Portal Berita Ekonomi Jum'at, 23 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:29 WIB. Yerusalem - Otoritas Israel setujui 3.000 unit permukiman baru Yahudi di Yerusalem.
  • 17:28 WIB. Kenya - 3,4 juta warga Kenya menderita kelaparan.
  • 17:27 WIB. Belanda - Parlemen Belanda akui peristiwa Armenia 1915 sebagai genosida.
  • 17:25 WIB. Palestina - 213 warga Palestina tewas di penjara Israel.
  • 17:24 WIB. Pakistan - Sejumlah bahasa daerah di Pakistan terancam punah.
  • 17:23 WIB. Suriah - Wamenlu Iran: kehadiran kami di Suriah untuk lawan teroris.
  • 17:21 WIB. China - Otoritas China kritik kontrol kepemilikan senjata di AS.
  • 17:20 WIB. Amerika Serikat - Gedung Putih bakal persenjatai satu juta guru Amerika Serikat.
  • 17:18 WIB. Ghouta - Otoritas Kanada kecam serangan di Ghouta, Suriah.
  • 17:17 WIB. Rohingya - Anak-anak pengungsi Rohingya rentan terhadap wabah penyakit.

Gilkor Tingkatkan Produktivitas Mal dan Ritel

Foto Berita Gilkor Tingkatkan Produktivitas Mal dan Ritel
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sistem dari perusahaan startup lokal Gilkor yang dapat meningkatkan interaksi dengan pelanggan telah berhasil diimplementasikan di 4 mal besar di Indonesia; Pacific Place, PIK Avenue, Mall of Indonesia, dan Grand Galaxy Park. Pacific Place akan menggunakan sistem online Gilkor pada Februari 2018 dan saat ini Gilkor juga telah melakukan pendekatan dengan 10 potensi klien besar lainnya. Gilkor yang didirikan pada 2010 sebagai sistem promo kartu kredit sejak awal menyadari bahwa bisnis ritel yang memiliki toko fisik akan menghadapi tantangan di masa depan sehingga Gilkor menciptakan suatu solusi. Bekerja sama dengan mal-mal besar, Gilkor telah menciptakan suatu inovasi sistem yang disebut ELYS atau Engagement Loyalty System.

Sistem ELYS all-in-one Gilkor telah membantu manajemen mal untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dan jumlah pengunjung dengan memonitor apa yang pelanggan inginkan dan bagaimana berinteraksi yang tepat berdasarkan data pelanggan.

"Sebelumnya, data pelanggan mal-mal dan perusahaan ritel besar ini terdapat di berbagai tempat dan tidak beraturan," kata CEO Sinartus Sosrodjojo, salah satu pendiri Gilkor.

Sistem kami, kata Sinartus, membantu menarik data yang relevan dan mengkoordinasikannya dengan departemen yang tepat, dengan cara yang lebih sederhana dan hemat biaya. Misalnya, fitur voucer digital yang membantu menyederhanakan proses penyebaran kupon sambil memberikan perlindungan terhadap kasus penipuan. Manajemen juga dapat menggunakan sistem ini untuk menetapkan target dan mengidentifikasi area yang harus mereka kembangkan. Semua ini terdapat dalam satu dashboard sederhana yang mudah untuk digunakan dan dimengerti.

Indonesia adalah salah satu pasar dengan prospek pertumbuhan konsumen yang paling menjanjikan di dunia. Accenture memproyeksikan jumlah konsumen di Indonesia akan tumbuh sekitar 30 juta orang pada 2020, dengan kenaikan enam kali lipat nilai pasar barang dan jasa konsumen negara dari $1,3 miliar pada 2015 menjadi US$7,9 miliar pada 2020.

Bisnis ritel yang memiliki toko fisik, seperti mal dan ritel saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat, terutama karena pola belanja online konsumen Indonesia yang diperkirakan akan semakin meningkat seiring perkembangan jaringan broadband di seluruh negara. Tidak hanya itu, hiburan digital seperti film dan permainan online telah menyita waktu mereka yang seharusnya bisa dihabiskan untuk berkunjung ke mal dan gerai ritel.

Gilkor menghadirkan solusi inovasi yang memudahkan interaksi dengan pelanggan sehingga mal-mal dan ritel besar mendapatkan kembali pelanggan mereka meskipun menghadapi serangan bisnis online.

"Satu-satunya cara untuk bersaing dengan sukses di pasar ritel yang ramai adalah dengan mempertahankan dan mengembangkan basis pelanggan dengan cara meningkatkan tingkat interaksi dengan pelanggan," kata Sinartus Sosrodjojo. 

Untuk melakukan itu, lanjutnya, ritel perlu mengidentifikasi dan memahami kebiasaan pelanggan mereka untuk dapat menentukan interaksi yang tepat. Mereka harus selalu berhubungan dengan konsumen agar tidak kalah dalam persaingan. Di satu sisi, toko ritel kecil justru pandai dalam melakukan strategi ini. Mereka mengenal pelanggan mereka secara pribadi. Sementara gerai ritel dan mal besar, seringkali tidak mengetahui identitas pelanggan mereka. "Banyak dari mereka masih menganggap pengunjung atau pelanggan sebatas angka pada laporan keuangan mereka," tambahnya.

Sebagai pilihan kliennya saat ini, Gilkor telah memenangkan beberapa pesaing regional dan internasional, yang menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia saat ini mampu menciptakan solusi IT kelas dunia yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik.

David Hilman, COO PT Agung Sedayu Retail Indonesia mengutarakan, "Sistem Gilkor telah membantu kami dalam menyederhanakan analisis dan mengumpulkan data pelanggan kami. Sistem ini telah memungkinkan kami untuk  memonitor dan mengambil langkah yang tepat berdasarkan data pelanggan kami. Dengan kombinasi ini, Gilkor telah sukses menggabungkan berbagai hasil operasional ke dalam satu dashboard yang mudah digunakan sehingga kami dapat bergerak lebih cepat untuk mencapai target."

Tag: Gilkor, Startup, Sinartus Sosrodjojo, PT Agung Sedayu Retail Indonesia, David Hilman

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: GIlkor

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00