher Imbau Industri Jasa Keuangan Kembangkan Sektor Riil

Foto Berita Aher Imbau Industri Jasa Keuangan Kembangkan Sektor Riil
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) megimbau agar industri jasa keuangan yang ada di Jawa Barat berperan dalam mengembangkan sektor riil. Sebab, pada 2017 sektor industri jasa keuangan (IJK) di Jawa Barat tumbuh positif.

Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kantor Regional 2 Jabar, pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat selama 2017 terjaga cukup baik, yaitu pada Triwulan III tahun 2017 tercatat 5,19%. Kondisi tersebut sejalan dengan kinerja industri jasa keuangan Jawa Barat yang cukup stabil dan mengalami pertumbuhan pada 2017.

"Kita terus mengembangkan jasa keuangan dalam rangka mengokohkan sektor riil yang menjadi ujung tombak pertumbuhan perekonomian kita,” kata Aher usai mengikuti Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2018 di Bandung, Selasa (23/1/2018).

Aher juga sempat menyinggung Suku Bunga Bank Indonesia yang semakin rendah. Suku bunga rendah ini harus bisa meningkatkan investasi. Karena bagi para nasabah atau investor suku bunga rendah akan mampu meningkatkan investasinya.

“Suku bunga rendah memicu investasi, memicu sektor riil semakin berkembang, sehingga pertumbuhan ekonomi itu hadir dari pertumbuhan produksi atau output yang sangat baik. Itulah real perekonomian yang menjadi harapan kita bersama,” kata Aher.

Selain itu, Gubernur Jabar meminta agar inflasi dijaga dengan baik. Dia ingin inflasi rendah namun sebagai akibat dari output atau pertumbuhan produksi yang baik, serta meningkatnya investasi. “Karena inflasi rendah tidak boleh bergembira kalau akibat dari suku bunga tinggi dan investasi mandeg,” imbuh Aher.

Salah satu penyakit industri keuangan yang menggerogoti itu adalah investasi versi bodong. Dia berharap peran OJK semakin kokoh dan kuat untuk sehingga bisa menyehatkan dan mengontrol industri keuangan di Jawa Barat.

"Ternyata masih laku ya, ada saja baik investasi dalam industri jasa keuangan ataupun investasi industri jasa keuangan berorientasi ibadah yang masih bodong. Jadi masyrakat tetap waspada dan teliti,” pungkasnya. 

Tag: Ahmad Heryawan (Aher), Otoritas Jasa Keuangan

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31