Portal Berita Ekonomi Jum'at, 25 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:55 WIB. BPJS - BPJS Kesehatan tunggu aturan cukai rokok sebagai salah satu opsi atasi defisit.
  • 20:54 WIB. BMRI - Bank Mandiri memiliki pipeline untuk terbitkan obligasi subordinasi sebesar Rp1 triliun.
  • 20:54 WIB. BMRI - Bank Mandiri berencana terbitkan obligasi Rp3,5 triliun pada kuartal III 2018.
  • 20:54 WIB. BMRI - Bank Mandiri alokasikan dana Rp1 triliun-Rp1,5 triliun guna suntikkan modal ke anak usaha sepanjang tahun ini.
  • 20:53 WIB. Pertamina EP - Pertamina EP catat produksi minyak 256.619 BOEPD hingga 15 Mei 2018, lebih tinggi 101,6% dari target.
  • 20:53 WIB. Jamkrindo Syariah - Di akhir kuartal I 2018, volume penjaminan Jamkrindo Syariah capai Rp3,4 triliun.
  • 20:52 WIB. BUMN - Pelni dan Inalum siapkan 1.000 tiket mudik gratis Batam-Medan.
  • 20:52 WIB. JSMR - Jasa Marga akan tutup sementara sebagian badan jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk keperluan perbaikan jalan.
  • 20:52 WIB. Bank Mandiri - Bank Mandiri siapkan dana Rp57 triliun untuk persiapan Lebaran.
  • 20:51 WIB. Pelindo IV - Kemhub dan Pelindo IV bekerja sama manfaatkan stasiun VTS.
  • 20:24 WIB. Malware - Setengah juta pengguna router WiFi di dunia terjangkit Malware.
  • 20:22 WIB. Samsung - Samsung bayar denda US$539 juta (setara Rp7,6 triliun) kepada Apple¬†karena melanggar lima paten Apple.¬†
  • 20:20 WIB. Sony - Sony tak lagi berharap banyak pada bisnis smartphone.
  • 20:20 WIB. Microsoft - Xiaoice sudah menjalani uji coba di Tiongkok sejak beberapa waktu lalu.
  • 20:19 WIB. Essential - Proyek ponsel Essential 2 dikabarkan tidak akan pernah terjadi.

Tokopedia Dinobatkan Sebagai Tempat Belanja Online Nomor 1 Indonesia

Foto Berita Tokopedia Dinobatkan Sebagai Tempat Belanja Online Nomor 1 Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Masyarakat Indonesia lebih memilih belanja online melalui marketplace. Dari survei yang dilakukan oleh perusahaan konsultan TI Sharing Vision pada Oktober-November 2017, hampir 80 persen responden memilih berbelanja online lewat marketplace. Tokopedia dipilih sebagai pilihan pertama berbelanja online dengan 66 persen suara responden, disusul Go-Jek dan Bukalapak masing-masing 59 persen dan 43 persen.

Sebelumnya, perusahaan analisis aplikasi mobile AppAnnie melalui laporan tahunan bertajuk 2017 Retrospective: A Monumental Year for the App Economy (Retrospektif 2017: Tahun Monumental untuk Ekonomi Berbasis Aplikasi) juga menobatkan Tokopedia sebagai aplikasi berbelanja (shopping app) paling top di Indonesia, disusul Shopee dan Bukalapak masing-masing di posisi kedua dan ketiga.

Aspek keamanan, kelengkapan produk, dan promo seringkali menjadi alasan utama orang memilih marketplace dibandingkan tempat berbelanja online yang lain. Kepraktisan adalah faktor tak kalah penting, terutama ketika berbelanja lewat smartphone. Hal ini menjelaskan tingginya transaksi belanja online lewat aplikasi di kalangan masyarakat Indonesia. Tahun lalu, sekitar 80 persen dari total transaksi di Tokopedia berasal dari aplikasi.

Menanggapi hal tersebut, Co-Head Marketplace Tokopedia Aldo Tjahjadi menjelaskan, hal ni menjadi motivasi bagi Tokopedia untuk konsisten berinovasi dalam memberikan kenyamanan bagi pelanggan serta mendukung perkembangan bisnis UMKM Indonesia.

"Ini merupakan bagian dari komitmen Tokopedia dalam mendukung pemerataan ekonomi secara digital," kata Aldo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/1/2018).

