Portal Berita Ekonomi Selasa, 13 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:53 WIB. Apple - Saham Apple anjlok pasca-pembatalan tambahan produksi iPhone.
  • 10:52 WIB. Daihatsu - Daihatsu masih enggan bocorkan Xenia generasi baru.
  • 10:52 WIB. Facebook - Facebook dan Pemerintah Perancis sisir pidato kebencian.
  • 10:51 WIB. Sony - Sony siapkan kontroler PlayStation dengan layar sentuh.
  • 09:41 WIB. Garuda - Garuda menjadi satu-satunya maskapai di Asia Tenggara yang masuk dalam 5 besar maskapai global.
  • 09:41 WIB. Divestasi - PT Semen Indonesia terima fasilitas pinjaman US$1,282 untuk akuisisi saham Holcim Indonesia.
  • 09:40 WIB. Divestasi - LafargeHolcim divestasikan 80,6% ke PT Holcim Indonesia senilai US$1,75 miliar.
  • 09:40 WIB. SMGR - Semen Indonesia telah mengakuisisi 80,6% saham Holcim Indonesia.
  • 09:40 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,28% di perdagangan Selasa pagi.
  • 09:40 WIB. Limbah - Kawasan Industri Suryacipta Karawang resmi gunakan tekonolgi pengolahan limbah modern berkapasitas 5.000 m3 per hari.
  • 09:17 WIB. Apple - iPhone 2019 bakal didukung jaringan 5G.
  • 09:15 WIB. Microsoft - Microsoft ingin akuisisi developer game Fallout.
  • 09:11 WIB. Samsung - Samsung siapkan 1 juta smartphone layar lipat tahun depan.
  • 09:11 WIB. Bukalapak - Bukalapak prediksi kantongi izin e-money tahun depan.
  • 09:10 WIB. LG - Gambar panel depan LG Q9 beredar di dunia maya.

Infrastruktur Kencang, Saham WSKT, WIKA, PTPP, dan ADHI Siap Diburu

Foto Berita Infrastruktur Kencang, Saham WSKT, WIKA, PTPP, dan ADHI Siap Diburu
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Terus digenjotnya pembangunan infrastruktur di Tanah Air bakal mendongkrak kinerja emiten di sektor konstruksi. Terlebih bagi perusahaan konstruksi BUMN yang hampir pasti diibatkan dalam setiap pembangunan infrastruktur negara. 

Oleh karena itu, tak heran jika saham-saham di sektor konstruksi saat ini mulai diburu oleh investor. Analis Bahana Sekuritas Ricky Ho menuturkan Bahana menilai kinerja PT Waskita Karya (persero) Tbk akan semakin melaju tahun ini. Hal ini karena perusahaan berkode saham WSKT ini bakal diguyur modal baru dari pembayaran proyek LRT yang ada di Sumatera Selatan sebesar Rp10 triliun dan pembayaran sebesar Rp6,1 triliun dari proyek Jaringan Transmisi Sumatera yang telah selesai dikerjakan. 

Hal tersebut membuat perseroan lebih leluasa untuk mengerjakan proyek-proyek baru karena ruang permodalanya semakin lebar. Di samping itu, WSKT melalui anak usahanya Waskita Toll Road (WTR) juga berencana melakukan divestasi atas seksi Trans Java yang diperkirakan akan selesai dikerjakan tahun ini. 

Ada beberapa cara yang akan ditempuh oleh Waskita yakni menjual seluruh atau satu persatu jalan tol yang dikerjakan secara langsung kepada investor, atau menyatukan jalan tol milik WTR dengan milik Jasa Marga baru kemudian melakukan penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO). Cara lainnya adalah WTR langsung menjajaki IPO atau melakukan right issue.

"Kemungkinan terbesar jalan yang akan diambil adalah pilihan pertama dan kedua, dengan perkiraan perolehan dana sekitar Rp4 triliun-Rp4,9 triliun," katanya di Jakarta, Minggu (29/1/2018).

Lebih lanjut, ada kebutuhan bagi Waskita untuk melakukan divestasi pada paruh pertama tahun ini karena kebanyakan jalan tol yang dikerjakan akan selesai tahun ini. Bahana merekomendasikan beli dengan target harga Rp3.500/lembar.

