Portal Berita Ekonomi Senin, 18 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:20 WIB. BlackBerry - Produsen BlackBerry ikutan garap ponsel layar lipat.
  • 07:11 WIB. Redmi - Redmi akan rilis ponsel berotak Snapdragon 855.
  • 07:09 WIB. Twitter - Twitter simpan DM pengguna selama bertahun-tahun.
  • 07:08 WIB. NASA - NASA gelontorkan Rp3 triliun teliti asal usul alam semesta.
  • 07:05 WIB. Amazon - Amazon investasi Rp9,8 triliun ke startup kendaraan listrik, Rivian. 
  • 06:39 WIB. Asus - Asus fokus lini gaming dan ponsel baterai berkapasitas jumbo.
  • 06:37 WIB. Kaesang - Kaesang targetkan Sang Pisang jadi unicorn lima tahun lagi.

Menpar: Tantangan Bangsa Ini Adalah Kecepatan

Foto Berita Menpar: Tantangan Bangsa Ini Adalah Kecepatan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengingatkan pentingnya penguatan daya saing Indonesia di berbagai bidang, termasuk sektor pariwisata, yang bisa dilakukan dengan mendorong kemudahan perizinan.

"Tantangan bangsa ini adalah kecepatan, karena 'flow of people' itu sangat lambat sekali di Indonesia dan ujungnya itu, hampir semuanya terkait dengan perizinan," kata Arief dalam seminar penguatan daya saing di Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Arief mengakui pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah dalam proses perizinan, karena masih dirasakan rumit oleh sejumlah investor, padahal kemudahan berusaha dibutuhkan untuk memperkuat daya saing.

Untuk mengatasi persoalan investasi itu dalam jangka waktu dekat, tambah Arief, pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bisa menjadi solusi untuk mengundang minat pengusaha dalam menanamkan modal di Indonesia.

"Kalau mau deregulasi total ini sulit. Kita ada 550 kota. Kalau mau gampang, buatlah KEK untuk investasi sebanyak-banyaknya, karena di KEK bisa buat aturan khusus," kata Arief.

Selain itu, proses kemudahan berusaha atau deregulasi kebijakan bisa fokus dilakukan ke sektor tertentu, seperti pariwisata, yang berpotensi menyumbang devisa maupun menggerakkan roda perekonomian dalam waktu dekat.

Arief mencontohkan keberhasilan Jepang yang bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan hingga dua kali lipat dari 2011 ke 2013 setelah melakukan sejumlah relaksasi peraturan. "Jepang bisa menambah kunjungan dari sembilan juta (wisatawan, red.) menjadi 20 juta dalam waktu dua tahun. Vietnam juga telah melakukan deregulasi besar-besaran," ujarnya.

Saat ini, daya saing global Indonesia berada pada peringkat 36 atau naik lima peringkat dari posisi sebelumnya di peringkat 41. Namun, posisi daya saing Indonesia masih di bawah negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Untuk mencapai peringkat yang lebih tinggi, maka perbaikan kinerja bidang kelompok "factor driven" perlu dipacu selain bidang kelompok "efficiency driven", seperti peningkatan efisiensi pada pasar tenaga kerja dan pasar barang.

Upaya tersebut merupakan keniscayaan seiring adanya rencana perubahan pengukuran GCI yang memasukkan faktor teknologi digital. Prospek daya saing Indonesia relatif cerah karena pada bidang inovasi dan kecanggihan usaha, Indonesia tercatat berkinerja baik.

Seminar itu diadakan dalam rangka mendorong partisipasi dunia usaha mengikuti Executive Opinion Survey yang diadakan oleh World Economic Forum (WEF). Survei tersebut saat ini masih berlangsung, dari Januari-Maret 2018.

Hasil survei akan diolah untuk menjadi masukan bagi penyusunan beberapa peringkat antarnegara, yaitu Global Competitiveness Index (GCI), Travel and Tourism Competitiveness Index, dan Gender Global Gap Index.

Tag: Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Pariwisata, Arief Yahya

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31