Portal Berita Ekonomi Minggu, 25 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:40 WIB. IKM -┬áKementerian Perindustrian mendorong pelaku IKM untuk dapat menggunakan marketplace.

BI: Indonesia Perlu Terobosan Hadapi Era Milenial

Foto Berita BI: Indonesia Perlu Terobosan Hadapi Era Milenial
Warta Ekonomi.co.id, Serang -

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng mengatakan perlu sejumlah terobosan dan kebijakan yang tidak mainstream dalam menghadapi "era milenial" dengan setidaknya tiga tantangan yang akan dihadapi, diantaranya ketidakpastian kebijakan moneter.

"Sebagai negara perekonomian terbuka tentunya ekonomi kita akan terpengaruh jika terdapat perubahan kebijakan moneter di negara maju," katanya pada acara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten dari Budiharto Setyawan kepada Rahmat Hernowo di Kantor BI Banten, Senin (29/1/2018).

Budiharto Setyawan selanjutnya menduduki jabatan sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung. Rahmat Hernowo sebelumnya adalah analis eksekutif Kantor Perwakilan BI Tokyo Jepang. Tantangan kedua, kata Sugeng, adalah kebijakan proteksionisme. Integrasi dan keterbukaan ekonomi antar negara yang makin tinggi membawa risiko bagi ekonomi domestik.

Oleh karena itu, sejumlah negara mewacanakan kenaikan tarif produk impor, kata Sugeng, seraya menambahkan proteksionisme akan menciptakan perang dagang secara global.

Tantangan ketiga adalah teknologi disruptif, dimana disrupsi digital merupakan tantangan serius bagi perekonomian domestik karena dapat mengganggu tatanan yang sudah ada. Sugeng mengatakan menghadapi tiga tantangan tersebut ditambah pula dengan persoalan struktural yang masih terus membayangi perekonomian domestik.

"Persoalan utamanya adalah perekonomian kita yang masih berbasis komoditas. Sehingga sangat rentan terhadap fluktuasi harga komoditas di pasar dunia. Di tahun 2018 ini saja harga komoditas utama seperti batu bara, aluminium dan kelapa sawit diperkirakan mengalami penurunan di pasar internasional," kata Sugeng.

Karena masih mengandalkan komoditas, kata Sugeng, maka perekonomian Indonesia relatif belum cukup efektif dan produktif dalam mencapai pertumbuhan.

Menghadapi tantangan tersebut, Deputi Gubernur BI ini berpesan kepada Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten yang baru untuk melakukan sejumlah terobosan dan kebijakan yang tidak mainstream.

Sugeng minta meneruskan dan meningkatkan kontribusi nyata Bank Indonesia di daerah, dan menjalankan peran sebagai strategic advisor yang kredibel dan dapat diandalkan, serta meningkatkan sinergi dengan seluruh pemangku utama di Banten.

Sugeng juga berharap kepada Rahmat Hernowo memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku utama dalam hal pengendalian inflasi, serta memanfaatkan forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan efektif dan produktif untuk mencapai inflasi yang ditargetkan.

Deputi Gubernur BI itu juga meminta untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi yang layak edar.

Ia juga meminta agar meningkatkan layanan BI di bidang perkasan hingga daerah terpencil, serta menegakkan prinsip-prinsip good governance dengan melanjutkan change program yang sudah dijalankan dalam rangka mendukung program transformasi BI.

Tag: Bank Indonesia (BI), Budiharto Setyawan

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00