Regional Director AppAnnie Jaede Tan menambahkan di Indonesia, rata-rata pengguna menghabiskan 240 menit di aplikasi dalam sehari. Ini merupakan yang tertinggi di antara semua pasar yang dianalisis oleh AppAnnie.

Kemajuan teknologi berpengaruh besar terhadap gaya hidup masyarakat Indonesia, termasuk perilaku berbelanja. Dengan jumlah penduduk yang besar dan popularitas smartphone, Indonesia memiliki potensi pasar ritel internet yang sangat menjanjikan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, ekonomi digital Indonesia berpotensi menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, dengan transaksi yang diprediksi menembus USD130 miliar pada 2020. Apalagi, melihat kondisi iklim industri yang semakin membaik.

"Kalau enggak, mana mau investor luar masuk, misalkan dirasakan iklim investasinya tidak mendukung investasi mereka," ujar Rudiantara.

Tidak hanya popular untuk gadget atau barang fesyen, belanja online semakin lazim dipilih masyarakat untuk membeli berbagai kebutuhan sehari-hari mulai dari makanan, pulsa ponsel, voucer listrik hingga tiket perjalanan dan tiket bioskop. Hasil survei Sharing Vision juga memperlihatkan dominasi pemesanan tiket alat transportasi maupun hotel, secara online mencapai kurang lebih 72-90 persen. Traveloka mendominasi dengan 83 persen responden sebagai pilihan favorit, disusul Tiket.com dengan 34 persen. Penggunaan taksi online juga meningkat pesat. Sebanyak 87 persen responden telah beralih ke sarana transportasi online seperti Go-Jek, Grab, dan Uber.

"Pertumbuhan e-commerce Indonesia 2018 diprediksi double digit. Potensi Indonesia menarik para pelaku e-commerce untuk memanjangkan sayapnya di setiap layanan yang mungkin, memblurkan batasan layanan, semua bisa menjual semua. Begitupun mendorong munculnya banyaknya e-commerce untuk UKM yang didukung pemerintah, hingga gagasan e-commerce untuk pedagang kaki lima dan koperasi," ujar Dimitri Mahayana, Chief Sharing Vision Indonesia.

Tag: PT Tokopedia, Aldo Tjahjadi, e-commerce, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Rudiantara, Sharing Vision Indonesia, Dimitri Mahayana

Penulis: Dina Kusumaningrum

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Tokopedia

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5975.742 29.204 583
2 Agriculture 1545.561 -3.579 19
3 Mining 1874.083 5.539 44
4 Basic Industry and Chemicals 797.876 9.669 69
5 Miscellanous Industry 1255.404 1.089 44
6 Consumer Goods 2467.513 7.000 45
7 Cons., Property & Real Estate 463.741 1.542 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1016.181 -6.306 65
9 Finance 1058.646 9.953 92
10 Trade & Service 911.636 5.660 140
No Code Prev Close Change %
1 HOME 120 156 36 30.00
2 CMPP 240 300 60 25.00
3 TRUK 430 535 105 24.42
4 SKBM 436 535 99 22.71
5 VINS 128 150 22 17.19
6 CAMP 444 520 76 17.12
7 NELY 118 134 16 13.56
8 SKYB 430 488 58 13.49
9 KBLV 540 600 60 11.11
10 NAGA 218 242 24 11.01
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 585 458 -127 -21.71
2 YPAS 790 620 -170 -21.52
3 SONA 3,200 2,750 -450 -14.06
4 RDTX 6,500 5,625 -875 -13.46
5 FREN 110 97 -13 -11.82
6 MITI 131 116 -15 -11.45
7 IDPR 900 800 -100 -11.11
8 SDMU 298 272 -26 -8.72
9 TRUS 238 218 -20 -8.40
10 CNTX 650 600 -50 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 BHIT 119 121 2 1.68
2 PGAS 2,170 2,080 -90 -4.15
3 BBRI 3,060 3,120 60 1.96
4 KREN 750 740 -10 -1.33
5 ERAA 2,730 2,730 0 0.00
6 MNCN 1,235 1,240 5 0.40
7 TARA 830 840 10 1.20
8 UNTR 36,950 37,500 550 1.49
9 TLKM 3,560 3,560 0 0.00
10 INKP 15,250 16,000 750 4.92