Portal Berita Ekonomi Jum'at, 25 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:24 WIB. BSM - Bank Syariah Mandiri mencatat nilai pembiayaan sebesar Rp60 triliun pada tahun 2017 lalu.
  • 15:21 WIB. BSM - Bank Syariah Mandiri memproyeksikan pembiayaan sebesar Rp67 triliun pada tahun 2018.
  • 15:21 WIB. BSM - Bank Syariah Mandiri mencatatkan pertumbuhan pembiayaan ritel konsumer sebesar 30% per April 2018.
  • 15:20 WIB. BUMN - Perpres pengelolaan proyek negara dan BUMN oleh swasta akan rilis.
  • 15:20 WIB. RALS - Ramayana Lestari Sentosa mengatakan tak berniat mengembangkan platform e-commerce sendiri.
  • 15:19 WIB. Bank Mandiri - Hingga kini, Bank Mandiri punya 208 gerai pemasaran di 13 kabupaten dan 5 kotamadya di Jabar.
  • 15:18 WIB. Bank Mandiri - Jumlah gerai pemasaran produk ritel Bank Mandiri pecahkan rekor.
  • 15:18 WIB. BNI - BNI sediakan 6000 paket sembako murah kepada keluarga PMI yang salurkan transaksi remittance melalui BNI.
  • 15:17 WIB. Bulog - Perum Bulog akan lakukan operasi pasar untuk jaga stabilitas harga beras di pasar.
  • 15:17 WIB. Jamkrindo Syariah - Jamkrindo Syariah proyeksikan volume penjaminan di tahun 2018 bisa capai Rp13,5 triliun.
  • 15:16 WIB. BNI - BNI targetkan volume transaksi TapCash Rp5 miliar saat Lebaran.
  • 15:15 WIB. BNI - selama libur Lebaran, BNI buka pelayanan terbatas untuk lima outlet di Sulut.
  • 15:15 WIB. BNI - BNI gandeng Lion Parcel guna tingkatkan penghasilan BUMDes.
  • 15:15 WIB. BRIS - BRI Syariah Salurkan Zakat Rp 1 Miliar ke Baznas.
  • 13:58 WIB. Kanada - Bom meledak di sebuah restoran Kanada, 15 orang luka-luka.

Wika Gedung Optimis Penjualan Naik 28,8% Tahun Ini

Foto Berita Wika Gedung Optimis Penjualan Naik 28,8% Tahun Ini
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE) menargetkan pada 2018 optimis bisa membukukan Penjualan (Termasuk Penjualan KSO) WIKA Gedung sebesar Rp5,19 triliun atau naik 28,8% dari target tahun 2017 sebesar Rp4,03 triliun.

Perseroan pun menargetkan laba bersih tahun 2018 Rp394,5 miliar atau naik 38% dari target tahun 2017 sebesar Rp285,8 miliar. Dimana untuk pengembangan bisnis di tahun 2018, perusahaan menggelontorkan belanja modal sebesar Rp667 miliar.

Untuk itu, perseroan berharap dapat memperoleh kontrak dihadapi sebesar Rp16,59 triliun atau naik sebesar 28,4% dari target tahun 2017. 

Direktur Utama WIKA Gedung Nariman Prasetyo mengungkapkan bahwa total kontrak dihadapi ini terdiri dari target kontrak baru tahun 2018 sebesar Rp7,83 triliun dan carry over tahun 2017 sebesar Rp8,76 triliun.

"Komposisi perolehan kontrak baru tahun 2018 direncanakan berasal dari Pemerintah 30%, BUMN 30%, dan  Swasta 40%," jelasnya dalam  keterangan resmi di Jakarta, Senin (29/1/2018).

Nariman menuturkan, dari komposisi tersebut, menunjukkan bahwa WIKA Gedung memiliki pasar yang jelas dan independen karena porsi kontrak baru berasal dari eksternal, di luar dari proyek-proyek yang berasal dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selaku Holding Company.

Adapun di awal tahun ini perseroan telah ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana tiga proyek baru yakni proyek pembangunan Perluasan Gedung Terminal Penumpang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Transmart Majapahit Semarang, dan Transmart Pekalongan Jateng dengan total nilai kontrak mencapai Rp422,1 miliar.

Ia menjelaskan bahwa proyek Perluasan Gedung Terminal Penumpang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang milik PT Angkasa Pura II ini merupakan perluasan area terminal bandara seluas 46.000 meter persegi. 

