Portal Berita Ekonomi Kamis, 17 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:02 WIB. IHSG - IHSG ditutup¬†menghijau 0,49% ke level 6.444,86 di akhir sesi I, Kamis (17/01/2019).¬†
  • 11:29 WIB. Direksi - Verdy Rusli diberhentikan sementara waktu dari jabatan Direktur Skybee.
  • 11:28 WIB. Properti - Agung Podomoro Land gandengan Kawan Lama Group untuk kembangkan Podomoro Park Bandung.
  • 09:20 WIB. Dolar AS - Pukul 09.20 WIB, dolar AS menguat 0,14% ke level Rp14.143.¬†

Sekjen PBNU: Kondisi Ulama Korban Penganiayaan Mulai Membaik

Foto Berita Sekjen PBNU: Kondisi Ulama Korban Penganiayaan Mulai Membaik
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Kondisi Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah, Kampung Santiong, Desa Cicalengka Kulon KH Umar Basri bin KH Sukrowi dipastikan masih stabil.

 

Hal itu terungkap ketika Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) A. Helmy Faishal Zaini yang didampingi Sekretaris PKB Kabupaten Bandung, Tarya Witarsa ketika menjenguk Kiyai Umar Basridi RS Al-Islam Bandung, Senin (29/1/2018) malam.

Helmy membantah jika sebelumnya sempat beredar isu Kiyai mengalami kehilangan ingatannya. Sejauh ini, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah tersebut masih mengenal keluarganya bahkan yang menjenguk selama proses penyembuhannya.

"Sempat beredar kabar bahwa beliau mengalami kehilangan ingatannya tapi ternyata itu tidak benar. Alhamdulillah beliau baik-baik saja," ungkap Helmy.

Sebelumnya, ia diutus oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj untuk menjenguk Kiyai Umar dan menyampaikan keprihatinanya terhadap keluarga kemudian mendoakan kesembuhan Kiyai Umar. 

"Mudah-mudahan diberikan kesehatan dan bisa beraktivitas kembali," pungkasnya.

Atas kejadian tersebut, PB NU akan terus berkoordinasi dengan Polri untuk segera mengusut tuntas tindakan kekerasan yang dilakukan tersangka berninisial A (55). Meskipun pelaku tersebut telah ditetapkan oleh tim dokter bahwa ia menderita sakit jiwa berat. Namun, kata Helmy, pihaknya meminta pihak kepolisian untuk terus mengusut dugaan motif lain seperti terorisme dibalik peristiwa tersebut.

Hal itu terungkap dari umpatan tersangka kepada korban yang mengatakan ahli neraka. Maka harus diteliti lebih dalam, apakah yang diutarakan tersangka itu tuduhan terhadap amaliah PBNU.

"Saya pribadi sudah berkomunikasi dengan pak Kapolri agar diusut secara tuntas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh tersangka A. Apakah ada dugaan bahwa tersangka terlibat jaringan terorisme,"tegas Helmy

Dia mempertanyakan apakah umpatan tersangka tersebut merupakan bagian dari ideologi mereka yang protes terhadap amaliah warga NU atau kalimat itu sering diucapkan tersangka pada konteks apapun. 

Berdasarkan laporan kuasa hukum Kiyai Umar, keluarga tersangka pun sudah dilakukan pemeriksaan secara rutin. Namun, PBNU mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum untuk melakukan oenyelidikan secara tuntas.

"Menurut saya hal itu harus ditelisik lebih dalam,"ujar Helmy

Sekjen PBNU juga berpesan kepada kepada seluruh keluarga besar NU agar tetap tenang, bisa menahan diri dengan tidak melakukan tindakan yang anarkis. Ia berharap jangan terprovokasi dengan berbagai macam informasi dan percayakan sepenuhnya penanggulangan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk melakukan pengusutan secara tuntas.

"Kita juga sudah berkomunikasi dengan tim penasihat hukum yang terus melakukan perkembangan dengan PBNU dan kami akan terus mengadvokasi, mengawal masalah ini secara tuntas agar hukum bisa ditegakan dan memenuhi rasa keadilan pada kita semua," pungkasnya. 

Tag: PBNU

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6413.360 4.576 625
2 Agriculture 1580.665 -4.371 21
3 Mining 1864.283 19.943 47
4 Basic Industry and Chemicals 886.611 -9.234 71
5 Miscellanous Industry 1412.349 17.718 46
6 Consumer Goods 2622.970 -29.125 51
7 Cons., Property & Real Estate 479.075 -1.667 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1144.667 14.212 71
9 Finance 1218.281 4.587 91
10 Trade & Service 789.491 2.967 153
No Code Prev Close Change %
1 CANI 163 210 47 28.83
2 TIRA 250 312 62 24.80
3 AGRS 300 374 74 24.67
4 INCF 300 350 50 16.67
5 BGTG 95 110 15 15.79
6 INPP 650 750 100 15.38
7 VICO 104 119 15 14.42
8 CTTH 122 135 13 10.66
9 TFCO 665 735 70 10.53
10 BEST 234 258 24 10.26
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 360 300 -60 -16.67
2 OCAP 330 282 -48 -14.55
3 YPAS 745 660 -85 -11.41
4 RELI 250 224 -26 -10.40
5 PRIM 570 515 -55 -9.65
6 APEX 1,400 1,295 -105 -7.50
7 OASA 378 350 -28 -7.41
8 ATIC 880 815 -65 -7.39
9 UNIT 268 252 -16 -5.97
10 MIDI 1,060 1,000 -60 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 342 348 6 1.75
2 ANTM 820 870 50 6.10
3 PGAS 2,320 2,410 90 3.88
4 UNTR 25,600 26,050 450 1.76
5 TLKM 3,930 3,990 60 1.53
6 KPAS 222 224 2 0.90
7 BBRI 3,780 3,780 0 0.00
8 DOID 565 615 50 8.85
9 BMRI 7,800 7,800 0 0.00
10 BHIT 66 71 5 7.58