Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:19 WIB. EPL - Wolverhampton Wanderers 0 vs 2 Watford
  • 05:18 WIB. EPL - West Ham United 0 vs 1 Tottenham Hotspur
  • 05:17 WIB. EPL - Newcastle United 0 vs 1 Brighton & Hove Albion
  • 05:15 WIB. EPL - Manchester City 5 vs 0 Burnley
  • 05:10 WIB. EPL - Huddersfield Town 0 vs 1 Liverpool
  • 05:02 WIB. EPL - Cardiff City 4 vs 2 Fulham
  • 05:01 WIB. EPL - AFC Bournemouth 0 vs 0 Southampton
  • 05:00 WIB. EPL - Chelsea 2 vs 2 Manchester United

Genjot Investasi, Ekonomi Indonesia Bisa Moncer

Foto Berita Genjot Investasi, Ekonomi Indonesia Bisa Moncer
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kepala Ekonom Bank Danamon Anton Hendranata menilai ekonomi Indonesia bisa tumbuh jauh lebih tinggi dibandingkan saat ini yang masih di kisaran lima persen apabila investasi digenjot.

"Bisa tidak Indonesia tumbuh 6 sampai 7 persen? Bisa, asal struktur perekonomiannya diubah. Investasi harus digenjot," kata Anton saat diskusi dengan awak media di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Anton menuturkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak lama sangat bergantung pada konsumsi rutah Tangga (RT) yang berkontribusi hingga 50-60 persen dari PDB. Namun, sejak 2011 kontribusi investasi mulai menyamai kontribusi konsumsi RT.

Pada 2011, kontribusi investasi mencapai 2,7 persen sedangkan kontribusi konsumsi RT mencapai 2,8 persen. Begitu pula pada 2012, kontribusi investasi mencapai 2,9 persen sedangkan kontribusi konsumsi RT mencapai 3 persen.

Namun, pada 2013 kontribusi investasi turun cukup signifikan di kisaran 1,4-1,6 persen pada 2014 sampai 2016. Pada triwulan I dan II 2017 kontribusi investasi masing-masing 1,5 persen dan 1,7 persen. Sedangkan pada triwulan III kontribusi investasi kembali meningkat menjadi 2,3 persen.

"Jadi jawabannya investasi harus digenjot. Pertanyaannya, kita siap tidak? Infrastrukturnya, regulasinya, kepastian hukumnya seperti apa. Kalau itu tidak 'improve', 'potential output' Indonesia bisa-bisa di 5 atau 5,5 persen," kata Anton.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2014 berkutat di kisaran 5 persen. Pada 2014 ekonomi tumbuh 5,01 persen, lalu turun pada 2015 menjadi 4,88 persen dan meningkat kembali menjadi 5,02 persen pada 2016.

Sementara itu, pada triwulan I dan II 2017 pertumbuhan ekonomi tumbuh 5,01 persen, lalu sedikit meningkat pada triwulan III menjadi 5,06 persen. Anton memprediksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017 akan mencapai 5,04 persen.

"Kalau 'potential output' kita hanya tumbuh 5 atau 5,5 persen saja, itu musibah nasional. Makanya struktur ekonomi ini harus diubah. Infrastruktur harus dibangun secara konsisten," ujar Anton.

Kendati proyek infrastruktur dampaknya baru terasa dalam jangka menengah panjang, Anton juga mengingatkan pemerintah untuk juga tetap memikirkan program-program jangka pendek terutama terkait daya beli masyarakat.

"Pemerintah harus hati-hati. Jangan pikir jangka menengah panjang saja, tapi juga jangka pendek seperti soal daya beli harusnya dibantu pemerintah supaya tidak turun. Makanya pada 2018 pemerintah sangat 'concern' ke masyarakat bawah," kata Anton.

Tag: Anton Hendranata, investor baru

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46