Portal Berita Ekonomi Jum'at, 23 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:25 WIB. Palestina - 213 warga Palestina tewas di penjara Israel.
  • 17:24 WIB. Pakistan - Sejumlah bahasa daerah di Pakistan terancam punah.
  • 17:23 WIB. Suriah - Wamenlu Iran: kehadiran kami di Suriah untuk lawan teroris.
  • 17:21 WIB. China - Otoritas China kritik kontrol kepemilikan senjata di AS.
  • 17:20 WIB. Amerika Serikat - Gedung Putih bakal persenjatai satu juta guru Amerika Serikat.
  • 17:18 WIB. Ghouta - Otoritas Kanada kecam serangan di Ghouta, Suriah.
  • 17:17 WIB. Rohingya - Anak-anak pengungsi Rohingya rentan terhadap wabah penyakit.
  • 17:09 WIB. Askrindo - Askrindo beri jaminan bisnis Rp500 miliar ke PT SIER.
  • 17:05 WIB. PLN - PLN dapat pinjaman 80,8 juta Euro untuk proyek pembangkit listrik di Pulau Lombok.
  • 17:03 WIB. PLN - PT PLN distribusi Jatim butuh 45.000 lebih tiang listrik pada 2018.
  • 17:01 WIB. PLN - PLN bangun kabel laut 20 KV ke Gili Gede.
  • 16:53 WIB. Politik - PDIP partai ke-8 yang usung Jokowi dua periode.
  • 16:52 WIB. Nasional - Wiranto minta polisi gebuk pelaku penyerangan Ulama.
  • 16:51 WIB. Politik - Ketua DPR minta Mensos segera salurkan bantuan korban bencana.
  • 16:50 WIB. Pilgub Jabar - Kamil janji akan bantu petani dengan kekuasaannya.

BRI Siap Hadapi Era Suku Bunga Rendah

Foto Berita BRI Siap Hadapi Era Suku Bunga Rendah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

 PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) menyatakan siap menghadapi era suku bunga rendah dengan melakukan adaptasi proses bisnis melalui pemanfaatan teknologi informasi sehingga lebih efisien.

"Ke depan, era suku bunga rendah di depan mata. Kami akan menyesuaikan bisnis BRI dengan suku bunga yang rendah. Jadi kami tidak khawatir," ujar Direktur Strategi Bisnis dan Keuangan BRI Haru Koesmahargyo di Jakarta, Rabu.

Haru mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan porsi sumber sumber pendapatan baru di luar pendapatan bunga mengingat tren suku bunga ke depan akan semakin menurun. Salah satu strategi BRI yakni dengan memperkuat 'transaction banking' serta pemanfaatan 'digital banking'.

Perolehan pendapatan nonbunga BRI sepanjang lalu cukup baik diindikasikan dengan perolehan pendapatan jasa atau fee based income (FBI) yang tumbuh 13,2 persen (yoy) dari Rp9,2 triliun di akhir 2016 menjadi Rp10,4 triliun di akhir 2017.

Kendati demikian, marjin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) BRI sepanjang tahun 2017 sedikit tergerus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Marjin bunga bersih konsolidasi BRI 7,78 persen, turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai di atas delapan persen.

"Dengan NIM yang rendah, kesehatan kredit akan lebih bagus, pertumbuhan kredit volume-nya juga lebih bagus. Kami siapkan aktivitas bisnis yang lain, yang menghasilkan net interest income dari anak usaha seperti asuransi, DPLK dan lainnya," ujar Haru.

Penyaluran kredit BRI secara konsolidasi hingga akhir Desember 2017 sebesar Rp739,3 triliun atau tumbuh 11,4 persen dibandingkan penyaluran kredit pada posisi akhir Desember 2016 yang mencapai Rp663,4 triliun. Penyaluran kredit BRI masih didominasi oleh kredit kepada segmen UMKM yang mencapai 74,6 persen dari total portofolio kredit BRI.

BRI menargetkan porfotolio kredit UMKM terus meningkat hingga mencapai 80 persen dari total keseluruhan kredit BRI. Loan to deposit ratio (LDR) konsolidasian BRI pun berada di kisaran 87,8 persen.

Penyaluran kredit BRI secara konsolidasi sebesar Rp739,3 triliun masih didominasi oleh penyaluran kredit mikro yakni sebesar Rp239,5 triliun, kredit konsumer Rp114,6 triliun, kredit ritel dan menengah Rp197,8 triliun dan kredit korporasi Rp187,4 triliun.

"Strategi kita ke depan bagaimana fokus kepada mikro dan UKM. Mikro saja kita targetkan mencapai 40 persen dari total kredit kita, yang sekarang 33 persen. Caranya kita permudah nasabah untuk akses perbankan baik simpanan maupun pinjaman. Di pinjaman kita digitalisasi penyaluran kredit dengan sistem yang mudah untuk 'account officer' atau mantri dari tiga hari menjadi sehari sehingga waktu yang dibutuhkan untuk ekspansi lebih pendek," kata Haru.

Tag: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00