Portal Berita Ekonomi Minggu, 25 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:29 WIB. ARNA - Arwana Citramulia menargetkan laba usaha mencapai Rp150 miliar pada 2018.
  • 20:29 WIB. Ghouta - Rusia tuding AS berperan dalam tingkatkan krisis di Ghouta, Suriah.
  • 20:28 WIB. Freeport - Freeport Indonesia mencetak kenaikan penjualan emas sebesar 46,11% pada 2017.
  • 20:27 WIB. Olimpiade - Ivanka Trump hadiri penutupan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan.
  • 20:27 WIB. SMMA - Sinar Mas Multiartha melakukan penyertaan modal senilai Rp49,99 miliar kepada Sinar Mas Ventura.
  • 20:22 WIB. Amerika Serikat - Turki: AS bersikeras rusak proses perdamaian.
  • 20:23 WIB. Netanyahu - Benjamin Netanyahu kembali diinterogasi oleh polisi Israel atas dugaan tindak korupsi.
  • 20:24 WIB. Ghouta - Lebih dari 500 warga tewas di Ghouta Timur dalam sepekan.
  • 20:25 WIB. Korea Utara - Kedatangan pejabat tinggi Korea Utara ke Korsel disambut dengan aksi unjuk rasa.
  • 20:26 WIB. China - Otoritas China desak AS batalkan sanksi baru yang ditujukan kepada Korea Utara.
  • 20:25 WIB. Impor - Bulog akan menggelar lelang pengadaan 100.000 ton daging kerbau pada awal Maret.
  • 20:25 WIB. MRT - Mass Rapid Transit mengatakan pihaknya telah membayar sebagian besar tagihan kontraktor Jepang.
  • 20:24 WIB. Properti - Diamondland Development akan menggarap dua proyek baru hunian kompak di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.
  • 17:32 WIB. Star Wars - Disney kabarnya kurang sreg dengan game Star Wars Electronic Arts (EA).
  • 17:31 WIB. Sony - Selain smartphone, di MWC 2018 Sony akan pamer game augmented reality (AR) Ghostbusters.

Bappenas: Tidak Ada Alasan Gunakan Skema LCS

Foto Berita Bappenas: Tidak Ada Alasan Gunakan Skema LCS
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebut tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tidak menggunakan skema konsesi terbatas (Limited Concession Scheme/LCS).

Bambang saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Pagu Kebutuhan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perhubungan 2019 di Jakarta, Kamis mengatakan skema pendanaan infrastruktur tersebut telah diterapkan Turki yang capaian Produk Domestik Bruto (PDB) masih di bawah Indonesia.

"Soal LCS ini sudah ada 'international best practice', ada di Turki. PDB kita ada di atas Turki, jadi tidak ada alasan untuk tidak gunakan ini. Di Turki skema itu sudah digunakan untuk Bandara Attaturk," katanya.

Dalam skema LCS, ada konsorsium swasta yang memiliki hak pengelolaan terbatas infrastruktur tertentu. Di Bandara Attaturk, misalnya, skema tersebut diberikan selama 25 tahun.

Setelah semakin berkembang, Attaturk akan diganti namanya menjadi Istanbul International Airport.

"Tidak tanggung-tanggung akan langsung ditambah lima 'runway' di sana," katanya.

Kondisi tersebut, menurut dia, jauh berbeda dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang hingga saat ini masih kesulitan menambah "runway" ke tiga.

Hal itu, menurut Bambang lantaran pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan terlalu membatasi diri kepada BUMN pengelolaan bandara.

"BUMN penting untuk bisa mengelola, tapi bagi saya, saya harap kalau ada pemilihan bandara terbaik dunia, sekali-kali Soekarno-Hatta bisa masuk. Jangan Changi atau Incheon lagi," ujarnya.

Bambang meminta Kementerian Perhubungan mebatasi investasi infrastruktur hanya kepada BUMN. Jika belum mempercayai investor tertentu dalam pengelolaan bandara, misalnya, bisa saja mereka bekerjasama dengan Angkasa Pura.

"Kalau tidak percaya, join dulu dengan AP, beri pembinaan," katanya.

Ia menyebut investasi di sektor bandara sangat menarik bagi kalangan investor karena kuatnya permintaan domestik serta pasar Indonesia yang besar.

Penjelasan Bambang sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi yang meminta sejumlah bandara di Indonesia untuk diserahkan kepada swasta "Saya kemarin dipanggil jam 11 pagi oleh Presiden, katanya 'Itu lapangan terbang, Pak Luhut, kasihin saja. Seperti Silangit, Jakarta, Bangka Belitung, kasih privatisasi saja. Siapa yang masuk, asal hitungannya jelas'," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Privatisasi telah dilakukan untuk proyek jalan tol, seperti Tol Jagorawi yang telah habis masa konsesinya.

Mantan Menko Polhukam itu mengatakan rencana untuk menyerahkan pengelolaan infastruktur bandara kepada swasta akan segera dikerjakan.

"Kita segera akan kerjakan. Semangat kami sudah begitu, akan kami lakukan, jadi swasta bisa hidup," katanya.

Namun, ia menegaskan agar tidak ada salah persepsi bahwa ada penjualan aset kepada swasta. Pasalnya, APBN tidak akan mampu menggarap proyek-proyek infrastruktur yang ada.

Tag: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00