Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Infrastruktur Kencang, Saham WSKT, WIKA, PTPP, dan ADHI Siap Diburu

Foto Berita Infrastruktur Kencang, Saham WSKT, WIKA, PTPP, dan ADHI Siap Diburu
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Terus digenjotnya pembangunan infrastruktur di Tanah Air bakal mendongkrak kinerja emiten di sektor konstruksi. Terlebih bagi perusahaan konstruksi BUMN yang hampir pasti diibatkan dalam setiap pembangunan infrastruktur negara. 

Oleh karena itu, tak heran jika saham-saham di sektor konstruksi saat ini mulai diburu oleh investor. Analis Bahana Sekuritas Ricky Ho menuturkan Bahana menilai kinerja PT Waskita Karya (persero) Tbk akan semakin melaju tahun ini. Hal ini karena perusahaan berkode saham WSKT ini bakal diguyur modal baru dari pembayaran proyek LRT yang ada di Sumatera Selatan sebesar Rp10 triliun dan pembayaran sebesar Rp6,1 triliun dari proyek Jaringan Transmisi Sumatera yang telah selesai dikerjakan. 

Hal tersebut membuat perseroan lebih leluasa untuk mengerjakan proyek-proyek baru karena ruang permodalanya semakin lebar. Di samping itu, WSKT melalui anak usahanya Waskita Toll Road (WTR) juga berencana melakukan divestasi atas seksi Trans Java yang diperkirakan akan selesai dikerjakan tahun ini. 

Ada beberapa cara yang akan ditempuh oleh Waskita yakni menjual seluruh atau satu persatu jalan tol yang dikerjakan secara langsung kepada investor, atau menyatukan jalan tol milik WTR dengan milik Jasa Marga baru kemudian melakukan penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO). Cara lainnya adalah WTR langsung menjajaki IPO atau melakukan right issue.

"Kemungkinan terbesar jalan yang akan diambil adalah pilihan pertama dan kedua, dengan perkiraan perolehan dana sekitar Rp4 triliun-Rp4,9 triliun," katanya di Jakarta, Minggu (29/1/2018).

Lebih lanjut, ada kebutuhan bagi Waskita untuk melakukan divestasi pada paruh pertama tahun ini karena kebanyakan jalan tol yang dikerjakan akan selesai tahun ini. Bahana merekomendasikan beli dengan target harga Rp3.500/lembar.

Sementara untuk PT Wijaya Kaya (Persero) Tbk (WIKA), anak usaha PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) ini merekomendasikan beli saham Wijaya Karya dengan target harga Rp2.200/lembar karena perseroan banyak terlibat dalam proyek pembangunan jalur kereta api. Hal tersebut akan menjadikan WIKA sebagai BUMN konstruksi untuk mengerjakan berbagai proyek kereta ke depannya.

Berdasarkan data proyek nasional, Bahana memperkirakan perusahaan berkode saham WIKA ini akan mengantongi US$36,3 miliar proyek jalur kereta ke depannya untuk seluruh Indonesia. Perseroan juga sudah memiliki tata kelola perusahaan yang kuat dengan neraca keuangan yang sehat. 

PT Pembangunan Perumahann (Persero) Tbk (PTPP) juga direkomendasikan beli dengan target harga Rp3.500/lembar karena perseroan memiliki posisi yang kuat untuk mengerjakan proyek pelabuhan dan pembangkit listrik dengan neraca keuangan yang sehat sehingga diperkirakan margin akan membaik ke depannya. Berdasarkan perkiraan Bahana, perusahaan berkode saham PTPP ini bakal mengantongi kontrak sekitar US$27 miliar untuk proyek pelabuhan dan pembangkit listrik meski ada risiko lambatnya eksekusi proyek karena ada permasalahan PLN.

Sekuritas milik negara ini merekomendasikan beli saham PT Adhi Karya (persero) Tbk (ADHI) dengan target harga Rp2.400/lembar karena masalah perseroan terkait pendanaan pembangunan LRT telah mencapai kata sepakat dengan PT Kereta Api Indonesia. Setelah pembayaran tahap pertama dilakukan pada pertengahan Januari 2018, PT KAI ke depannya akan melakukan pembayaran setiap kuartal, sesuai dengan perkembangan proyek. ADHI juga akan membangun daerah komersial di sekitar stasiun perhentian LRT atau disebut juga Transit Oriented Development (TOD) di 19 lokasi sehingga akan berdampak positif bagi kinerja perseroan.

Tag: PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), PT Bahana Sekuritas, Saham, Ricky Ho, Infrastruktur

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56