"Di proyek ini akan dibangun 3 lantai bangunan terminal dan power house termasuk pekerjaan bongkaran dan landscape. Scope of work WIKA Gedung di proyek ini meliputi pekerjaan struktur, arsitektur, dan MEP selama 18 bulan dengan masa pemeliharaan 365 hari kalender," jelasnya. 

Lalu, untuk proyek Transmart Majapahit dan Transmart Pekalongan, WIKA Gedung mengerjakan design and built untuk pekerjaan struktur, arsitektur, dan MEP.  

"Di setiap proyek akan dibangun area komersial 4 lantai, 1 basement, dan 1 maizane dengan luas masing-masing 29.609 meter persegi dan 29.835 meter persegi dengan masa pekerjaan kurang lebih 1 tahun dan pemeliharaan selama 365 hari kalender. Kedua proyek Transmart tersebut nantinya akan menjadi salah satu destinasi belanja modern bagi masyarakat Semarang dan Pekalongan," ucapnya. 

Menurut Nariman, dengan dasar pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan tumbuh 5,4% di tahun 2018 serta fokus pemerintahan Presiden Jokowi terhadap pembangunan infrastruktur di Tanah Air, termasuk dengan adanya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tahun 2019 yang mengharuskan setiap orang mengikuti BPJS kesehatan secara penuh, WIKA Gedung siap mengembangkan bisnis konsesi penyedia space terkait dengan perkembangan infrastruktur tersebut, seperti di bidang kebandarudaraan, mass transportation, termasuk social infrastructure seperti rumah sakit dan pendidikan.

"Di lini backward, WIKA Gedung fokus pada bisnis pracetak gedung, modular, dan geotech. Di bisnis pracetak gedung, telah berdiri anak perusahaan PT WIKA Pracetak Gedung yang memproduksi precast gedung, sedangkan pada bisnis Modular, WIKA Gedung berencana melanjutkan Kerja Sama Operasi (KSO) yang telah dilakukan sebelumnya dengan mendirikan perusahaan patungan untuk memproduksi modular bersama, kemudian di bidang geotech WIKA Gedung akan mengakusisi perusahaan di sektor tersebut untuk mengembangkan bisnis konstruksi bangunan bawah/basement," ungkapnya. 

Tag: PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung), Nariman Prasetyo

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5946.538 154.537 583
2 Agriculture 1549.140 13.685 19
3 Mining 1868.544 42.392 44
4 Basic Industry and Chemicals 788.207 14.705 69
5 Miscellanous Industry 1254.315 32.513 44
6 Consumer Goods 2460.513 68.979 45
7 Cons., Property & Real Estate 462.199 12.383 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1022.487 31.117 65
9 Finance 1048.693 34.134 92
10 Trade & Service 905.976 9.725 140
No Code Prev Close Change %
1 JMAS 660 825 165 25.00
2 TRUK 344 430 86 25.00
3 CAMP 356 444 88 24.72
4 HOME 100 120 20 20.00
5 BYAN 8,750 10,500 1,750 20.00
6 BSIM 520 620 100 19.23
7 SONA 2,700 3,200 500 18.52
8 RDTX 5,500 6,500 1,000 18.18
9 ARII 1,125 1,300 175 15.56
10 PGAS 1,880 2,170 290 15.43
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 700 605 -95 -13.57
2 WEHA 178 155 -23 -12.92
3 AKSI 336 298 -38 -11.31
4 TGKA 2,550 2,310 -240 -9.41
5 ABMM 2,190 2,010 -180 -8.22
6 SDMU 320 298 -22 -6.88
7 CSIS 1,715 1,600 -115 -6.71
8 GOLD 470 440 -30 -6.38
9 SIPD 1,025 965 -60 -5.85
10 KARW 138 130 -8 -5.80
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,880 3,060 180 6.25
2 TAXI 114 127 13 11.40
3 INPC 84 84 0 0.00
4 PGAS 1,880 2,170 290 15.43
5 KREN 690 750 60 8.70
6 EXCL 2,160 2,320 160 7.41
7 BBCA 22,000 22,450 450 2.05
8 BWPT 194 208 14 7.22
9 TLKM 3,470 3,560 90 2.59
10 ERAA 2,560 2,730 170 6.64