Sementara untuk PT Wijaya Kaya (Persero) Tbk (WIKA), anak usaha PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) ini merekomendasikan beli saham Wijaya Karya dengan target harga Rp2.200/lembar karena perseroan banyak terlibat dalam proyek pembangunan jalur kereta api. Hal tersebut akan menjadikan WIKA sebagai BUMN konstruksi untuk mengerjakan berbagai proyek kereta ke depannya.

Berdasarkan data proyek nasional, Bahana memperkirakan perusahaan berkode saham WIKA ini akan mengantongi US$36,3 miliar proyek jalur kereta ke depannya untuk seluruh Indonesia. Perseroan juga sudah memiliki tata kelola perusahaan yang kuat dengan neraca keuangan yang sehat. 

PT Pembangunan Perumahann (Persero) Tbk (PTPP) juga direkomendasikan beli dengan target harga Rp3.500/lembar karena perseroan memiliki posisi yang kuat untuk mengerjakan proyek pelabuhan dan pembangkit listrik dengan neraca keuangan yang sehat sehingga diperkirakan margin akan membaik ke depannya. Berdasarkan perkiraan Bahana, perusahaan berkode saham PTPP ini bakal mengantongi kontrak sekitar US$27 miliar untuk proyek pelabuhan dan pembangkit listrik meski ada risiko lambatnya eksekusi proyek karena ada permasalahan PLN.

Sekuritas milik negara ini merekomendasikan beli saham PT Adhi Karya (persero) Tbk (ADHI) dengan target harga Rp2.400/lembar karena masalah perseroan terkait pendanaan pembangunan LRT telah mencapai kata sepakat dengan PT Kereta Api Indonesia. Setelah pembayaran tahap pertama dilakukan pada pertengahan Januari 2018, PT KAI ke depannya akan melakukan pembayaran setiap kuartal, sesuai dengan perkembangan proyek. ADHI juga akan membangun daerah komersial di sekitar stasiun perhentian LRT atau disebut juga Transit Oriented Development (TOD) di 19 lokasi sehingga akan berdampak positif bagi kinerja perseroan.

Tag: PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), PT Bahana Sekuritas, Saham, Ricky Ho, Infrastruktur

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,990.56 3,951.00
British Pound GBP 1.00 19,257.62 19,065.73
China Yuan CNY 1.00 2,149.82 2,128.57
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,969.00 14,821.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,753.73 10,642.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,911.02 1,892.05
Dolar Singapura SGD 1.00 10,824.35 10,713.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,814.68 16,646.95
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,569.15 3,530.49
Yen Jepang JPY 100.00 13,166.51 13,032.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5777.053 -97.101 615
2 Agriculture 1471.193 -20.031 20
3 Mining 1850.021 -9.803 47
4 Basic Industry and Chemicals 741.527 -8.068 71
5 Miscellanous Industry 1323.857 -43.137 45
6 Consumer Goods 2255.249 -57.850 49
7 Cons., Property & Real Estate 410.436 -6.394 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1055.398 -2.343 71
9 Finance 1087.300 -19.593 90
10 Trade & Service 790.700 -12.910 150
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 1,400 1,750 350 25.00
2 SOSS 800 1,000 200 25.00
3 TCPI 6,300 7,550 1,250 19.84
4 SSTM 384 460 76 19.79
5 IBST 8,200 9,800 1,600 19.51
6 TAMU 2,300 2,700 400 17.39
7 DUCK 1,475 1,665 190 12.88
8 HELI 104 117 13 12.50
9 AKPI 810 900 90 11.11
10 SATU 124 137 13 10.48
No Code Prev Close Change %
1 PSDN 210 178 -32 -15.24
2 KBLV 452 402 -50 -11.06
3 LPPF 5,275 4,760 -515 -9.76
4 DPNS 332 300 -32 -9.64
5 ASJT 340 312 -28 -8.24
6 ABMM 2,200 2,020 -180 -8.18
7 TIRA 151 140 -11 -7.28
8 SSIA 472 438 -34 -7.20
9 PTPP 1,565 1,460 -105 -6.71
10 ARII 975 910 -65 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 HMSP 3,400 3,300 -100 -2.94
2 ESTI 94 96 2 2.13
3 UNVR 40,325 39,375 -950 -2.36
4 BBRI 3,340 3,280 -60 -1.80
5 PGAS 2,110 2,070 -40 -1.90
6 SATU 124 137 13 10.48
7 ADRO 1,580 1,510 -70 -4.43
8 TKIM 10,550 10,625 75 0.71
9 SRIL 360 360 0 0.00
10 UNTR 34,900 33,075 -1,825 -5.23