Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:51 WIB. PLN - PLN sedang mengupayakan pemenuhan daya listrik untuk kompor listrik.
  • 18:49 WIB. PLN - PLN masih mempunyai batas hutang 300% atau hingga Rp2.000 triliun.
  • 18:46 WIB. Kemenpupera - Kemenpupera menargetkan pembangunan 51.000 unit rumah untuk MBR melalui skema pembiayaan BP2BT.
  • 18:22 WIB. AFPI - AFPI menargetkan penyaluran pinjaman Rp40 triliun pada 2019.
  • 17:55 WIB. AP I - Bandara NYIA sudah mencapai 30% fisik pembangunan.
  • 17:54 WIB. AP I - AP I buka peluang rute penerbangan dari Asia dan Timur Tengah via Bandara NYIA.
  • 17:53 WIB. Telkomsel - Telkomsel melalui T-Cash jalin kerja sama strategis dengan CRP Group.
  • 17:09 WIB. Minyak - Harga minyak nabati diramalkan naik US$50-US$100 per ton.

Program TERANG Hivos, Bentuk Dukungan Realisasi 23% Energi Terbarukan

Foto Berita Program TERANG Hivos, Bentuk Dukungan Realisasi 23% Energi Terbarukan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemerintah Indonesia melalui Kebijakan Energi Nasional (KEN), berupaya untuk memaksimalkan penggunaan Energi Terbarukan (ET). Hal tersebut dilakukan dalam rangka pencapaian target ET sebesar 23 persen di tahun 2025.

Sejalan dengan itu, Hivos berkolaborasi dengan berbagai mitra mengimplementasikan program TERANG (Investing in Renewable Energy for Rural, Remote Communities) untuk pengadaan ET. Hivos sendiri merupakan organisasi pembangunan internasional humanis, yang mencari solusi baru untuk isu-isu global yang terus berlanjut.

Sebelumnya, pada 18 Desember 2015, Hivos menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Millennium Challenge Account Indonesia (MCA-I) untuk mendukung peningkatan akses energi terbarukan melalui Proyek TERANG yang merupakan kombinasi dari dua program utama Hivos di bidang energi terbarukan, yakni Program Biogas Rumah (BIRU) dan Program Sumba-conic Island (SII).

Tujuan utama dari kesepakatan kerja ini peningkatan mata pencaharian pedesaan melalui pemanfaatan energi terbarukan di masyaraka, dan penerapan model bisnis teknologi energi off grid yang berkelanjutan dengan menciptakan pasar, baik berupa pasar ET maupun pasar peralatan terkait.

Program Coordinator Hivos Robert de Groot mengatakan, sampai dengan 2017 program TERANG telah menyediakan akses listrik untuk 26 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

"Melalui proyek TERANG, sebanyak 5.079 rumah tangga menggunakan energi terbarukan, 25 sekolah memiliki sumber energi terbarukan, 60,68 KW tenaga listrik dihasilkan dari PV Solar, dan rasio elektrifikasi Pulau Sumba NTT meningkat 24,5 persen (tahun 2010) menjadi 42,67 persen di tahun 2017," ujarnya di Wisma Nusantara Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Seiring berjalannya waktu, negara-negara berupaya untuk menciptakan ekonomi yang lebih ramah terhadap iklim, banyak yang mengurangi jumlah listrik yang dihasilkan bahan bakar fosil. Selama bertahun-tahun, ET dianggap investasi berisiko tinggi karena sumber energinya tidak dapat diprediksi. Namun, perkembangan teknologi dalam mengurangi emisi efek rumah kaca dan dampak perubahan iklim semakin menumbuhkan ketertarikan di bidang ET.

Tag: Hivos, Robert de Groot

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Bambang Ismoyo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56