Portal Berita Ekonomi Kamis, 17 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:52 WIB. Innovaccer - Lengan investasi Microsoft, M12 kucurkan Rp156 miliar ke startup Innovaccer.
  • 20:07 WIB. LG - LG G8 ThinQ bakal punya dua layar dan touchless.
  • 20:07 WIB. Asus - Asus rilis ZenBook baru, disebut lebih kecil dari MacBook Air.
  • 20:06 WIB. IMEI - Asosiasi ponsel desak pemerintah segera terapkan regulasi IMEI.
  • 20:05 WIB. Huawei - Smartphone murah Huawei Y7 Pro 2019 masuk pasar Indonesia.
  • 20:04 WIB. Pajak - Menkominfo dan Menkeu mau uji pajak online di Pulau Perbatasan. 
  • 19:37 WIB. Meizu - Meizu garap 3 ponsel Snapdragon 855, salah satunya ponsel gaming.
  • 19:35 WIB. Huawei - Jaksa AS investigasi dugaan Huawei mencuri rahasia dagang.
  • 19:35 WIB. Xiaomi - Xiaomi rambah ekosistem AIoT.
  • 19:34 WIB. Huawei - Jerman ingin singkirkan Huawei dari proyek jaraingan 5G.
  • 19:33 WIB. Facebook - Facebook bantah main licik dalam 10 Years Challenge.

AS Putuskan Perusahaan Streaming Musik Bayar Lebih untuk Royalti

Foto Berita AS Putuskan Perusahaan Streaming Musik Bayar Lebih untuk Royalti
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Otoritas Hak Cipta A.S. pada hari Sabtu (28/1/2018) memutuskan untuk meningkatkan pembayaran royalti yang dilakukan perusahaan streaming seperti Spotify dan Apple Inc harus dilakukan kepada penulis lagu dan penerbit musik dalam lima tahun ke depan, sebuah asosiasi perdagangan untuk penerbit musik mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Dewan Royalti Hak Cipta A.S. mengeluarkan keputusan tertulis yang mengubah formula yang digunakan untuk menentukan berapa banyak pendapatan dari perusahaan streaming harus bayarkan kepada penulis lagu dan perusahaan penerbitan musik yang biasanya mereka sewa untuk mengumpulkan biaya lisensi atas nama mereka.

Asosiasi Penerbit Musik Nasional A.S mengatakan bahwa keputusan tersebut, yang belum diumumkan, mengharuskan perusahaan streaming memberikan 15,1 persen pendapatan mereka kepada penulis lagu dan penerbit musik. Tingkat sebelumnya adalah 10,5 persen.

Dewan tersebut, yang terdiri dari tiga hakim, mengadakan persidangan tahun lalu di mana kelompok perdagangan tersebut melakukan demonstrasi melawan Spotify, Apple, Alphabet Inc (GOOGL.O), Pandora Media Inc (PN) dan Amazon.com Inc (AMZN.O), yang menentang kenaikan tingkat usulan NMPA.

"Ini adalah skenario mekanis terbaik untuk penulis lagu dalam sejarah A.S. yang sangat penting karena streaming interaktif terus mendominasi pasar," ungkap David Isrealite selaku chief executive NMPA dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (29/1/12018).

Seorang juru bicara Pandora menolak berkomentar. Perwakilan Apple, Alphabet, Spotify dan Amazon tidak segera mengembalikan permintaan komentar Layanan streaming harus membayar biaya, yang dikenal sebagai "lisensi mekanis", setiap kali pengguna mendengarkan sebuah lagu.

Biaya lisensi ini biasanya dibayarkan ke perusahaan penerbitan musik seperti Sony / ATV Music Publishing, yang mengumpulkan biaya atas nama artis rekaman dengan imbalan komisi. Undang-undang A.S. mewajibkan Dewan Royalti Hak Cipta untuk menetapkan tarif untuk lisensi mekanis ini, daripada membiarkan penerbit musik menegosiasikan tarif langsung dengan layanan streaming musik.

Tag: Spotify, Google, Amazon.com Inc, Amazon Web Services, Alphabet Inc, Apple Inc, Apple Music

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Christian Hartmann

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6423.780 10.420 625
2 Agriculture 1585.056 4.391 21
3 Mining 1869.559 5.276 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.324 6.713 71
5 Miscellanous Industry 1416.122 3.773 46
6 Consumer Goods 2620.437 -2.533 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.732 -7.343 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1142.331 -2.336 71
9 Finance 1224.233 5.952 91
10 Trade & Service 792.311 2.820 153
No Code Prev Close Change %
1 PSDN 200 270 70 35.00
2 HOME 108 145 37 34.26
3 AGRS 374 466 92 24.60
4 SQMI 246 306 60 24.39
5 CANI 210 254 44 20.95
6 ASBI 252 300 48 19.05
7 PADI 780 920 140 17.95
8 TIRT 66 75 9 13.64
9 TNCA 183 206 23 12.57
10 CNTX 478 535 57 11.92
No Code Prev Close Change %
1 ABDA 4,480 3,360 -1,120 -25.00
2 NOBU 1,000 840 -160 -16.00
3 INCF 350 296 -54 -15.43
4 TIRA 312 270 -42 -13.46
5 BGTG 110 97 -13 -11.82
6 GLOB 545 482 -63 -11.56
7 VICO 119 107 -12 -10.08
8 SAFE 208 190 -18 -8.65
9 NIPS 398 364 -34 -8.54
10 APEX 1,295 1,190 -105 -8.11
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 348 342 -6 -1.72
2 VICO 119 107 -12 -10.08
3 INDY 1,935 2,090 155 8.01
4 UNTR 26,050 26,850 800 3.07
5 KPAS 224 210 -14 -6.25
6 ERAA 2,450 2,310 -140 -5.71
7 BBRI 3,780 3,810 30 0.79
8 ADRO 1,460 1,460 0 0.00
9 TLKM 3,990 3,990 0 0.00
10 BUMI 159 164 5 3.14