Portal Berita Ekonomi Senin, 26 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:22 WIB. BUMN -¬†BUMN membuat balai ekonomi desa (balkondes) di sejumlah desa di sekitar Candi Borobudur.
  • 09:08 WIB. Hukum - Sidang perdana PK Ahok digelar, Senin (26/2).
  • 09:07 WIB. Daerah - Polisi Jabar siap jaga para Ulama.
  • 09:07 WIB. Nasional - Ketua NU Jabar berharap¬†lahirkan pemimpin pembawa perubahan.
  • 09:06 WIB. Pilgub Jabar - Ridwan Kamil gencar lawan politik uang.
  • 20:32 WIB. Iran - Donald Trump menyatakan sikap Rusia dan Iran soal krisis Suriah memalukan.
  • 20:31 WIB. Suriah - AS ragukan Suriah akan patuhi resolusi DK PBB soal gencatan senjata.
  • 20:30 WIB. Yerusalem - AS diwartakan akan pindahkan kedubes di Tel Aviv ke Yerusalem pada Mei 2018.

Menperin Harap Impor Bahan Baku Industri Dipermudah

Foto Berita Menperin Harap Impor Bahan Baku Industri Dipermudah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menginginkan agar impor bahan baku untuk produksi sektor industri dipermudah, terlebih untuk jenis bahan baku yang belum dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Menurut Airlangga, beberapa industri berencana untuk berinvestasi maupun berekspansi, namun mereka menunggu kepastian perolehan bahan baku guna menunjang proses produksi.

"Beberapa sudah mau ekspansi, seperti Coca Cola, Mattel, Cabot, Cargill mau ekspansi, tapi syaratnya bahan bakunya tidak diregulasi, atau tidak kena lartas (larangan dan pembatasan)," kata Airlangga di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Airlangga menyampaikan, bahan baku akan digunakan untuk membuat berbagai macam produk untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan juga ekspor, di mana hasilnya akan mempengaruhi geliat industri dan ekonomi nasional.

"Nah, kalau itu bisa disediakan, saya yakin investasi akan meningkat karena kemarin saya ketemu Cabot Indonesia, salah satu perusahaan carbon black nomor satu di dunia dan di Indonesia sudah 30 tahun, dan carbon black itu bahan untuk industri ban, itu pendalaman strktur dari otomtif, nah kita punya potensi yang luar biasa," paparnya.

Selain itu, produsen makanan dan minuman Cargill juga berpotensi mengembangkan pemanis dari jagung di dalam negeri, namun mereka meminta agar diberi kesempatan impor bahan baku yang belum tersedia di sini.

"Karena yang namanya produksi itu kan harus terjamin bahan bakunya. Hal-hal semacam itu yang dimintakan oleh mereka," tukas Airlangga.

Tag: Airlangga Hartarto, Kementerian Perindustrian (Kemenperin)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00