Portal Berita Ekonomi Rabu, 26 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:15 WIB. BTN - BTN mengkaji kemungkinan rights issue pada 2020.
  • 11:12 WIB. UUS BTN - UUS BTN mengkaji kemungkinan untuk memisahkan usaha dari induk.
  • 11:11 WIB. Pertamina - Pertamina membutuhkan blok migas baru.
  • 11:10 WIB. Pertamina - Pertamina membutuhkan US$100 miliar untuk bisa meningkatkan produksi minyak.
  • 11:05 WIB. Pertamina - Pertamina MOR VIII mencegah aksi korupsi dilingkungan kerjanya dengan menggelar LPP.
  • 10:36 WIB. BTN - BTN tidak ingin menawarkan DP rumah 0%.
  • 10:33 WIB. BTN - BTN menargetkan sampai akhir 2018 akan ada sebanyak 10 ribu lelang rumah online.
  • 10:31 WIB. Telkom - Telkom menyalurkan bantuan modal tanpa bunga kepada 45 pelaku UKM di Kabupaten Parigi Moutong, Sigi dan Kota Palu.
  • 10:05 WIB. LLDikti - LLDikti dorong kewirausahaan jadi mata kuliah wajib di seluruh perguruan tinggi.
  • 10:04 WIB. Beras - Legislator: Kalsel tidak perlu datangkan beras impor.
  • 10:03 WIB. Ekspor - NTT ekspor 12,5 ton tuna ke Jepang.
  • 10:02 WIB. IWAPI - 1.500 wanita pengusaha di Padang itu akan membuka jaringan dan saling menampilkan produknya.
  • 10:01 WIB. IWAPI - Memperkirakan ada 1.500 orang wanita pengusaha yang datang ke Kota Padang.
  • 10:00 WIB. IWAPI - Iwapi Sumbar akan bantu perempuan pelaku usaha yang kesulitan dalam mendapat akses modal atau fasilitas produksi.
  • 09:59 WIB. IWAPI - Produk para perempuan pengusaha di Padang akan dilabeli kualitas ekspor setelah jalani pelatihan.

Perdesaan Bali Inflasi 1,04 Persen, Lebih Rendah daripada Inflasi Nasional

Foto Berita Perdesaan Bali Inflasi 1,04 Persen, Lebih Rendah daripada Inflasi Nasional
Warta Ekonomi.co.id, Denpasar -

Daerah perdesaan di Pulau Bali mengalami inflasi sebesar 1,04 persen selama Januari 2018, atau lebih rendah 0,18 persen daripada inflasi perdesaan tingkat nasional pada bulan yang sama sebesar 1,22 persen.

"Inflasi perdesaan Bali tersebut dominan dipengaruhi oleh kelompok bahan makanan," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Minggu (4/2/2018).

Dari 32 provinsi di Indonesia yang menjadi sasaran survei, seluruh daerah di Nusantara mengalami inflasi perdesaan. Inflasi perdesaan tertinggi terjadi di Bangka Belitung sebesar 2,11 persen dan terendah di Kalimantan Timur 0,4 persen.

Inflasi daerah perdesaan di Bali akibat naiknya harga barang hampir pada semua kelompok pengeluaran. Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 2,11 persen, menyusul kelompok sandang 0,79 persen serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,72 persen.

Selain itu juga meningkatnya biaya kelompok kesehatan 0,32 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,18 persen, kelompok perumahan 0,14 persen, serta kelompok transportasi dan komunikasi 0,11 persen.

Adi Nugroho menambahkan, nilai tukar petani (NTP) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan dan daya beli petani di daerah perdesaan. Selain itu juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian terhadap barang dan jasa yang diperlukan petani untuk konsumsi rumah tangga maupun serta biaya produksi pertanian.

NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani sehingga makin tinggi NTP secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan daya beli petani. Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Bali pada Januari 2018 tercatat 103,48 persen, menurun 0,43 persen dibanding bulan sebelumnya 103,3 persen.

Dari sisi indeks yang diterima petani (lt) mengalami kenaikan sebesar 0,39 persen dari 130,64 persen menjadi 131,14 persen. Sementara dari sisi indeks yang dibayar petani (lb) juga mengalami kenaikan sebesar 0,82 persen dari 125,70 persen menjadi 126,73 persen.

Dari lima subsektor yang menentukan pembentukan NTP Bali, terdiri atas dua subsektor mengalami kenaikan dan tiga subsektor pengalami penurunan. Dua subsektor yang mengalami kenaikan meliputi tanaman pangan 2,24 persen dan perikanan 0,11 persen.

Sementara itu, tiga subsektor yang mengalami penurunan yakni hortikultura 0,21 persen, tanaman perkebunan rakyat 1,55 persen dan subsektor peternakan 1,59 persen, ujar Adi Nugroho. (FNH/Ant)

Tag: Inflasi, Badan Pusat Statistik (BPS), Bali, Adi Nugroho, Nilai Tukar Petani (NTP)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,990.77 3,951.21
British Pound GBP 1.00 19,615.75 19,420.30
China Yuan CNY 1.00 2,186.88 2,165.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,967.00 14,819.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,836.11 10,724.51
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.70 1,896.59
Dolar Singapura SGD 1.00 10,956.01 10,843.70
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,565.27 17,385.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,623.09 3,582.93
Yen Jepang JPY 100.00 13,260.39 13,128.10

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5874.299 -7.921 602
2 Agriculture 1559.439 -8.071 20
3 Mining 1942.424 18.950 46
4 Basic Industry and Chemicals 799.490 -12.818 71
5 Miscellanous Industry 1231.155 10.426 45
6 Consumer Goods 2453.180 1.457 47
7 Cons., Property & Real Estate 417.837 -2.637 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1015.005 3.459 69
9 Finance 1061.250 -2.002 91
10 Trade & Service 817.631 -3.451 145
No Code Prev Close Change %
1 PANI 476 595 119 25.00
2 PKPK 140 175 35 25.00
3 DIGI 825 1,030 205 24.85
4 INAF 4,020 4,970 950 23.63
5 NIKL 2,830 3,480 650 22.97
6 SIMA 119 144 25 21.01
7 SHID 2,800 3,300 500 17.86
8 PNSE 665 770 105 15.79
9 LPLI 151 174 23 15.23
10 JPRS 206 234 28 13.59
No Code Prev Close Change %
1 ABMM 2,100 1,680 -420 -20.00
2 LPIN 1,205 1,015 -190 -15.77
3 ERTX 137 120 -17 -12.41
4 KPAL 496 436 -60 -12.10
5 SONA 5,950 5,500 -450 -7.56
6 VRNA 107 99 -8 -7.48
7 MTDL 775 720 -55 -7.10
8 PTSN 318 296 -22 -6.92
9 LMSH 690 645 -45 -6.52
10 ICON 93 87 -6 -6.45
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 210 214 4 1.90
2 BMTR 420 418 -2 -0.48
3 KPIG 690 680 -10 -1.45
4 PKPK 140 175 35 25.00
5 NUSA 182 171 -11 -6.04
6 TKIM 14,000 13,500 -500 -3.57
7 BBRI 3,010 3,030 20 0.66
8 BHIT 90 89 -1 -1.11
9 BCAP 300 296 -4 -1.33
10 MEDC 815 890 75 9.20