Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Digitalisasi - Alibaba dukung Pemerintah China digitalisasi perekonomian. 
  • 16:07 WIB. SIM - PKS kampanyekan SIM seumur hidup. 
  • 16:06 WIB. MRT - Penggratisan MRT berlaku sampai dengan 31/03/2019. 
  • 16:05 WIB. Hidroponik - WOM Finance resmikan rumah hidropinik dalam rangka perayaan HUT ke-37 tahun. 
  • 16:04 WIB. Pemilu Damai - 321 komunitas otomotif Jawa Barat gelar deklarasi pemilu damai 2019. 
  • 16:02 WIB. Startup - Telkomsel dukung startup ciptakan dampak sosial.

Lagi, Polisi Ciduk Komplotan Sopir Grab Pengantar 'Tuyul' di Makassar

Lagi, Polisi Ciduk Komplotan Sopir Grab Pengantar 'Tuyul' di Makassar - Warta Ekonomi
WE Online, Makassar -
Setelah berhasil membongkrak praktik kecurangan sopir pada sistem aplikasi Grab Car pada Minggu, 21 Januari lalu, kepolisian kembali mendapati aksi serupa dilakukan komplotan lain. Bila sebelumnya polisi menciduk tujuh pengemudi taksi online, kali ini ada 10 sopir Grab Car pengantar 'tuyul'. 
 
Ke-10 sopir curang itu masing-masing yakni FR (27), EK (23), Jum (20), MA (24), Juf (23), AR (19), Ar (24), MFR (22), Jus (25) dan Ra (22). Mereka adalah warga Kota Makassar dan Kabupaten Takalar yang dicokok oleh aparat Polsek Rappocini di salah satu kamar kost 205 Pondok Hijau Jalan Karaeng Bonto Tangnga, Rabu, 24 Januari, tepatnya pada sore hari.
 
Komplotan sopir Grab Car itu ditangkap karena diduga telah melakukan melakukan illegal access terhadap sistem elektronik perusahaan taksi online. Modusnya, mereka melakukan transaksi dengan pelanggan atau penumpang fiktif atau istilahnya memakai sistem 'tuyul'. 
 
Wakil Kepala Polrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait, membenarkan penangkapan 10 sopir taksi online yang diduga menggunakan sistem 'tuyul'. Perbuatan mereka, sambung Hotman, bisa dikategorikan penipuan. "Dari laporan masyarakat, kami dapati ada sekelompok sopir taksi online yang melakukan penipuan aplikasi grab atau aplikasi 'tuyul'," kata Hotman, Kamis, (25/1/2018).
 
Dari komplotan sopir Grab Car pengantar 'tuyul', kepolisian menyita 20 handpone yang digunakan dalam melakukan aksinya. Hotman mengatakan pihaknya akan melakukan pengembangan guna menelusuri kemungkinan masih adanya sopir dengan modus curang tersebut. Polri ditegaskannya akan memproses hukum pelanggaran mereka. 
 
Sebelumnya, Polda Sulsel telah menangkap 7 orang sopir Grab Car dengan modus serupa. Ketujuh pengemudi tersebut masing-masing berinisial IGA (31), AQM (25), RJ (25), HR (21), KFP (24), TR (24), dan TB (25).  Mereka ditangkap saat berkumpul di sebuah rumah di Jalan Toddopuli.
 
Komplotan sopir Grab Car pengantar 'tuyul' itu menggunakan aplikasi khusus berupa Mock Location. Dengan aplikasi itu, mereka bisa mengendalikan GPS sehingga dari aplikasi Grab seolah-olah sedang bekerja mengantar penumpang. Padahal, nyatanya tidak ada penumpang yang diantar dan mereka sama sekali tidak bekerja. 
 
Dari aksinya, komplotan sopir taksi online curang itu berhasil mengumpulkan Rp50 juta dalam sebulan. Mereka diketahui memiliki banyak akun. Masing-masing akun ditargetkan memanipulasi 15 orderan atau trip perhari sehingga mendapatkan bonus atau insentif per harinya Rp240 ribu dari aplikasi Grab.

Tag: GrabCar, Taksi Online

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00