Portal Berita Ekonomi Minggu, 25 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:50 WIB. Beras - KPPU meminta agar pengaturan tata niaga beras dipangkas untuk memotong rantai distribusi yang panjang.
  • 05:46 WIB. Hotel -¬†Adonara Hotels Group menyiapkan investasi Rp100 miliar untuk membuka cabang hotel baru di Eropa pada 2018.
  • 05:45 WIB. Gula - PTPN X menghentikan sementara operasional giling Pabrik Gula Watoetoelis di Sidoarjo.
  • 23:40 WIB. IKM -¬†Kementerian Perindustrian mendorong pelaku IKM untuk dapat menggunakan marketplace.

BPS: Produksi Industri Manufaktur Mikro di NTT Tumbuh 10,29%

Foto Berita BPS: Produksi Industri Manufaktur Mikro di NTT Tumbuh 10,29%
Warta Ekonomi.co.id, Kupang -

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil di daerah itu pada triwulan IV 2017 mengalami kenaikan 10,29 persen dibandingkan dengan triwulan III tahun yang sama.

"Jenis produksi yang naik paling pesat yakni industri percetakan dan reproduksi media mencapai 90,5 persen," kata Kepala BPS Provinsi NTT Maritje Pattiwaellapia di Kupang, Sabtu.

Ia menjelaskan industri percetakan dan reproduksi rekaman berkembang cukup pesat menyambut Natal dan liburan akhir tahun lalu yang membuat permintaan jasa industri tersebut tinggi.

"Biasanya memasuki hari raya itu orang-orang mulai mencetak kartu ucapan, buku, maupun baliho untuk kepentingan perayaan dan sebagainya," katanya.

Selain itu, katanya, produksi jasa percetakan juga dimanfaatkan untuk kebutuhan aktivitas politik, seperti baliho, stiker, spanduk, dan kartu nama.

"Produksi industri ini bisa saja masih tinggi pada triwulan pertama 2018 ini karena sekarang kita sudah memasuki tahun politik dan menyambut pilkada," katanya.

Maritje mengatakan jenis lainnya yang juga mengalami kenaikan yaitu industri barang galian bukan logam sebesar 31,88 persen, industri pakaian jadi 29,30 persen, dan industri makanan 12,02 persen.

Jenis industri yang produksinya terkoreksi atau menurun, yaitu kayu (tidak termasuk furnitur) 13,22 persen dan minuman 14.96 persen.

"Jenis industri ini menurun karena, bisa saja stok di triwulan IV sudah diproduksi sebelumnya namun masih belum laku sehingga belum diproduksi lagi," katanya.

Ia mengatakan pertumbuhan IMK secara "year on year" pada triwulan IV/2017 terhadap triwulan yang sama pada 2016 masih tercatat mengalami kenaikan 19,67 persen.

Ia mengatakan pertumbuhan IMK di provinsi berbasiskan kepulauan itu perlu terus dipacu karena memiliki nilai yang cukup besar.

"Walaupun 'share' terbesar kita di NTT masih didominasi sektor pertanian, namun sektor industri ini juga meski terus didorong agar terus bertumbuh karena nilainya juga tidak main-main," katanya.

Tag: Nusa Tenggara Timur (NTT), Badan Pusat Statistik (BPS)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Gito Adiputro Wiratno

Foto: Boyke P. Siregar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00