Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:19 WIB. EPL - Wolverhampton Wanderers 0 vs 2 Watford
  • 05:18 WIB. EPL - West Ham United 0 vs 1 Tottenham Hotspur
  • 05:17 WIB. EPL - Newcastle United 0 vs 1 Brighton & Hove Albion
  • 05:15 WIB. EPL - Manchester City 5 vs 0 Burnley
  • 05:10 WIB. EPL - Huddersfield Town 0 vs 1 Liverpool
  • 05:02 WIB. EPL - Cardiff City 4 vs 2 Fulham
  • 05:01 WIB. EPL - AFC Bournemouth 0 vs 0 Southampton
  • 05:00 WIB. EPL - Chelsea 2 vs 2 Manchester United

Ulama Lebak: Pelaku LGBT Harus Dipidanakan

Foto Berita Ulama Lebak: Pelaku LGBT Harus Dipidanakan
Warta Ekonomi.co.id, Lebak -

Ulama Kabupaten Lebak KH Mas'ud mengatakan ketentuan mengenai lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang tengah digodok di DPR dalam Rancangan Undang-Undang Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) harus dipidanakan.

"Kami berharap pelaku LGBT yang berusia 18 tahun tentu harus diproses hukum untuk memberikan efek jera agar kerusakan moral bisa dicegah," kata KH Mas"ud saat dihubungi di Lebak, Banten, Sabtu (27/1/2018).

Perbuatan LGBT sangat dilarang hukum Islam dan haram dilakukannya. Apalagi, terjadi pernikahan sesama jenis antara lelaki dengan lelaki yang disebut homoseks maupun perempuan dengan perempuan atau lesbian tentu dilarang keras oleh ajaran Islam.

Karena itu, pihaknya mendesak DPR dan pemerintah bisa menggolkan dalam RUU RKUHP bahwa pelaku LGBT harus dipidanan.

Perbuatan seks sesama jenis sangat menyimpang dan juga membawa kemudaratan, bahkan bisa menularkan kepada orang lain, termasuk penyebaran penyakit HIV/AIDS, tumor dan lainnya.

Pemerintah dan DPR tentu harus hadir untuk menyelamatkan anak-anak bangsa agar tidak melakukan seks menyimpang.

"Saya kira perbuatan LGBT tidak memberikan manfaatnya sehingga harus dilarang di Tanah Air," katanya.

Ia mengatakan, saat ini seks menyimpang LGBT secara beramai-ramai sudah mengkhawatirkan anak-anak bangsa.

Apalagi, kata dia, belum lama ini aparat kepolisian menggerebek pesta LGBT di Jakarta dan Cianjur. Apabila pelaku LGBT tidak dipidana maka akan banyak di masyarakat melakukan seks menyimpang.

Selain itu juga LGBT sangat bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 29 ayat 1 dan Pasal 28 J juga Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

"Kami minta pemerintah maupun wakil rakyat menolak LGBT juga melarang warga komunitas atau kelompok LGBT itu," katanya.

Ustad dari Persatuan Islam (Persis) Kabupaten Lebak, Cedin Rosyad Nurdin mengatakan perilaku LGBT yang kini ketetuan huumya digodok di DPR tentu harus dipidana.

Perbuatan LGBT tentu dilarang oleh semua agama karena bisa menghancurkan moral bangsa.

Perbuatan homoseksual sangat bertentangan dengan fitrah manusia yang diciptakan oleh Allah SWT untuk berpasangan dengan lawan jenis.

Kasus homoseksual yang pernah terjadi pada zaman Nabi Luth harus dijadikan pelajaran dan jangan sampai bencana semacam itu terjadi di Tanah Air.

Pelaku gay pada zaman Nabi Luth mendapat azab dari Allah karena perbuatannya berdosa.

Karena itu, pemerintah dan DPR harus mencegah berkembangnya LGBT sehingga perlu dilakukan tindakan tegas melalui perundang-undangan.

"Kami berharap pemerintah segera memiliki perundang-undangan agar kasus gay tidak meluas di kalangan masyarakat," katanya. (Ant)

Tag: Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Reuters/Max Rossi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46