Portal Berita Ekonomi Minggu, 18 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Ini 5 Tren Digital Menurut Chief Technology Officer

Foto Berita Ini 5 Tren Digital Menurut Chief Technology Officer
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Direktur Regional Malaysia, Indonesia, dan Thailand NetApp Weera Areeratanasak mengatakan ada lima tren digital menurut direktur teknologi perusahaan atau Chief Technology Officer (CTO).

"Data saat ini lebih beragam dari sekarang, metadata (data atau informasi yang menyediakan informasi atas satu atau lebih aspek dari data lainnya) akan memungkinkan data untuk secara proaktif memindahkan, mengkategorikan, menganalisis, dan melindungi dirinya sendiri," kata Weera di Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Data kini sudah menjadi sebuah sumber daya berharga yang dapat digunakan untuk mendukung bisnis. Bukan hanya sekadar data biasa. Apabila dianalisa dengan baik, data bisa menjadi pertimbangan penting dalam sebuah keputusan bisnis.

Berikutnya, mesin virtual menjadi mesin ridesharing. Dikatakan Weera, mengelola data yang semakin terdistribusi akan semakin cepat, murah, dan nyaman dengan menggunakan mesin virtual dan diprovisi melalui infrastuktur webscale, dibandingkan dengan mesin fisik.

"Hal ini dapat dianalogikan dalam konteks membeli mobil dibandingkan dengan menyewa atau menggunakan ridesharing seperti Go-Jek atau Grab. Jika Anda adalah sesorang yang membawa banyak bawaan setiap harinya, akan lebih masuk akal untuk anda membeli sebuah truk," imbuhnya.

Namun, lanjut Weera untuk orang mungkin hanya membutuhkan salah satu jenis kendaraan dalam satu periode waktu tertentu saja, menjadikannya lebih praktis untuk menyewa.

"Lalu, ada tipe lain yang hanya memerlukan kendaraan untuk bepergian dari titik A ke titik B, hanya sekali jalan, dimana apa pun tipe kendaraannya tidak masalah, hanya perlu kecepatan dan kenyamanan. Untuk tipe ini, layanan ridesharing merupakan pilihan terbaik," terangnya.

Pemikiran yang sama juga berlaku dalam konteks mesin virtual dibandingkan dengan mesin fisik. Perangkat keras yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan bisa jadi memerlukan biaya yang lebih besar, tetapi untuk beban kerja yang konsisten dan intensif, berinvestasi pada infrastruktur fisik bisa jadi lebih masuk akal.

Ia mencontohkan sebuah mesin virtual dengan beban kerja beragam yang mendukung cloud bisa jadi seperti halnya menyewa, dimana pengguna dapat mengakses mesin virtual tanpa memilikinya atau tanpa perlu tahu detail-detail terkait mesin virtual tersebut.

"Terlebih lagi, ketika 'masa sewa' berakhir, mesin virtual ini juga tidak akan ada lagi. Mesin virtual yang diprovisi di infrastuktur webscale (yakni, komputasi tanpa server) serupa dengan layanan ridesharing untuk komputasi, dimana pengguna hanya perlu menspesifikasikan tugas yang perlu diselesaikan," imbuhnya.

Yang ketiga, lanjut Weera, data akan bertumbuh lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan untuk memindahkannya dan itu tidak masalah. Bukan rahasia bahwa data telah menjadi sangat dinamis dan dihasilkan dalam laju yang tak pernah bisa dibayangkan, yang sangat melebihi kemampuan untuk memindahkan data.

"Namun, daripada memindahkan data, aplikasi dan sumber daya yang diperlukan untuk memproses data perlu dipindahkan menuju data, dan hal ini memiliki implikasi untuk arsitektur baru seperti edge computing, core computing, dan cloud computing. Di masa depan, jumlah data yang dicerna di pusat jaringan atau core, akan selalu lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah data yang dihasilkan di tepian jaringan atau edge," ucapnya.

Keempat, evolusi dari "Big Data" menjadi "Huge Data" yang akan menuntut arsitektur solid state-driven baru seiring pesatnya pertumbuhan akan tuntutan menganalisis sejumlah rangkaian daya yang besar.

"Kita perlu memindahkan data lebih dekat dengan sumber daya komputasi. Presistent memory merupakan hal yang memungkinkan proses komputasi ultra-low latency tanpa kehilangan data dan tuntutan akan latency ini pada akhirnya akan memaksa arsitektur piranti lunak untuk merubah dan menciptakan kesempatan data driven baru untuk bisnis," jelasnya.

Kelima, kemunculan decentralized immutable mechanism dalam mengelola data. Menurut Weera, mekanisme untuk mengelola data dalam cara yang dapat dipercaya, immutable (atau tetap), dan yang betul-betul terdistribusi (tanpa adanya wewenang pusat) akan muncul dan memiliki dampak yang mendalam terhadap data center. Contohnya, aplikasi dalam penggunaan blockchain.

"Mekanisme desentralisasi seperti blockchain menantang pengertian tradisional akan perlindungan dan pengelolaan data. Karena tidak adanya titik kendali terpusat, seperti halnya server-server yang terpusat maka tidak memungkinkan untuk mengubah atau menghapus informasi yang ada dalam sebuah blockchain dan seluruh transaksi tidak dapat diubah," tukasnya.

Tag: NetApp, Weera Areeratanasak

Penulis: Dina Kusumaningrum

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: NetApp

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35

Recommended Reading

Sabtu, 17/11/2018 18:25 WIB

B20 Diyakini Turunkan Impor Migas, Benarkah?

Jum'at, 16/11/2018 19:53 WIB

Melambat, ULN Indonesia Tumbuh 4,2%

Jum'at, 16/11/2018 18:21 WIB

Beginilah Proses Migrasi Mitra Grab ke Go-Jek

Jum'at, 16/11/2018 10:37 WIB

2018, Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksikan 5,1%

Jum'at, 16/11/2018 07:24 WIB

Bank Mayapada Rombak Jajaran Direksi