Portal Berita Ekonomi Jum'at, 17 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:06 WIB. Olahraga - Pendaki gunung RMOL daki puncak Elbrus.
  • 09:18 WIB. PUBG - Game mobile PUBG capai 100 Juta download.
  • 09:16 WIB. Kurs Dolar - Kurs Dolar AS Melemah.
  • 09:00 WIB. HUT RI - Tamu undangan ramaikan halaman istana dengan baju adat.
  • 08:59 WIB. Defisit - Pemerintah diminta atasi defisit transaksi berjalan.
  • 08:58 WIB. Infrastruktur - PUPR: Perempuan harus terlibat pembangunan infrastruktur.
  • 06:39 WIB. NISP - Bank OCBC NISP mengatakan akan menaikkan bunga deposito dan kredit sejalan dengan kenaikan BI Rate.
  • 06:36 WIB. ASRI - Alam Sutera Realty menargetkan marketing sales sebesar Rp4 triliun pada 2018.
  • 06:34 WIB. ASRI - Alam Sutera Realty mencatat marketing sales sebesar Rp2,99 triliun sepanjang semester I-2018.
  • 06:31 WIB. WIKA - Wijaya Karya menargetkan kontrak luar negeri sebesar Rp4 triliun pada tahun 2018.
  • 06:30 WIB. WIKA - Wijaya Karya telah mengakumulasi kontrak luar negeri sebesar Rp1,4 triliun per Agustus 2018.
  • 06:28 WIB. WIKA - Wijaya Karya tengah membidik kontrak proyek bandara di Filipina.
  • 06:23 WIB. RSPO - RSPO mengadakan kompetisi Sustainable Financing Business Model bagi mahasiswa.
  • 06:21 WIB. BPJS - BPJS Ketenagakerjaan menargetkan perolehan 600 ribu peserta baru pada tahun 2018.
  • 06:19 WIB. BPJS - BPJS Ketenagakerjaan mencatat perolehan iuran sebesar Rp13,7 miliar dari agen Perisai.

Pelaku Penganiaya Ulama Alami Gangguan Jiwa

Foto Berita Pelaku Penganiaya Ulama Alami Gangguan Jiwa
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Ketua Komite Medik Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung dr Leony Widjaja mengatakan pelaku penganiayaan pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah, Kampung Santiong, Desa Cicalengka Kulon, KH Umar Basri bin KH Sukrowi, pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat selama 29 hari.

Menurutnya, tersangka berinisial A (55), mengalami rawat inap sejak 26 Juni hingga 24 Juli 2014 karena mengalami gangguan jiwa berat. Namun, tersangka tidak menjalani pengobatan secara teratur.

"Tersangka sempat dirawat di rumah sakit jiwa. Sayangnya berat yang bersangkutan tidak menjalani pengobatan secara rutin," kata Leony saat jumpa pers bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung, Senin (29/1/2018) sore.

Dokter spesialis kedokteran jiwa ini mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan selama dua hari sejak yang bersangkutan ditangkap polisi, tersangka kurang koorperatif terhadap pemeriksa, dan masih sering berhalusinasi. Kesimpulan sementara dari tim yang menangani, tersangka adalah seorang penderita gangguan jiwa berat dan hipertensi.

"Yang bersangkutan masih tidak dapat membedakan dunia nyata maupun khayalan. Maka itu, yang bersangkutan mesti rawat inap untuk observasi selama 14 hari," papar Leony.

Adapun, dokter yang pernah menangani tersangka saat dirawat di rumah sakit jiwa, dr Leni menambahkan, ketika itu pasien datang melalui Instalasi Gawat Darurat dan harus menjalani perawatan selama satu bulan. 

"Pasien pulang dengan perbaikan dan harus rawat jalan. Namun, kami tidak tahu apakah pasien masih sering kontrol," ungkap Leni.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan sebelumnya, tersangka ditangkap petugas gabungan Polda Jabar, Polres Bandung, dan Polsek Cicalengka di Mushola Al- Fadhulah yang berjarak dua kilometer dari lokasi penganiayaan korban.

"Saat dibekuk pelaku sedang tiduran di mushola," ujar Kapolda Jabar.

Seperti diberitakan sebelumnya, KH Umar Basri menjadi korban penganiayaan pada Sabtu (27/1) dini hari. Peristiwa naas itu terjadi saat dirinya baru melaksanakan shalat Subuh. Korban menderita luka di kepala, dan sempat dibawa ke RSUD Cicalengka sebelum dirujuk ke RS Al-Islam Bandung.

Tag: Agung Budi Maryoto, kapolda, Jawa Barat (Jabar)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.798 -32.792 599
2 Agriculture 1584.193 -7.884 20
3 Mining 1965.865 -31.513 46
4 Basic Industry and Chemicals 782.004 7.938 70
5 Miscellanous Industry 1220.194 17.296 45
6 Consumer Goods 2331.314 16.429 46
7 Cons., Property & Real Estate 433.212 -4.440 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 998.106 -18.088 70
9 Finance 1041.203 -17.449 91
10 Trade & Service 831.450 -1.637 144
No Code Prev Close Change %
1 ANDI 200 340 140 70.00
2 MDIA 157 210 53 33.76
3 CANI 154 197 43 27.92
4 BGTG 77 93 16 20.78
5 FILM 935 1,100 165 17.65
6 TIRA 127 149 22 17.32
7 BBHI 155 180 25 16.13
8 GLOB 172 198 26 15.12
9 AGRS 228 260 32 14.04
10 PALM 302 344 42 13.91
No Code Prev Close Change %
1 PNSE 1,275 960 -315 -24.71
2 ABMM 2,170 1,820 -350 -16.13
3 JPRS 248 214 -34 -13.71
4 ERTX 138 121 -17 -12.32
5 SKYB 372 330 -42 -11.29
6 CNTX 670 600 -70 -10.45
7 TALF 320 292 -28 -8.75
8 MAPA 3,670 3,350 -320 -8.72
9 AMIN 348 318 -30 -8.62
10 PSDN 280 256 -24 -8.57
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,210 3,050 -160 -4.98
2 PTBA 4,030 4,120 90 2.23
3 FILM 935 1,100 165 17.65
4 TLKM 3,430 3,350 -80 -2.33
5 BGTG 77 93 16 20.78
6 ADRO 1,855 1,780 -75 -4.04
7 UNTR 34,000 33,400 -600 -1.76
8 BBNI 7,375 7,075 -300 -4.07
9 LSIP 1,325 1,320 -5 -0.38
10 BBCA 23,450 23,375 -75 -0.32

Recommended Reading

Kamis, 16/08/2018 17:17 WIB

Pemerintah Targetkan Defisit APBN 2019 1,8%

Kamis, 16/08/2018 11:00 WIB

"Startup Ramping" Versi Eric Ries

Rabu, 15/08/2018 18:33 WIB

Triwulan II-2018, Rupiah Melemah 3,94%

Rabu, 15/08/2018 18:16 WIB

IHSG Diramal Bakal Menguat Lagi, Kenapa?