Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:50 WIB. Jatim - Gubernur Jatim luncurkan buku liberalisasi ekonomi.

Literasi dan Inklusi Keuangan Jabar Masih Rendah

Foto Berita Literasi dan Inklusi Keuangan Jabar Masih Rendah
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 2 (OJK KR 2) Jawa Barat selain melakukan pengawasan terhadap kinerja industri jasa Keuangan (IJK), juga memperhatikan kondisi literasi dan inklusi keuangan di Jawa Barat yang saat ini tergolong masih rendah, yaitu 38,70% dan 68,31%. 

Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat Sarwono mengatakan pihaknya baik sendiri maupun bekerjasama dengan IJK terus melakukan kegiatan-kegiatan edukasi baik kepada masyarakat, pelajar, mahasiswa, maupun karyawan professional serta mendorong IJK untuk mengakselerasi dan memperluas akses keuangan.

"Langkah ini dilakukan guna mendukung tercapainya target inklusi keuangan pemerintah sebesar 75% pada 2019," kata Sarwono kepada wartawan di Bandung, Selasa (23/1/2018).

Dia mengungkapkan sebagai upaya untuk mendukung program Pemerintah, pihaknya melalui wadah TPAKD juga akan menginisiasi beberapa kegiatan dalam rangka meningkatkan akses keuangan dan pemberdayaan ekonomi rakyat, diantaranya mendorong pendirian LKM berbasis pesantren (LKMS)/Lembaga Swadaya Masyarakat, mendorong pembentukan BUMDes yang berbadan hukum dan memiliki kegiatan usaha, mendorong IJK khususnya perbankan untuk menyalurkan KUR lebih optimal dengan pendekatan kluster baik di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

"Serta mendorong BJB untuk lebih optimal dalam penyaluran Kredit Cinta Rakyat yang sumber dananya berasal dari dana bergulir milik Pemprov," ujarnya.

Sarwono mengatakan bahwa Industri Jasa Keuangan Jawa Barat 2018 memiliki peluang yang baik untuk terus tumbuh dan mendukung tercapainya perekonomian Jawa Barat yang lebih baik. Pasalnya, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, suku bunga acuan yang cukup rendah, tingkat literasi dan inklusi keuangan yang akan terus ditingkatkan termasuk penetrasi pasar modal dan keberlanjutan program pembangunan infrastruktur Pemerintah Daerah, penghimpunan sumber dana dari pasar modal seperti RDPT, DIRE, Obligasi Ritel, dan Obligasi Daerah, berkembangnya layanan Fintech, serta tahun politik dilaksanakannya 17 pilkada secara serentak.

Selain itu, lanjut Sarwono, IJK Jawa Barat memiliki optimisme dalam mengarungi 2018, tercermin dari target pertumbuhan aset, DPK, dan kredit baik BU dan BPR yang lebih tinggi dibanding realisasi 2017. 

"Kami berkomitmen untuk terus mendorong agar IJK di Jawa Barat tidak hanya memiliki kinerja yang baik, tetapi dapat berperan lebih kontributif melalui perluasan akses keuangan bagi masyarakat," pungkasnya.

Tag: Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ahmad Heryawan (Aher), Jawa Barat (Jabar)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46